
Setelahnya Zie- Zie menunjukkan pulau yang di sediakan untuk Giant bersembunyi dari dunia luar dan menikmati dunia normalnya. Mama Lie a membuka sebuah pintu besar. Tampak jika didalamnya ada seorang pria dengan Yukata dan berbalut Perban di wajah dan tubuhnya memiliki sayatan pedang menghiasi tubuh kekarnya- menatap ke luar jendela kamarnya yang besar dan tak menyadari jika Mama Lie a sedang menatapnya.
“ Giant.” panggil Mama Lie a lirih.
Giant terkejut dan berbalik, belum sempat ia melihat siapa yang memanggilnya, tubuhnya telah tertabrak tubuh wanita. Tanpa di katakan lagi, sesungguhnya ia tahu siapa yang sedang memeluknya. Dari bau tubuh wanita itu saja Giant mengetahui siapa wanita itu- wanita yang sungguh ia rindukan. Wanita yang ia lukai hanya karena tak ingin membahayakan wanita yang telah mengisi hari juga hatinya.
“ aku merindukanmu.” ungkap Pria itu mengeratkan pelukannya pada wanita yang ia rindukan. ia menciumi bau tubuh wanita itu lewat ceruk leher wanita dan menghirup dalam seolah melepas rindu akan bau tubuh yang selalu membuatnya candu.
“ aku juga, maafkan aku, maaf karena aku tak menyadari perasaanmu. Maafkan aku yang lebih memilih meninggalkanmu.” ucap Mama Lie menangis. Giant hanya meatap wanita yang kini sedang menangis di pelukannya ini dan matanya menemukan sesosok wanita muda yang berdiri di hadapan kedua orang yang sedang berpelukan ini.
“ Papa.” ungkap Zena ragu.
Giant hanya tersenyum sambil merentangkan tangannya. Seketika Henzie berlari ke pelukan Giant.
" papa." panggil Zena lirih. ia tak menyangka jika ia memiliki keluarga lengkap. seperti mimpi rasanya, belasan tahun hidup sendiri dan kini ia menemukan keluarganya, keluarga kandungnya.
“ sayang sekali, kita saudara beda ayah, sis.” ucap Zen terharu.
“ tidak, kau juga anaknya.” ungkap Papa Lie a.
” apa?” heran Zen.
“ sebenarnya papa impoten, dan alasan papa tak berhasil bekerja sama dengan dengan perusahaan yang sekarang di pimpin oleh Gin karena saat itu perusahaan itu di pimpin oleh Giant.” ungkap Papa Lie a.
“ jadi kalian memiliki hubungan gelap?” heran Zena menatap ke Giant dan mama kandungnya.
“ tidak bisa di bilang hubungan gelap, aku ada hanya untuk menutupi aib keluarga Lie A dan sejujurnya tak ada cinta di hati kita berdua. Aku sendiri telah lama merestui hubungan mereka jika bukan karena para tetua- tua petinggi China itu.” ungkap Papa Lie.
“ Papa.” ucap Zen lirih menatap pria yang selama ini di aggap orang tuanya itu.
“ tapi meski begitu aku menyayangimu seperti anakku sendiri.” ucap Papa Lie mengelus kepala Zen.
__ADS_1
“ erm.., Papa mertua.” ucap Gin ragu.
“ jadi, ketua Yakuza yang sekarang menikahi anakku?” ucap Giant menampilkan smirk smile nya.
“ erm, ya. Saya tak menyangka jika wanita yang saya nikahi ternyata anak anda, saya meminta maaf telah melukai anda.” ungkap Gin sopan.
“ tak usah sesopan itu, aku dengar dari Zie- Zie jika kau mengalami hal yang sama denganku? Takut jatuh cinta dan terikat karena dunia gelap kita?” tanya Giant.
“ erm, ya.” ucap Gin ragu.
“ kau ternyata juga mewarisi kisah yang sama, apa ini kutukan seorang Yakuza?” ucap Giant mengenang.
“ tidak begitu, kurasa ini adalah salah satu pengorbanan dari jalan hidup Yakuza. Kita dapat kekuasaan, tapi kita selalu merasa ketakutan akan hidup bahagia dan imbasnya kita malah melukai orang yang kita cintai.” ungkap Gin.
“ kau benar.” ucap Giant tersenyum. Sebelum akhirnya ekor matanya menatap Zen yang hanya diam berdiri tak tahu harus melakukan apa.
“ kemarilah, jagoan apakah kau tak mau memelukku?” ucap Giant melihat Zen hanya mematung.
“ pa..pa.” ucap Zen kaku.
“ papa.” ucap Zen berlari kepelukan Giant.
“ ngomong- ngomong, pa.” ucap Zen ragu.
“ ya?” tanya Giant dan Papa Lie a bersamaan.
“ tak apa, aku memang bertanya pada kalian semua.” ungkap Zen melihat kedua papa nya menatap ketika menyahut panggilan Zen.
“ kau ingin bertanya apa?” timpal Mama Lie a.
“ kenapa hanya sis Zena saja yang ayah culik?” heran Zen.
__ADS_1
“...” Giant hanya terdiam sambil menatap Papa Lie A.
“ sama seperti Gin, aku juga berusaha mengingkari perasaanku. Aku tak ingin mengakui jika aku mencintai Arie Lie a- mama kalian, tapi hatiku begitu tersiksa ketika tahu ia di miliki oleh orang lain. Aku yang mengira jika Zena itu anak dari Chan menculik Zena dan berniat melukai Zena sebelum akhirnya aku mengetahui jika Chan ternyata impoten dan kenyataan jika Zena yang ternyata sangat mirip denganku. Tapi semua telah terlanjur dan aku tak mungkin mengembalikan Zena karena hanya akan membuat para tetua itu curiga dan membuat suasana Jepang dan China saat itu semakin memanas. Dan akan menyebabkan nyawa Zena dalam bahaya.” ungkap Giant.
“ satu- satunya yang terpilintas adalah celotehan Arie saat itu, aku menyembunyikan Zena di sebuah biara kecil di Belanda dan berharap identitas nya tak di ketahui oleh para tetua China.” ungkap Giant mengelus kepala Zena.
“ lalu kenapa aku tidak ikut papa culik?” tanya Zen.
“ karena setelah kehilangan Zena, mama sempat depresi.” ungkap Arie Lie a- lirih.
“ dan yang membuat Depresi Mama membaik adalah pertemuan kembali mama dengan Giant. Dan mama akhirnya sembuh total saat mengetahui mama kembali hamil anak dari Giant. Dan itu adalah kau.” ungkap Arie Lie a. Giant hanya bisa mengeratkan genggaman tangannya seolah memberi ketenangan pada Arie Lie a.
“ Karena itulah, aku tak menculikmu, ditambah kau yang saat itu terlahir sebagai anak lelaki membuat posisi mu aman sebagai pewaris.” ungkap Giant.
“ sekarang...” ucap Papa Lie a.
“ apa yang harus di katakan pada para tetua itu?” timpal Giant.
“ bukankah tetua yang kalian maksud adalah petinggi dari china? Apa kita bisa melakukan sesuatu pada mereka? Aku takut itu hanya merusak hubungan antara jepang dan China yang baru saja terjalin.” ungkap Zena risau.
“ tenang saja, kau lupa? Aku ini adalah mafia dari china? Ya kan, son?” ungkap Zie- Zie menatap Riu yang hanya terseyum menimpali ibunya itu.
0o0
Hai! hai! hai!
aduhhhhh
author sedih >_<
masa level karya author turun nie.
__ADS_1
hiks.
reader setia tambah Like ma love donk biar author heppy lagi ><