
Jam menunjukkan pukul dua belas siang saat Zena memutuskan pulang karena harus menyiapkan makan siang juga makan malam suaminya. Sungguh, meski Cherry memliki nasib yang sama dengan Zena namun setidaknya Gin masih mau mencicipi masakan buatan Zena meski sama- sama di beri malam pernikahan yang dingin dari suaminya.
“ wah, wah siapa yang kita temui ini?” ucap sebuah suara yang sangat di kenal Cherry.
“ wuah, si kekasih tua Genit mantan HRD kita.” balas yang lainnya.
Cherry memilih untuk tak mempedulikan mereka dan meneruskan meminum coffee hitam kesukaannya.
“ kenapa? Kau sedang menunggu kekasih tuamu itu? Aku bahkan mendengar dia di penjara karena membuat marah tuan Gin.” ucap Lan- Lan salah satu wanita yang sering di beri sumpah serapah oleh Cherry.
‘ dia bahkan di penjara karena berusaha membunuhku- beruntung saat itu ada tuan Gin dan nona Zena.’ batin Chery masih tetap bungkam. Sungguh ia ingin merubah kebiasaan sumpah serapahnya, namun di hadapan orang- orang berlidah dua- sangat susah membuat lidah Cherry tak lancip lagi.
__ADS_1
Yap, Lan- Lan dan Mei adalah karyawan yang di mutasi dari China ke perusahaan Zen yang bekerja sama dengan perusaaan Gin di Jepang. Karena kebetulan yang di perbarui hanyalah perusahaan di China- mereka yang awalnya harus berjauhan dengan keluarga mereka di China harus merasa beruntung karena tidak menjadi bagian dari pembaruan besar- besaran pegawai perusahaan Z yang kini berganti nama menjadi Shengly Group.
“ dan apaka yang aku dengar itu benar? kau menikahi tuan Zen- atau lebih tepatnya tuan Zen menikahimu, karena beliau bertanggung jawab akan keadaanmu yang tak bisa memiliki anak.” ucapan Lan- Lan membuat Cherry mengeraskan rahangnya.
Sungguh, sebenarnya bagaimana kedua orang ini bisa mengetahui apa yang terjadi di China sementara mereka di Jepang? Sebenarnya yang memiliki simpanan orang tinggi di perusahaan siapa? Mereka atau Cherry?
“ setelah HRD Lin- kini kau menggoda tuan Zen. Sebenanrnya apa bagusnya wanita cacat- berlidah lancip sepertimu?” ejek Mei. di balas tawa oleh Lan- Lan. namun tawa mereka tak berlangsung lama.
Cherry memilih untuk mengambil tasnya dan bergegas keluar dari cave tersebut, beruntung pesanan nya telah di bayar duluan oleh Zena hingga ia bisa melenggang pergi meninggalkan kedua orang yang tengah meneriakinya. bahkan Cherry juga mendengar mereka bersumpah serapah dengan kata- kata yang lebih menyakiti telinga dari pada yang pernah di lontarkan Cherry.
Sebuah teriakan kekesalan mereka- tak Cherry hiraukan, yang wanita itu inginkan hanyalah pergi dari sana sambil berharap jika Mei dan Lan- Lan tak mengadu pada suaminya. Kalaupun mengadu- Cherry berharap jika Zen takkan sepenuhnya mempercayai kata- kata para wanita berlidah dua itu.
__ADS_1
0o0
menurut kalian apa yang akan terjadi setelah ini?
a. Zen lebih mempercayai Cherry dan membela istrinya di hadapan para wanita berlidah dua itu, atau:
b. Zen mempercayai para wanita berlidah dua dan memutuskan menghukum cherry
ga ada hadiah oqx😜
cuma buat seru- seruan ajh
__ADS_1