
“Kita harus cari kemana lagi?” lirih AL, dia melihat adiknya EL yang sudah mulai pucat. Kedua orang itu masih terus mencari di sekitar sekolah, karena mereka tidak tau harus mencari di mana adik kembar mereka. Harapan keduanya menemukan ay disekolah telah pupus.
‘ teng teng teng’ Bell pulang sekolah sudah berbunyi. EL memegangi kepalanya yang sekarang semakin terasa sakit. Memikirkan Ay yang hilang karena ulahnya membuat pria itu cemas dan takut, dia takut terjadi hal mengerikan pada adiknya. El memijat kepalanya yang tambah berdenyut.
‘puk puk’ Al menepuk pelan punggung EL, “Tenang saja, aku yakin Ay, baik-baik saja, kamu tau kan ay sudah di ajarkan bela diri, jadi dia cukup bisa melindungi dirinya” Ketiga anak Deon memang di ajarkan beladiri dari umur mereka yang menginjak 3 tahun, bahkan ketiganya mampu menggunakan senjata api.
“Seharusnya gue gak pernah berpikir ingin kuliah di jogja, dedek gak akan hilang seperti ini” gumam EL.
“Kuliahlah di sana, aku yang akan di sini bersama Ay” ucap AL dengan tulus.
“tapi, bukannya abang juga_”
“Aku hanya suka bermain-main, kau tau sendiri aku seperti apa, bagiku, cukup ada tempat dimana aku bisa menggoda gadis cantik sebanyak mungkin, tidak perlu kuliah jauh-jauh” Al sebenarnya juga ingin merantau di tempat yang jauh, tapi melihat reaksi Ay yang seperti sekarang, Al akhirnya memilih mengalah, dia abang tertua, dia harus bisa bersikap dewasa dari pada kedua adiknya.
‘puk’ Sekali lagi Al menepuk punggung El, “Ayo kita mengaku pada Daddy” ucap Al akhirnya, dia sudah menyerah mencari Ay di sekitar sekolah, dia yakin ay tidak ada di sana, dan hanya Daddy nya yang mampu menemukan ay.
.
“AL!” teriakan seseorang menghentikan Langkah kaki Al dan EL, keduanya berbalik dan sama-sama mengernyitkan kening.
“Kita tidak ada waktu al” gumam El pada abangnya itu.
“Sebentar saja” balas Al sambil menepuk bahu saudaranya itu.
__ADS_1
Alin datang mendekati AL, “Al, bis akita bicara berdua aja sebentar” pinta Wanita yang tadi memanggil alin, Dia menatap El karena terganggu dengan pandangan menusuk EL.
“katakan disini saja, aku sedang ada urusan mendesak, jika tidak mau ya sudah aku akan pergi sekarang” ujar el cepat.
Alin melihat wajah cemas El dan Al, tangannya terangkat untuk memegang wajak Al tapi langsung ditepis Al, "katakan sekarang atau aku pergi!’ desak AL.
“Aku ingin kita balikan” ucap Alin, dia sama sekali tidak tersinggung dengan tepisan tangan dari Al.
Al menghela nafas Panjang, dia kira Alin ada urusan penting memanggilnya, ternyata hanya urusan itu, tidak jauh dengan al yang menghela nafas Panjang EL juga menghela nafas Panjang dan berdecak kesal.
“kau tau sendiri prinsipku, tidak akan pernah balikan dengan Wanita yang sudah pernah aku pacari, jadi bye-bye” usir AL, dia dan El langsung berjalan cepat menaiki motor yang tadi Al gunakan untuk datang ke sekolah.
“AL! kau harusnya menerimaku! Kamu hanya orang miskin yang tidak mempunyai uang! Jangan sok belagu! Kamu hanya modal tampang!” teriak Alin dengan kesal dia memang putus dari Al karena pria itu tidak pernah mau membayarkan makanan Alin, dan Al tidak pernah mengeluarkan uang sedikitpun untuk alin, Al memang sengaja melakukannya dia sengaja membuat Alin kesal dan berpura-pura miskin di hadapan Alin.
Al berdecak kesal, “biar saja aku tidak peduli” jawab Al, dia mulai menyalakan motornya menuju Gedung dimana daddy nya bekerja.
Sementara gadis Bernama alin itu masih memaki maki al yang pergi begitu saja.
...⚽⚽⚽⚽⚽...
Kedua pria berwajah sama itu sampai di Gedung besar milik Deon.
“masker AL!” teriak El, dia mengambil masker yang biasa dia simpan di dalam tas dan melemparkan pada AL.
__ADS_1
Al menangkap masker tanpa kesusahan.
Kedua pria itu memakai masker dan mencabut nama mereka, tidak hanya itu Al dan El juga menggunakan topi agar wajah keduanya semakin sulit untuk di ketahui.
Setelah bersiap, Al dan El mulai masuk kedalam Gedung itu, keduanya berjalan cepat menuju lift direktur. Beberapa orang melirik keduanya dengan pandangan curiga, tapi saat Lift itu terbuka, mereka akhirnya sadar yang datang adalah anak-anak dari pemilik perusahaan.
Kenapa mereka bisa tau? Itu karena system Lift yang ada, lift itu hanya bisa dibuka dengan scan jari tangan pemilik, dan anak-anaknya, serta asisten pribadi deon dan anak-anaknya.
‘Ting’ lift terbuka pada lantai paling atas perusahaan itu, AL melihat kiri dan kanan, tidak ada siapapun, keduanya lalu keluar dari lift dan menuju tempat sekretaris berada.
Dua orang sekretaris cantik yang ada disana langsung tegak dan menunduk hormat, mereka memang tidak tau wajah Al dan El karena keduanya datang selalu mengenakan masker dan topi, tapi kedua sekretaris cantik itu hapal dengan postur badan kedua pria muda itu, jadi begitu al dan el menghampirinya, kedua sekretaris itu langsung menunduk hormat.
“Daddy mana?” ujar Al terdengar terburu-buru.
“Tuan besar sedang ada meeting di luar, apa ada yang bisa kami bantu tuan muda?” tanaya salah seorang sekretaris.
Al lagi-lagi menghela nafas Panjang, “berapa lama daddy meeting? Atau dia baru saja pergi?” tanya Al lagu.
“Tuan besar baru saja pergi, dan sekitar 1 setengah jam lagi baru tuan besar pulang, apa ada urusan mendesak tuan muda? Apa saya harus menelpon tuan Botak?” ujar sekretaris itu dengan sopan.
“tidak! Tidak usah, kami berdua akan menunggu di dalam, jangan kasih tau daddy” tolak Al cepat, dia tidak mau daddy deon semakin mengamuk pada mereka.
Al dan El langsung masuk begitu kedua sekretaris itu membukakan pintu untuk mereka. Begitu keduanya sampai di dalam al dan el langsung membuka masker dan topi mereka, keduanya duduk di sofa dan menunggu Deon untuk datang.
__ADS_1
...🏐🏐🏐🏐🏐...