Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
55. Salah Paham


__ADS_3

“Berpacaran denganku” ucapan El.


Olivia menatap El dengan tidak percaya, apakah El begitu inginnya memenangkan taruhan yang dia lakukan dengan teman-temannya.


“berpacaran setelah itu tidur denganku bukan?” sindir olivia dengan mata yang mulai memerah.


El kembali mengernyit bingung dia memang mengajak berpacaran apa di mata olivia yang terbiasa tinggal di luar negri berpacaran artinya tidur bersama? El semakin bingung dengan apa yang dia pikirkan.


“aku gak nyangka ada murid seperti dirimu pendiam tapi ternyata piktor” Maki Olivia.


“Aku mengajak berpacaran bukan mengajak tidur bersama, bukankah kita sering berciuman?” jelas EL.


Olivia semakin menatap marah pada El, “apakah kamu segitu inginnya menang taruhan dan menjadikanku mainanmu?” bentak olivia, akhirnya gadis itu mengatakan semuanya, semua yang dia dengar di kampus, padahal sebenarnya yang mengatakan kebohongan itu adalah AL, pria itu asal bicara dan tidak tau ucapan asalnya akan menjadi masalah buat adik kembarnya.


“kakak bicara apa? Taruhan apa?” tanya EL beruntun.


“Jangan mengelak EL, aku mendengar semuanya hari itu kamu bertaruh dengan teman-temanmu untuk mendapatkanku dan tidur denganku, aku mendengarnya! Apakah tidak cukup menciumku saja?! Apa aku harus tidur denganmu?!” bentak olivia.


EL memijat kepalanya mendengar informasi yang tidak pernah dia lakukan itu. “Maksudnya apa ?? aku belum pernah taruhan apapun dengan teman-temanku , aku memang pernah dengar mereka bicara tentang taruhan tapi aku tidak tau taruhan apa, bukan aku yang mengatakan itu, mereka yang mengatakannya” jawab El tidak terima di salahkan.


“memang teman-temanmu yang memulai taruhan itu tapi kau menerimanya! Itu sudah cukup buatku membuktikan dirimu hanya memanfaatkanku” sindir Olivia.


“Aku tidak pernah bertaruh ataupun menerima taruhan apapun, emang kapan aku melakukan itu?” tanya El, kepalanya kini berdenyut nyeri.


“hahahhaha jangan mengelak! Kamu tau ada perumpamaan yang mengatakan dinding juga punya telinga, aku tau kamu juga hanya mempermainkanku, aku mendengar semuanya el, hari dimana kamu mempermalukan seniormu, hari dimana sikapmu berubah setelah menerima taruhan itu sikapmu kembali menjadi baik, kau pikir aku semudah itu dipermainkan?” ungkap Olivia.


El memijat kepalanya sambil memejamkan mata, memutar kembali memorinya yang sudah lama, “Ahhh” hela nafas pajang El terdengar, dia akhirnya mengingat tentang Al yang menggantikan dirinya saat dia sakit, dan dia tidak tau apa saja yang telah saudara kembarnya itu lakukan.


“Itu bukan aku” ucap El.

__ADS_1


Olivia kembali tertawa sinis, “aku tidak percaya kau mengaku punya kepribadian?? Selama ini aku tidak pernah melihat dirimu yang bertukar kepribadian” tantang Olivia.


“Hah?!” El semakin pusing dengan ucapan Olivia, bertukar kepribadian? Emang dia DID? “apa saja yang abang gila itu perbuat!” batin El kesal.


Olivia berdiri dan menatap El yang masih duduk sambil memijat kepalanya. “Sekarang pergi dari sini, aku sudah mengetahui semua rencanamu” usir olivia sekali lagi.


Saat Olivia mau berbalik berjalan menuju pintu, El langsung menahan tangan Olivia hingga membuat gadis itu terjatuh kedalam pelukannya.


“Itu bukan aku, percayalah, itu saudara kembarku, kami kembar identik dan saudaraku sering berpura-pura menjadi diriku untuk membuat lelucon, aku bahkan tidak tau apa yang dia lakukan, aku mohon percayalah” el berusaha menjelaskan pada Olivia tapi gadis itu tetap tidak mau mendengarkan penjelasan El.


“Gak! Banyak pria sepertimu yang hanya memanfaatkan wanita! Aku membenci pria sepertimu!” ujar olivia dengan lantang, dia berusaha tegak dari pangkuan El berusaha melepaskan pelukan EL, agar terlepas. Tapi tenaganya kalah dengan tenaga EL.


“Tapi aku mencintaimu kak, tidak bisakah kau percaya padaku dengan merasakan bagaimana kita berciuman beberapa kali, kau pasti tau bagaimana perasaanku” lirih El.


Olivia diam dan membuang pandangannya kesamping tidak mau menatap EL, bohong jika dia tidak merasakan perasaan itu, tapi kenyataan bahwa El membuatnya menjadi bahan taruhan membuat gadis itu tidak mau percaya begitu saja.


El mengambil ponselnya dan melakukan video call pada pembuat masalah, dalang atas semua kemarahan Olivia.


“Tidak akan sampai kau percaya padaku” kata El ketus.


Olivia menatap bingung pada panggilan video yang sedang dilakukan El, mata wanita itu melotot saat melihat wajah yang sama ada di layar ponsel, Cuma bedanya pria itu sedang berbaring di tempat tidur.


“Ada apa sih EL?” keluh Al saat dia mengangkat panggilan video dari El.


“Apa yang telah kau lakukan? Membuat taruhan?!” maki EL kesal.


“HAH?! Aku sedang tidur, habis mengantar kekasihku ke kantornya, apa lagi coba?” AL yang masih belum mengerti ucapan El malah menjawab pertanyaan itu seperti apa yang sdang dia alami.


El menghela nafas panjang dan memejamkan mata berusaha meredam emosi, dari saudara kembar yang selalu membuatnya dalam masalah itu.

__ADS_1


“Ingat lagi saat kau menggantikan diriku ke kampus! Ceritakan semuanya pada dia” El mengarahkan panggilan video itu pada olivia. Dan hal itu membuat El langsung duduk di tempat tidurnya.


“Siapa ini? Bukan kah kakak cantik yang tinggal di depan apartemen El?” goda Al.


“AL! KATAKAN SEMUANYA!” pekik El kesal, jelas kesal saudaranya itu suka sekali menggoda wanita cantik, wajar jika Aurora sulit percaya padanya.


“Aku jelaskan apa coba? Kakak cantik kok bisa bersama EL? Wahhh duduk dekatan lagi” Al tidak melihat Olivia duduk di pangkuan EL, tapi dia tau mereka duduk berdekatan.


“Berhenti bercanda al! Katakan semua cerita yang kau lakukan saat menggantikan diriku!” bentak EL.


“Ya ampun jantung gue copot dengar suara teriakanmu EL, aku menggantikanmu ke kampus karena kamu sakit, lalu aku mempermalukan kakak seniormu, sudah itu saja” ucap Al dengan wajah biasa.


“kau membuat taruhan al!”


“taruhan?” Al terlihat berpikir sebentar lalu dia menepuk jidatnya sendiri.


“Jangan bilang kakak cantik adalah dosen alexa yang di bicarakan anak-anak itu?”


“Namaku Alexa Olivia Jonshon” Suara olivia akhirnya terdengar.


Tampak wajah AL yang syok dan pria itu memukul berkali-kali mulutnya.


“maaf kak, aku sudah bercanda membuat taruhan, aku hanya berucap asal waktu itu, tapi tunggu dulu, kenapa El harus marah dengan apa yang aku lakukan?” Al mulai curiga dengan kemarahan saudara kembarnya itu.


“nanti saja itu, katakan jika itu kau yang membuat taruhan bukan aku!” maki El dengan emosi.


“Itu memang aku, Cuma bercanda bro, hahhaha__” EL langsung mematikan panggilan video itu begitu saja tanpa mendengar kelanjutan ucapan AL.


Olivia menatap El yang menyandarkan tubuhnya ke sofa dan sebelah tangan yang tadi memegang ponsel kini memijat kepalanya sementara itu sebelah lagi masih setia memegang pinggang Olivia.

__ADS_1


“dia memang anak yang gila dan sok menjadi casanova, dia sering menyamar menjadiku dan menerima berpacaran dengan seorang gadis atas namaku, hingga membuat ku kesulitan melepaskan wanita itu, Al juga sering menggunakan namaku untuk membuat keonaran” gumam EL, dia masih setia memegang pinggang olivia untuk tetap duduk di pangkuannya.


...🙊🙊🙊🙊🙊...


__ADS_2