
Setelah menitipkan Huan Ran A pada Arie Lie A- Zen juga Cherry datang ke tempat dimana Lexia berada bersama dengan Giant juga Gin.
Mereka; Zen juga Cherry tak menyangka jika sosok Lexia yang mereka kenal ceria bisa berubah. Karena yang ada di hadapan mereka hanya ada sosok wanita dengan tak bertenaga terikat di satu kursi dengan perut yang di perban seadanya.
“ aku tak menyangka setelah penususkan yang kau lakukan sendiri kau masih bisa bertahan.” ucap Giant yang juga baru melihat keadaan Lexia yang masih hidup meski telah membunuh dirinya sendiri.
“ mungkin ini efek dari obat- obatan yang ia minum.” ungkap Gin.
“ ZEN! Aku mohon bantu aku! Mereka menangkapku! Hanya karena aku tak mau mengembalikan ginjalku pada Cherry!” teriak Lexia kala melihat Zen mengunjunginya. Zen hanya begidik ngeri mendengar Lexia memanggilnya.
“ Sister? Kenapa kau bisa jadi seperti ini?” isak Cherry mendekati Lexia.
” AKU TIDAK MEMANGGILMU! Aku memanggil Zen! Kenapa kau yang datang kemari?” ucap Lexia berontak. Hingga ikatan tangannya terlepas.
“ KAU! Apa salahnya aku meminta ginjalmu yang hanya tingga satu itu! Aku tak pernah hidup bebas! Berbeda denganmu yang selalu hidup tanpa suasana rumah sakit! Tanpa obat- obatan yang hampir setiap waktu kau minum! Tanpa segala jenis jarum yang menususkmu dari pagi, siang hingga malam!” ucap Lexia histeris bahkan sampai menjambak rambut panjang Cherry.
“ Cherry!” ucap Zen yang terkejut lalu berusaha membantu melepaskan tangan Lexia yang menarik rambut istrinya.
“ Zen! Kenapa kau malah membantu Cherry? Bukankah kau mencintaiku?” ucap Lexia menangis.
“ tidak! selamanya Aku hanya akan mencintai istriku!” sanggah Zen yang juga menenangkan istrinya yang meringis kesakitan.
“ Cherry! Apakah kau puas? Kau bukan hanya hidup sehat dengan banyak orang yang mencintaimu! Bahkan kini kau memiliki Zen! Apakah Kau sudah puas? membunuh orang tua kita karena tak mau memberikan ginjalmu untukku!” pekik Lexia.
__ADS_1
“ kaulah yang membunuh orang tua kita!” isak Cherry.
“ lalu kenapa?” ucap Lexia dengan ekspresi yang membuat Zen juga Cherry bergidik ngeri.
“ mereka berkata bahwa mereka menyayangiku! Tapi mereka tak mau memaksamu memberikan ginjalmu yang hanya tinggal satu itu!” ucap Lexia berteriak. Mendengarnya Cherry hanya bisa menangis sementara Zen hanya bisa menenangkan istrinya.
“Lagi pula, ada papa mertuamu yang pasti akan mencarikanmu organ dalam lain!” ucap Lexia terhenti.
“ sementara aku.., tubuhku hanya bisa menerima ginjalmu, saudariku.” isak Lexia.
“ aku mohon berikan aku ginjalmu, setelah itu aku akan membiarkanmu hidup bahagia dengan suamimu dan anakmu..” ucap Lexia menggantung.
“ anak?” ucap Lexia teringat sesuatu.
“ JANGAN PERNAH SEKALI- KALI KAU BERKATA MAU MENGAMBIL ANAKKU, LEXIA!” ucap Zen penuh penekanan.
“ Zen? Kau menamparku?” ucap Lexia tak percaya.
“ kau salah Zen! Seharusnya yang kau tampar itu Cherry! Saudariku!” ucap Lexia terisak.
“ kurasa ia mulai gila.” ucap Gin yang hanya terdiam melihat apa yang terjadi di depannya, karena baginya ini hanyalah masalah keluarga mereka.
“ Zen Lie A. kau itu hanya mencintaiku! Lexia Xu! Bukan saudariku! Bukan Cherry Xu.” ucap Lexia hendak berontak.
__ADS_1
“ tangkap wanita itu!” perintah Giant.
“ siap!”
Sementara Cherry hanya bisa menangis melihat saudarinya di tangkap di depan matanya.
“ jangan menangis, ya? Ini bukan salahmu,
sayang.” ucap Zen menenangkan Cherry.
“ apa aku bodoh, Zen? Setelah semua yang di lakukan saudariku aku masih tak bisa melihatnya di siksa seperti ini.” ucap Cherry masih menangis.
“ kalau kau tak bisa melihatku sepeti ini berikan ginjalmu, Cherry! Aku sudah hidup dalam pelarian, hanya karena ku tak mau memberikan ginjalmu dan sekarang aku terluka karenamu dan karena mertuamu!” ucap Lexia berusaha berontak. Membuat Cherry semakin menangis.
Namun tangis itu menjadi keterkejutan kala melihat saudarinya yang masih bisa berontak bahkan sempat lepas dari orang- orang Giant yang menangkapnya. Cherry lebih terkejut lagi melihat saudarinya yang hendak berlari menuju kearahnya membawa pecahan besi tajam yang disimpannya entah dari mana. Mungkin di ambil dan di sembunyikan Lexia kala wanita itu menghunuskan dirinya ke arah patung samurai lengkap dengan tombaknya.
“CHERRY!” Zen yang sadar jika Lexia hendak menghunus perut istrinya lalu memasang badan untuk melindungi istrinya.
“ZEN?” pekik Cherry kala melihat suaminya memasang badan untuknya.
...Apakah Lexia berhasil menusuk Cherry? ...
...Atau mungkin Zen berhasil melindungi Istrinya dan membiarkan dirinya tertusuk oleh Lexia?...
__ADS_1