Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
106. Hukuman


__ADS_3

EL langsung menoleh menatap saudaranya, “kau curang AL! aku yang akan menikah lebih dulu” protes EL.


Kini pandangan semua orang disana beralih pada EL, “kenapa harus kau yang menikah lebih dulu?” tanya Al heran.


“Karena aku sudah menghamili Olivia” Ucap El lantang tanpa jeda sedikitpun.


“APA?!” pekik mommy Ara dan AL tidak percaya.


Beralih dari EL semua kini menatap kearah olivia. “Apa benar itu olivia?” tanya mommy ara serius.


Kepala olivia dengan cepat menggeleng dan tangannya juga memberi isyarat kata tidak, “gak benar tan itu sama sekali tidak benar, kami belum pernah sekalipun tidur bersama” bantah Olivia.


“EL kau berbohong pada mommy?” seru mommy Ara marah.


“EL tidak bohong! Olivia takut mommy akan menolak anak kami, El ada buktinya” pria itu dengan cepat mengeluarkan ponsel dan memberikan foto dia dan olivia sedang tidur di dalam satu selimut berdua saja.


“DANIEL! Berani- beraninya kamu menghamili anak orang sebelum menikah!” mommy Ara kembai murka dan melayangkan rotan di tangannya pada EL, untung saja pria itu sudah berlari menghindar dari serangan mommy Ara.


“Ampun mom! EL akan bertanggung jawab mom!” teriak EL.


“Harus! Kamu harus tanggung jawab 3 hari lagi kamu nikah sama Olivia!” teriak mommy Ara.


“Beres mom! Besok juga EL bersedia!” teriak EL penuh semangat.


“Al juga mau dirayakan mom!” teriak Al tidak terima dengan keputusan mommy Ara.


Ara berhenti berlari mengejar EL, dia menatap EL lalu Al bergantian, “KESINI KALIAN BERDUA JIKA MAU CEPAT MOMMY NIKAHKAN!” teriak mommy Ara.


Tanpa menunggu dalam waktu 3 detik kedua saudara kembar itu duduk bersujud dihadapan Ara.


“Angkat tangan kalian!” perintah mommy Ara.


Keduanya serentak mengangkat tangannya.


“Jadi kalian ingin menikah cepat?” tanya mommy Ara lagi.


“Iya” jawab Al dan EL bersamaan.

__ADS_1


Ara memijat keningnya pusing dengan kelakuan kedua putra kembarnya, putrinya juga menikah terlalu cepat seperti dia yang menikah di usia muda, dua putranya juga menikah dengan cepat.


“daddy, urus keduanya cepat, dan kalian berdua tidak bisa bertemu dengan kekasih kalian dalam waktu 3 hari” putus mommy Ara.


“Gak bisa mom!” protes AL dan EL bersamaan.


“Mau nikah gak!” amuk mommy ara.


“mau!” jawab AL dan EL lagi lagi serentak.


“Ikuti peraturan mommy!” ancam mommy ara.


“tapi al sudah menikah mom” bantah Al dengan senyum jenaka.


Mommy ara menatap Al dengan mata memicing, “tidak sah! Mommy dan daddy masih hidup, jadi pernikahan kamu tidak sah, kalian akan mommy nikahkan bersama 3 hari lagi”


“EL gak terima mom” protes EL.


“al juga gak terima” ujar al ikutan protes.


Al dan EL hanya bisa tertunduk lesu menerima keputusan mommy Ara, kedua orang itu pergi keluar menuju apartemen milik Al atas perintah mommy Ara.


...🙊🙊🙊🙊🙊...


Olivia terlihat canggung duduk bersama ay dan Aurora di sofa ruang keluarga tanpa kehadiran El disisinya. Dia gadis introvert dan sekarang harus berhadapan dengan calon mertua apa lagi karena kesalahpahaman yang disebabkan oleh EL, Olivia jadi semakin takut mommy ara akan menganggapnya wanita tidak benar karena mau menyerahkan tubuh pada EL padahal belum menikah.


“Olivia boleh mommy minta satu hal padamu?” tanya mommy Ara.


Olivia sedikit terkejut dan memandang Ara dengan wajah ketakutan.


“jangan pisahkan kami” batin olivia. Dia takut mommy ara akan meminta mereka berdua berpisah.


Sejak pernyataan bohong yang dilontarkan oleh EL tadi olivia sudah takut. Takut ditolak oleh kedua orang tua EL.


“Jangan ketakutan gitu, mommy bukan meminta kalian berdua berpisah, mommy Cuma minta kamu ganti tempat kerja, kalau perlu kerja di universitas yang ditangani oleh daddy Deon” ucap mommy Ara.


Olivia baru bisa bernafas lega begitu mendengar permintaan mommy ara.

__ADS_1


Wanita tiga anak itu melihat kegelisahan dan ketakutan pada mata Olivia, dia tau Olivia adalah gadis yang rapuh. “Olivia, Aurora kemarilah” mommy ara merentangkan kedua tangannya pada dua orang calon menantu yang akan menikah dengan kedua putranya.


Aurora lebih dulu duduk di sebelah kanan mommy Ara dan disambut Ara dengan pelukan.


“ayo sana kak, mommy gak menyeramkan kok” bisik Ay sambil mendorong Olivia untuk berjalan mendekat ke arah mommy ara.


Perlahan Olivia duduk di sebelah kiri mommy Ara.


Setelah olivia dan Aurora berada di kiri dan kanan dirinya, mommy ara memeluk kedua menantunya itu dengan sayang.


“Maaf ya, kedua putra mommy memaksa kalian menikah begitu cepat, mommy tau kalian masih belum siap, tapi percayalah mereka berdua tidak akan pernah mengubah keputusan mereka selamanya al dan El akan terus mencintai pasangan mereka, jangan pernah ragukan itu” ucap mommy ara lembut.


“Hiks hiks maaf tan, olivia tidak hamil” tanpa sadar Olivia mulai menangis terisak kecil.


Mommy ara tersenyum dan mengusap wajah calon menantu yang baru dia temui, “Kenapa nangis gitu, mommy tau kok kamu belum pernah melakukannya dengan El” kekeh mommy ara.


“Ta-tapi ta-tadi” ucap Olivia di sela isakkannya.


“Biar kalian berdua cepat menikah, mommy gak mau anak mommy yang satu itu di bilang gay karena tidak pernah terlihat berdekatan dengan perempuan” kata mommy ara dengan lembut. “udah jangan nangis, nanti mommy dikira nyiksa calon mantu mommy yang cantik ini” lanjut mommy ara.


“Kakak dan au mau nikah yang seperti apa?” celetuk Ay agar suasana di sana tidak canggung.


“Yang biasa aja, mengundang teman terdekat dan keluarga apa boleh mom?” tanya Aurora sedikit takut.


“Hmmm kalau Olivia?” mommy beralih menatap Olivia.


“Sama, yang sederhana saja” jawab Olivia.


Mommy ara menghela nafas panjang, “kenapa anak mommy gak ada yang mau nikah kayak putri raja gitu, ini juga sekalian memperkenalkan para putra mahkota dari Deon keluarga terpandang di Asia” keluh Mommy Ara.


“emangnya mommy udah bolehkan abang al dan abang El untuk go public tentang jati diri mereka?” sindir Ay.


“memang susah tapi itu harus, tidak bisa selamanya kita membungkam mulut orang-orang tentang siapa putra dari keluarga Allinsky, kalian juga sudah besar dan sudah mempunyai kekuatan untuk melindungi orang sekitar kalian, kalau masih ada yang mengganggu menantu mommy selalu siap menjadi benteng perlindungan kan?” mommy ara menatap brian yang sejak tadi diam mendengar pembicaraan para perempuan.


Brian melihat Ay, Olivia lalu mommy ara, “brian selalu siap sedia melindungi semuanya mom” ucap Brian.


...🙉🙉🙉🙉🙉...

__ADS_1


__ADS_2