Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
40. Al pergi


__ADS_3

Al mengejar Aurora yang berjalan cepat menuju pintu lift, tangan gadis itu langsung ditahan Al begitu sampai di dalam lift.


"Aku bukan marah karena tidak mau menjemput mu! tapi aku marah pada pria yang berada di sampingmu!" bentak Al kesal, dia menyampaikan ketidaksukaannya pada Aurora.


"Kenapa? kenapa kamu marah?!" Aurora tidak kalah emosi dengan Al. “kita tidak ada hubungan AL, kita hanya teman, apa salah aku berbicara dengan senior yang sudah lama tidak bertemu? Perlukah kamu bersikap posesif padaku?” sambung Aurora lagi.


“Hubungan, apa kita sekarang tidak memiliki hubungan spesial?” tanya balik Al. “Sudah aku bilang berikan aku waktu AL! biarkan aku berpikir”.


“berpikir apalagi? Aku harus seperti apa untuk menunjukkan rasa sukaku padamu! Udah berapa kali aku bilang! Aku suka kamu tapi kenapa kamu tidak pernah percaya, kamu meminta waktu, tapi kamu tersenyum dengan pria lain, aku sakit melihat itu!” bentak Al.


“Al! kalau kamu cinta kamu gak bakal ngelirik wanita lain! Cukup al, cukup mempermainkan hidup aku! kita beda kasta, kita juga bagai langit dan bumi, minyak dan air yang tidak akan pernah bisa menyatu” balas Aurora.


Al menggelengkan kepalanya, “Dengarin aku, aku gak bisa lepas dari kamu, kamu masuk ke dalam kehidupan ku dan menghancurkan segala planning yang sudah aku buat! Aku sudah tidak bisa lepas dari mu, aku tidak bisa melepaskan kamu” pekik Al frustasi.


Aurora mendorong badan al dengan keras begitu pintu lift terbuka, dia berlari menuju apartemen.


“Aurora! Kita belum selesai bicara” teriak al begitu sampai di apartemennya.


“apa lagi al! apa aku perlu pergi dari sini agar kamu berhenti memaksaku al?” Aurora menatap kedua mata AL.


“Gak! Jangan pernah berpikir untuk pergi dariku!” ujar al dengan suara lantang.


Aurora berbalik dan bersiap memasukkan bajunya kedalam tas.


“berhenti AURORA! Aku yang akan pergi, kamu tetap disini, ini sudah malam, pikirkan lagi apa yang aku ucapkan, keluargaku tidak akan sejahat itu padamu, kami tidak pernah melihat orang dari statusnya tapi dari hatinya” Al berbalik keluar dari kamar aurora. “Aurora ingat jangan berani keluar dari apartemen ini, jika berani aku akan mengurung mu selamanya disini, aku tidak main-main dengan ucapan ku, aku akan pergi membiarkanmu berpikir” ucap al,dia lalu mengambil dompet dan jaket di dalam kamarnya.


Al benar-benar meninggalkan Aurora sendiri di apartemen itu, dia pergi ke bandara dan menyuruh pilot pribadi untuk membawanya menuju apartemen adiknya EL.


Sementara adiknya ay tidak tau sama sekali tentang kepergian Al.


...🐺🐺🐺🐺🐺...


Sekitar satu jam perjalanan Al sampai di bandara, dirinya langsung diantar oleh supir pribadinya menuju apartemen El.


Bagi al mudah saja dia berpergian kemana mana, mempunyai daddy seorang milyader dan pengusaha terkenal membuat dia dapat melakukan apapun yang dia inginkan.


“Tuan muda kita sudah sampai” ucap pak supir pada Al yang sedang melamun.


“terima kasih pak” ucap al setelah dia turun dari mobil.


.


Al berjalan gontai memasuki apartemen EL. Sepertinya El sudah tidur, karena saat Al masuk tidak ada suara El menyapanya.

__ADS_1


Al langsung duduk di sofa ruang tamu, setelah itu menidurkan dirinya di sana.


Pagi harinya El sedikit terkejut saat melihat saudara kembarnya ada di sofa. Dia pikir dia sedang berhalusinasi karena El saat ini sedang sakit, badannya panas dan dia saja berjalan keluar kamar dengan sempoyongan.


“Al! AL!” panggil El berkali kali.


“Al!” panggil El sekali lagi.


Al baru membuka matanya ketika el memanggilnya untuk ketiga kali.


“Hmmm” gumam al.


“Ini benaran lo? Kok bisa ada di sini?” el memilih duduk di samping abang kembarnya itu karena sudah tidak tahan lagi dengan sakit kepala yang menderanya.


“Lo sakit El?” al langsung membuka mata dan memegang kening El. “panas, lo demam” ucap Al lagi.


“Iya gue demam, tapi gue harus kuliah hari ini” ujar El masih dengan mata terpejam.


“kenapa? Cuma MOS aja itu gak penting” ujar Al.


“Gue gak mau semakin di benci sama senior,dan dibilang penakut tidak berani datang karena mendapatkan hukuman” gumam EL.


“lo di hukum kemarin?” tanya Al lagi.


El mengangguk pelan.


“tapi al!”


“Udah mau tetap datang atau absen aja hari ini?” tantang al.


El menghela nafas panjang, “baiklah aku ikut saja” kata el pasrah.


...🐻🐻🐻🐻🐻...


Pagi-pagi sekali Al keluar dari apartemen El untuk membeli sarapan buat adik kembarnya yang sedang sakit, setelah itu dia berdandan seperti El lalu pergi ke kampus el.


'Ceklek' pintu apartemen Olivia terbuka, mata Al dan mata Olivia saling bertautan.


"Pa_"


“Al! kalau kamu cinta kamu gak bakal ngelirik wanita lain! Cukup al, cukup mempermainkan hidup aku! kita beda kasta, kita juga bagai langit dan bumi, minyak dan air yang tidak akan pernah bisa menyatu” ucapan Aurora kembali terngiang di pikirannya.


Al langsung berlalu pergi tanpa menyapa Olivia.

__ADS_1


.


"Daniel! kemari kamu!" teriak Bima si ketua mahasiswa.


Al bersorak senang pria itu memanggilnya padahal dia datang tidak telat.


"ya senior" jawab Al.


"Hukuman mu belum selesai, kau harus menjalani hukuman lagi" ucap Bima sok berkuasa.


"apa saya bisa melaporkan kepada dosen atau pihak yang bertanggung jawab bahwa telah terjadi pembully an di sini" tantang Al.


"Aku tidak membully aku hanya mengajarkan tata krama padamu!" bentak Bima.


"Sok berkuasa banget ni orang kalau adik gue dia pasti ngikuti aja, El tidak akan mau ambil pusing tapi beda dengan gue, akan gue beri pelajaran ni orang" batin Al.


"Kalau gitu saya tidak mau ambil mata kuliah tentang tata krama, dosennya aja gak benar" sindir Al.


Bima melotot melihat Al yang berani menjawabnya.


"Aku ketua di sini!" bentaknya.


"Iya terus kenapa? harus takut gitu? ogah, gue masuk sini karena prestasi gue, bukan karena bantuan lo, jadi ngapain gue harus menyembah lo" sindir Al.


"kamu berani sama ketua mahasiswa! mau saya buat hidupmu di sini tidak tenang?!" ancam Bima.


"Udah gak ada cara lain lagi buat gue takut? merasa terhina wajah gue lebih tampan dari lo, ohhh atau ada cewek yang lo suka tapi malah tertarik sama gue?" sindir Al.


Pupil mata Bima sedikit bergetar begitu Al menyindir nya dan Al tau itu, dia sudah tau apa penyebab adiknya dihukum berat dan senior itu benci padanya.


Mata Al melirik kearah lirikan Bima, di sana ada cewek yang lumayan cantik tapi entah kenapa Al lebih suka dengan Aurora.


"Apa kakak itu?" tunjuk Al pada senior yang tadinya dia perkirakan.


"Itu tidak benar sama sekali! aku lebih hebat dari kamu! siapa yang terhina! elak Bima.


Al tersenyum meremehkan, dia berjalan mendekati wanita yang dia tunjuk tadi.


" Hai kakak senior, kakak suka orang yang berkuasa dan suka menghukum orang seenaknya atau pria yang gentle dan baik hati?" Al sedikit mengedipkan matanya kearah wanita itu.


"gentle dan baik hati" jawab wanita itu dengan muka memerah.


Al berbalik menatap Bima yang sudah meremas tangannya karena dipermalukan oleh Al.

__ADS_1


"kalau gitu jangan pernah suka sama pria seperti ketua mahasiswa sekarang kak, dia sok berkuasa, suka seenaknya dan seperti anak kecil" ucap Al sambil melipat tangan di dadanya.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


__ADS_2