
Setelahnya para keluarga Nanao datang ke Mansion Gin dan langsung berhambur memeluk Henzie.
“ honey, kami sungguh mengkhawatirkanmu.” ucap Arabella memeluk Henzie.
“ iya maafkan aku, Mom.” ucap henzie.
“ oh, my daughter, I so miss you.” ungkap Ben ayah Gin mencium pipi Henzie.
“ I miss you to dad.” ucap Henzie tersenyum.
“ aku berasa di cium hot daddy.” canda Henzie setelah Ben menciumnya. tak heran di usianya yang mengnjak 50 tahun, keenam otot Ben masih tercetak di perutnya.
“ I miss you to Son.” ungkap Ben mencium Gin.
“ iuh, pipiku ternodai ciuman pria.” ucap Gin mengelus pipinya.
“ Henzie, my grand daughter.” ucap Lee mencium pipi sebelah Henzie.
“ cukup grandpa aku sudah dewasa.” ucap Gin ketika Lee hendak mencium Gin. Sekarang ia sedang menutupi kedua pipinya dengan tangannya.
“ oh, sampai kapanpun kau tetap cucu kecil ku.” ungkap Lee tertawa.
“ lagi pula umurmu belum ada setengah umurku.” lanjut Gin.
“ tentu saja, aku ini cucu mu. Mana bisa umurku hingga setengahmu?” ucap gin kesal. Yang hanya di balas tawa oleh seluruh keluarga.
__ADS_1
****
Setelah tahu Zena telah menemukan keluarganya, keluarga Lie a menemui keluarga Nanao.
“ oh, syukurlah kau akhirnya menemukan keluargamu, sungguh suatu kebetulan karena rekan bisnis kita adalah kolegamu.” ungkap mama Lie A.
“ Xie Xie, Mama.” ucap Henzie pada mama Lie A.
“Syukurlah, akhirnya ingatanmu kembali.” ucap Zen merangkul pundak Henzie.
“ ya, terima kasih karena sudah menjagaku.” ucap Henzie.
“ kami dari keluarga Nanao mengucapkan banyak terima kasih telah menjaga Henzie, menantu kami. Sebutkan saja berapa banyak biaya yang kalian keluarkan untuk menjaga Henzie, kami pasti menggantinya.” ucap Lee.
“ atau mungkin Henzie memang anak kalian yang hilang.” celetuk Arabella, yang membuat semua orang menantapnya.
“ Apa? Apa aku melakukan kesalahan?” ucap Arabella binggung.
“ yang di katakan ibuku benar, Henzie di temukan di tahun yang sama dengan hilang nya anak perempuan kalian karena perampokan.” ucap Gin menerka- nerka.
“ dan kalau di lihat lagi Henzie juga mirip dengan Zen juga Mama Lie A.” ucap Riu menimpali.
“ jangan- jangan kau ini memang saudariku?” ucap Zen menebak.
__ADS_1
Henzie terdiam, begitu banyak informasi yang masuk dalam satu hari membuatnya tak tahu harus berkomentar apa. Baru saja ia mengetahui fakta suami yang dicintai ternyata juga mencintainya, juga beberapa sifat suaminya yang baru di ketahui hari ini, dan sekarang ia masih harus menerima fakta ternyata keluarganya sedekat ini. Keluarga yang menemukannya ternyata adalah keluarga kandungnya.
“ ak..., aku.. aku memiliki keluarga?” ucap Hezie dengan suara bergetar.
“ anakku?” ucap Mama Lie A lirih.
“ untuk lebih pastinya bagaimana jika kalian melakukan uji DNA.” ucap Ben.
Setelah mendengar pernyataan Ben, semua keluarga Nanao juga Lie A langsung menuju lab dari orang tua Riu untuk langsung mengecek DNA dari Henzie.
“ bagaimana?” tanya Mama Lie a.
“selamat Nyonya, 99,99% menyatakan jika Henzie adalah anak anda.” ungkap Ben juga Riku- kakak dari Riu juga Rick.
“ anakku.” ucap Mama Lie a memeluk Henzie.
“ mama.” lirih Henzie membalas pelukan Mama Lie a.
“ aku turut senang mendengar ini, Henzie..., ah maksudku Zen a.” ucap Gin.
“ Gin.” ucap Zena lirih.
Wanita ini tersenyum meski tampak air mata tak kunjung berhenti keluar dari mata indahnya.
0o0
__ADS_1
Hai! hai! hai!
author mau minta maaf karena baru bisa up sekarang sekalian minta kalian untuk jangan lupa ninggalin jejak ya ^_^