The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
China


__ADS_3

“ kurasa hanya itu.” ucap Gin yang begitu mendengar Chan membutuhkannya untuk menentukan seseorang yang kotor atau tidak langsung datang ke negeri China.


Tak susah bagi Gin yang merupakan seorang psychology mengetahui seseorang berbohong atau jujur- dan kenyataannya- 90% orang di perusahaan Z merupakan orang yang pandai bersilat lidah.


“ sudah kuduga, bukan hanya sebagian namun hampir seluruh nya dari para pegawai yang memilik jabatan- itu kotor, mengingat mereka yang masih merupakan pegawai baru namun bisa dengan segera ke posisi mereka.” ungkap Chan tak percaya.


“ itu baru sebagian ayah mertua.” ucap Gin.


“ aku bukan lagi suamii Arie, kau tak usah memanggilku ayah mertua lagi.” ungkap Chan.


“ tapi lebih mudah untuk memanggilmu; ayah mertua, dari pada Giant. Oang tua itu menyebalkan.” geram Gin. Mndengarnya Chan hanya tertawa kecil.


“ ngomong- ngomong, apa maksudmu dengan sebagian?” tanya Chan.


“ anda baru memintaku untuk mencermati para pemegang jabatan, belum keseluruhan, kurasa aku akan membuat daftar orang- orang yang layak menempati posisi jabatan untuk menggantikan para pemegang jabatan yang naik jabatan dengan cara kotor.” ungkap Gin.


“ kalau begitu, mereka akan di cap juga naik jabatan karena menyogok.” ungkap Chan.


“ ap anda tahu, bagaimana cara Giant mendapatkan para pegawai yang jujur dan berdedikasi?” tanya Gin- tiba- tiba.

__ADS_1


“ hem? Entahlah? Dengan ancaman mungkin?” tanya Chan mengendikkan bahunya.


“ jika ia mengancam, itu hanya membuat para pegawainya menunduk karena ketakutan, bukan hal yang tidak mungkin jika ia di tusuk dari belakang suatu hari nanti. Namun selama menjabat- menggantikan Giant, aku mendapati, jika banyak pegawai yang masih mencari tahu keberadaan Giant, mereka bahkan tampak berkabung ketika mengetahui awal aku menggantikan pria tua itu.” ucap Gin.


“ lalu?” heran Chan.


“ ia membangun sebuah rumah sakit amal, satu kompleks.” ungkap Gin.


“ maksudnya?” heran Chan.


“ ya, ia membangun rumah sakit, lengkap dengan IGD juga UGD, bukan hanya rumah sakit namun juga panti asuhan guna untuk menampung anak- anak yang di lahirkan namun orang tuanya tiada di rumah sakit tersebut atau yang di temukan Giant, ada juga sekolah meski cuma sampai sekolah menengah pertama. Setelah dari sekolah menengah pertama, kebanyakan anak yang berbakat akan di sekolahkan di luar kompleks, bahkan Giant akan memberi beasiswa ke luar negeri.” ungkap Gin.


“ benarkah? mafia itu?” ucap Chan tak percaya.


“ jadi dari sana, ia mendapatkan pekerja yang berdedikasi tinggi?” tanya Chan.


“ tepat, memang hampir sebagian para anak yang telah di sekolahkan akan bekerja di perusahaan Giant, meski sebagian lagi memilih bekerja di perusahaan lain, namun Giant tak mempermasalahkannya.” ungkap Gin.


“ lalu apa aku harus mulai dari sana?” tanya Chan.

__ADS_1


“ bisa di bilang begitu, mungkin butuh waktu, tapi aku rasa itu adalah cara yang tepat, aku akan meminta istri ku mendesign satu kompleks rumah sakit.” ungkap Gin.


“ sementara itu soal para pejabat kotor itu serahkan saja padaku. Sisanya tinggal menilai sendiri pegawi yang berdedikasi, biar aku sendiri yang akan mengawasi mereka.” ungkap Gin.


‘ mengingat mereka yang begitu menghormati tahayul jaman dulu, kurasa aku bisa meminta mereka bersumpah untuk mendedikasikan hidupnya untuk perusahaan ini. Aku rasa yang sudah sedari awal kotor , mereka akan takut mengatakan sumpah itu.’ batin Gin.


***


“ Gin, kangen.” ucap Zena memeluk suami nya begitu tiba di China.


“ ia bahkan belum ada satu hari sampai di china, dan kau sudah merindukannya.” ungkap Chan.


“ biarkan saja, papa. Semenjak hamil ia memang suka merajuk, ketika aku tinggal.” ucap Gin mengelus punggung istrinya dengan sayang.


“ harusnya kau mengatakannya, jika tahu- aku takkan meminta kau untuk kemari.” ucap Chan.


“ tapi Zena juga yang memintaku untuk menemui mu.” ucap Gin tertawa.


“ ngomong- ngomong, dari Zena ke Jepang hingga ketahuan hamil itu sekitar 1 bulan- kan? Harusnya kandungan Zena sekitar 4 minggu, tapi kenapa perutnya sudah sebesar ini?” tanya Chan mengelus perut Zena.

__ADS_1


“ iya, tapi ada kemungkinan jika anak yang di kandung Zena adalah kembar, papa. Saat memeriksanya dokter mengatakan ada dua kantung rahim yang berkembang.” ucap Gin mengelus pundak istrinya.


“ Henzie?” sapa seseorang yang tampak mengenal Zena.


__ADS_2