
Warning!! contens 21++
Jam menunjukkan pukul 7 saat Gin beranjak dari kamarnya menuju meja makan. Ia begitu di kejutkan dengan sosok Henzie yang berbeda dari biasanya.
Rambut hitam ikal panjangnya di biarkan terurai, dengan wajah yang tengah di poles sedikit bedak, membuat wajah manis Henzie jadi lebih mempesona- lebih dari biasanya, hem tanpa lengan menampilkan pundaknya yang tegap di tambah hem yang sesuai bentuh tubuhnya membuat dada Henzie yang memang besar tampak terlihat lebih besar dan dengan rok span mencetak bentuk tubuhnya, pinggang dan pantat yang bulat. Di tambah dengan stiletto yang membuat ia jadi terlihat sedikit lebih tinggi.
Perhatiannya terfokus bukan lagi pada bau roti yang baru saja matang namun parfum vanilla yang samar tercium membangunkan sesuatu d bawah sana.
“ kau sudah bangun?” ungkap Henzie menyingkirkan anak rambutnya kebelakang telinganya membuat lehernya yang jenjang terlihat.
__ADS_1
“ hem.” ungkap Gin singkat, ia lalu mengambil roti yang telah di olesi selai kacang dan di panggang hingga menimbulkan suara renyah roti ketika di kunyah.
Hari ini sarapan ala Eropa, roti dengan selai dan segelas coffee hangat. Sementara, Henzie memilih membuat sandwich isi telur, selada, tomat dan daging bacon, Henzie memang tak terlalu suka manis, berbeda dengan Gin yang ternyata sangat suka manis. Kali ini ia memilih susu coklat hangat yang menjadi pengantar sarapannya.
Setelah selesai makan, seperti biasa, Gin akan memberi dasi untuk di pakaikan Henzie. Dan kali ini Gin langsung menunduk membuat parfum vanilla yang di semprot Henzie di belakang telinga dan lehernya semakin menyeruak ke hidung Gin.
“ selesai.” ucap Henzie mendongak menghadap Gin, membuat mereka saling berhadapan. Gin menatap Henzie lama. Sementara Henzie hanya terdiam, heran mengapa Gin tak juga beranjak. Mata Gin menyelusuri setiap inch wajah Henzie dan matanya terkunci pada bibir Henzie, bibir yang telah di poles warna merah darah oleh Henzie membuat bibir tipis namun sexy itu menjadi semakin sexy. Membuat siapa saja yang melihat bibir sexy itu ingin **********- termasuk Gin.
“ gin?” heran Henzie. Gin tidak menjawab, namun semakin mempersempit jarak antara wajah Henzie dengan dirinya.
__ADS_1
“ Gin, jika kita tak segera berangkat, kita akan telat.” ungkap Henzie mengalihkan wajahnya. Namun Gin menangkup wajah Henzie dan membuatnya menatap ke arah nya, dengan gerakan pasti Gin semakin memajukan bibir nya menempel dengan bibir Henzie , membuat pemilik bibir itu membulatkan matanya dengan sempurna, pasalnya ini kali pertama bibirnya bersentuhan dengan bibir orang lain. Bahkan oleh pria yang kini telah berstatus suaminya beberapa minggu yang lalu.
Suara bibir saling bekecapan memenuhi ruang makan yang awalnya sunyi, bibir Gin selalu menuntut bibir Henzie agar membalas apa yang di lakukannya. Dan secara naluri Henzie membalas apa yang di lakukan Gin. Hingga bibir mereka saling membasahi, bahkan lipstik yang telah di poleskan ke bibir Henzie mulai terhapus.
Tak puas hanya saling m******t \, Gin mengigit bibir Henzie agar membuka mulutnya dan saat mulut wanita itu terbuka dengan segera l***h panjang Gin masuk dan menelusuri setiap rongga yang ada di mulut Henzie \, merasakan manisnya mulut milik Henzie\, saling berbagi udara. Menuntun lidah Henzie yang bergerak gelisah\, karena ingin membalas apa yang dilakukan lidah Gin. Bahkan hanya dengan lidah dan bibir membuat pasangannya merasakan nikmat\, bagaimana dengan permainannya? Tak heran banyak wanita yang suka rela naik ke ranjang gin hanya untuk di puaskan.
Henzie menggenggam lengan Gin saat wanita itu mulai kehabisan oksigen. Gin mulai membuka matanya dan manik mata hazel Gin menatap lekat mata hitam Henzie yang kini tengah terengah- engah karena kehabisan oksigen.
“ ayo kita berangkat.” ungkap Gin saat ibu jari Gin menyapu bibir Henzie yang telah basah dan bengkak karena ulah nya.
__ADS_1
“ e.., ehm.” ungkap Henzie memegangi dadanya, untuk menormalkan deru nafasnya agar kembali normal.
---