The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
fakta umur


__ADS_3

“ kurasa Yuan dan papa Chan cocok.” ungkap Zena di kamar yang di sediakan di rumah Chan.


“ memang, tapi kau melupakan fakta umur mereka yang terpaut 15 tahun.” ucap Gin ikut berbaring di sebelah isrinya.


“ hei! Di jaman modern ini, tak heran bukan jika kita menikahi orang yang berbeda sejauh itu, bahkan ada artis yang menikahi pasangannya yang terpaut 20 tahun.” ucap Zena.


“ memang, tapi kebanyakan dari mereka tak ada yang harmonis dan berakhir perceraian, kasihan untuk papa Chan jika ia harus merasakan pereraian lagi.” ungkap Gin, tangannya mulai nakal menyusup ke daerah favorit istri kecilnya.


“ yang namanya bahtera pernikahan tak ada yang selamanya mulus, Gin. Bukankah itu terbukti dari perjalanan pernikahan kita, perlu aku yang menghilang dari hidupmu terlebih dahulu agar kau menyadari perasaanmu kepadaku.” ucap Zena mengelus kepala suaminya dengan lembut.


“ ya, kau benar, jangan menghilang lagi atau aku akan menggila.” ucap Gin menyusupkan wajahnya ke pelukan Istrinya.


“ hemp, seorang psychology yang menggila- karena kehilangan istri kecilnya.” ucap Zena tertawa kecil.


“ aku juga seorang manusia.” Ucap Gin mengecup lembut bibir Zena.


“ seorang manusia yang bisa menghasilkan manusia?” canda Zena.


“ ya, kau benar.” ucap Gin memulai malam yang panas bagi mereka hingga mereka melupakan jika ini bukan rumah mereka yang kedap suara. Yang suaranya bahkan dapat membuat pria single di sebelah mereka tak bisa tertidur karena suara pasangan suami istri yang menggema bahkan hampir ke seluruh rumah.


‘ sial! Tahu begitu, aku akan menyewakan apartement sendiri untuk mereka.’ batin Chan yang terganggu karena ulah suami istri itu. Ia bahkan terpaksa harus bermain solo karena tubuhnya terbangun mendengar gelora panas Gin juga Zena.


***


“ papa? Kenapa matamu penuh dengan kantung hitam? Kau tak bisa tidur semalaman?” tanya Zena.


“ salahkan pasangan suami istri yang bermain semalaman dengan suara yang menggema hampir ke seluruh rumah dan membuat penghuni lainnya tak bisa tidur karenanya.” geram Chan. Suami istri yang di singgung hanya tersenyum tak berdosa mendengar geraman ungkapan hati Chan.


“ ngomong- ngomong, balik ke soal permasalahan. Dengan rencana yang sama dengan Giant juga Lukas- asisten setia nya- kita mungkin baru akan mendapatkan pegawai yang kompeten beberapa tahun setelahnya, bagaimana perusahaan ini akan berjalan beberapa tahun sebelum kompleks rumah sakit itu jadi.” ucap Chan mengambil tea hijau dan beberapa sarapan khas China.


“ kita buat peraturan disiplin.” ucap Gin.

__ADS_1


“ peraturan disiplin?” tanya Chan.


“ ya, seperti melakukan upacara atau apel di setiap pagi atau paling tidak seminggu sekali.


Kita juga bisa melakukan sumpah saat mereka resmi menjabat jabatan mereka. Dengan kebiasaan China yang kental akan budhanisme, aku rasa mereka pasti takut melanggar sumpah mereka.” ucap Gin.


“ apa itu akan berhasil?” tanya Chan.


“ kita coba, karena perusahaan ku di pegang kembali oleh Giant, untuk sementara aku bsa membantu papa mengawasi para pegawai itu sekalian membantu mengawasi pembangunan proyek rumah sakit.” ungkap Gin.


*


Di kantor Chan.


“ tuan, anda sakit?” tanya Yuan.


“ kenapa?” tanya Chan.


“ mata anda hitam sekali. Anda tak bisa tidur semalaman?” tanya Yuan.


“ apa anda rapat dengan mereka? Yang katanya soal menyeleksi para pegawai itu?” tanya Yuan.


“ bukan..., maksudku..., er...,” ucap Chan menggantung bingung, apa harus langsung menjelaskan atau tidak, Chan takut jika Yuan masihlah seorang gadis yang terperangkap di umurnya yang telah menginjak 30 tahun.


“ Yuan.” ucap Chan akhirnya.


“ ya, Tuan?” tanya Yuan.


“ apa kau sudah menikah?” tanya Chan memilih bertanya sebelum menjelaskan- alasan ia tak bisa tidur semalaman.


“ eh? Anu..., belum tuan.” ucap Yuan malu.

__ADS_1


“ belum? Bagaimana dengan kekasih?” tanya Chan.


“ belum juga, karena sibuk mencari keberadaan keluarga saya tak sempat memikirkan orang lain, saya bahkan baru mulai bekerja di umur saya yang menginjak 30 tahun.


‘ belum memiliki kekasih, ya’ batin Chan.


“ kenapa?” tanya Yuan.


“ tidak apa- apa, lanjutkan pekerjaanmu, soal Gin juga Zena maksudku Henzie jangan sampai kau mengatakannya pada orang lain dulu.” ucap Chan.


“anda panggil Zena juga tidak apa- apa. Lalu, memang mereka sedang apa tuan?” tanya Yuan- tertawa kecil akan kelakuan Chan yang terus menerangkan Zena adalah Henzie.


“ mereka berpura- pura menjadi pegawai baru, sementara Zena sebagai Investor yang berkeliling di perusahaan kita, sekaligus mencari ide untuk design nya.” ucap Chan.


“ ya, setahu saya memang Design Zena itu sangat indah dan sedikit beda dari design- design kebanyakan orang.” ucap Yuan.


“ kau besar dengan Zena ya.” ucap Chan.


“ ya, saya, Louis dan Zena di bearkan di gereja yang sama dan di besarkan serta di rawat oleh pastur Lioel, Tuan.” ucap Yuan..


“ kalia hanya bertiga saja?” tanya Chan.


“ tidak, tentu masih banyak anak lain yang memiliki nasib sama seperti kami, namun karena pastur Lionel hanya seorang pendeta di sebuah Gereja terpencil, beliau mencarikan orang tua asuh yang mau mengadopsi kami. Tentu saja, tidak sembarang orang tua asuh, kebanyakan orang tua asuh di pilih pastur Lionel yang benar- benar membutuhkan seorang anak. Tapi karena aku memiliki misi mencari orang tua kandungku, tepat pada umurku 17 tahun, aku meninggalkan Gereja, sementara Louis aku dengar juga menjadi pendeta menemani pastur Lionel, sementara Zena kuliah dengan beasiswa sebagai Designer, dan seperti yang anda lihat, ia menemukan suami yang mencintai nya juga keluarga kandungnya.” ucap Yuan.


“ aku berdoa semoga kau juga menemukan pria yang mencintai mu juga keluarga baru yang menyayangi mu.” ucap Chan.


“ Xie- Xie.” ucap Yuan tersenyum.


0o0


man teman reader sekalian

__ADS_1


badan author lagi meriang nie


jadi di maklumi ya kalo ga bisa sering- sering up >_<


__ADS_2