
EL keluar dari kamar mandi, dirinya sedikit terkejut begitu melihat Oliviat sedang duduk di kasurnya dengan kepala menunduk, Olivia masih belum sadar EL mendekati dirinya yang masih menundukkan kepala.
“Ehem” deham EL sambil melipat kedua tangan di dada.
Olivia mengangkat kepalanya ke atas, matanya sedikit melotot begitu melihat El yang berdiri di depannya dengan bertelanjang dada, Olivia bisa melihat betuk badan EL yang sixpack El sekarang hanya mengenakan handuk pada bagian bawah tubuhnya. Awalnya Olivia pikir El akan membawa baju nya dan langsung mengganti baju di kamar mandi, dia tidak menyangka EL keluar hanya mengenakan handuk dibawah badannya.
Olivia meneguk saliva nya, “Ah maaf gue keluar dulu”.
EL mengulum senyumnya melihat Olivia yang berlari keluar dari kamarnya.
.
Sekitar lima menit EL keluar sudah dengan pakaian lengkapnya pria itu langsung duduk di sofa dekat Olivia. “ada apa menungguku?” tanya EL.
Olivia menoleh menatap Al dengan mata sendu, “Maaf, tadi malam aku menjadikanmu pelampiasan terakhirku dengan Michel, aku memaksa mu melakukan dansa terakhir dan berciuman mengantikan Michel” lirih Olivia.
EL mencoba tersenyum tapi gagal, di wajahnya sekarang hanya nampak garis horizontal yang terbentuk dari senyuman yang gagal dipaksakan.
“Maafkan aku, EL” Air mata Olivia kini mulai menggenang karena rasa bersalah yang teramat sangat pada pria di depannya, demi Tuhan, ia tidak percaya tindakan kejamnya pada EL. Bagaimana mungkin Olivia dengan lancangnya memaksa EL untuk menggantikan posisi Michel di malam itu.
Pria itu menarik Olivia mendekat untuk memeluknya. “Tidak apa-apa, Kak, setelah aku pikirkan lagi aku tidak masalah dengan itu. Karena aku rela melakukan beberapa hal yang rela kulakuan untukmu. Manusia melakukan hal-hal gila ketika mereka jatuh cinta, bukan?”
Olivia mengangkat wajahnya, memandang EL dengan ekspresi tidak percaya. “Apa kau bilang?”
“Aku mencintaimu, Olivia, jika dengan itu akan membuatmu melupakannya aku rela melakukan dansa terakhir menggantikan dirinya” Pria itu segera mendengus dan menyeringai malu sesudah mengungkapkan kata-kata yang sudah lama tidak dia ungkapkan.
“EL, maafkan aku, aku masih memiliki dia di hatiku padahal kita sudah berpacaran, maafkan aku, tapi ketahuilah selama bertahun-tahun ini hanya kamu yang mampu masuk kedalam hatiku dan hampir menggeser namanya dari sini” Olivia menekan dadanya, tanpa terasa air mata gadis itu terjatuh.
“Kau tidak perlu mengatakan apapun sekarang, kecuali kau benar-benar tulus mengatakannya, dan berjanjilah jangan pernah mengorbankan dirimu seperti kemarin, katakana padaku semua masalahmu” bisik EL.
Olivia mengeratkan pelukannya pada tubuh EL, dia membisikkan kata maaf dan cinta berkali kali pada EL, mungkin karena mabuk dia menjadi sedikit kelewatan batas pada kekasihnya itu.
“Jadi bagaimana rencana tentang proposal penelitian itu?” tanya EL setelah melepaskan pelukan itu.
Olivia tertawa pelan sambil menghapus air mata yang tadi jatuh. “bagaimana ceritanya pak tua itu mau merelakan penelitianku?”
__ADS_1
EL tertawa, “dengan uang dan sedikit ancaman dia merelakan begitu saja semuanya” jawab EL.
Kedua orang itu mulai berbincang tentang penelitian dan hal-hal lainnya, menikmati waktu berdua yang sudah lama tidak mereka lalui karena terlalu sibuk dengan penelitian dan kuliah.
...🐰🐰🐰🐰🐰...
“Dan pemenang dari kompetisi ilmiah ini adalah Dr. Alexa Olivia Jonshon dimohon kepada Dr. Alexa untuk maju ke depan” ucap pembawa acara.
Olivia yang mendengar namanya sedikit terkejut, dia tidak menyangka sama sekali akan menang dalam karya ilmiah kali ini.
“EL, mereka memang memanggil namaku kan?” Olivia menatap El yang berdiri disebelahnya.
Pria tinggi itu tersenyum dan mengangguk, “cepat ke sana, setelah itu kita rayakan ini semua”.
“Kamu juga harus ikut, aku mengerjakannya bersamamu” Olivia menarik tangan EL dengan antusias, air matanya sudah jatuh begitu dia sampai di atas panggung bersama dengan EL.
.
Semua acara telah selesai, Olivia dan EL sedang berada di kamar hotel mereka, Lana tidak ikut lagi karena dia sudah mengundurkan diri dari penelitian itu, jadi hanya ada EL dan Olivia.
Gadis itu berkali kali menyentuh piagam penghargaan yang didapatnya.
“EL” panggil Olivia pelan.
“maukah kamu menemaniku ke paris?”
“paris? Kenapa?”
“Aku ingin memberikan piala ini untuk Michel, ini adalah persembahan terakhirku untuk Michel, apakah boleh?” tanya Olivia sedikit takut.
El memperhatikan raut wajah Olivia yang terlihat sendu, “Ini yang terakhir, setelah itu jangan memikirkan dia lagi janji?”
Olivia mengangguk cepat, “iya ini yang terakhir kalinya”
**
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, El memandangi ponselnya yangberisi pesan dari Brian adik iparnya. Brian meminta EL untuk pulang karena Ay mau merayakan acara baby shower.
“Ada apa EL?” tanya Olivia lembut.
“kakak mau menemaniku pulang dan bertemu dengan orang tuaku?”
__ADS_1
“Maaf EL, aku masih belum siap, kenapa kamu pulang?” Olivia menunduk menatap tangannya.
“Ay sedang hamil dan brian merayakan baby shower, apa kakak tidak bisa menemaniku?” EL sekali lagi mencoba peruntungannya.
“semua keluargamu akan datang?”
“iya”
“Apa orang tuamu bisa menerima aku? Umur_” EL langsung menutup mulut Olivia dengan mencium gadis itu.
“Umur lagi? Kenapa umur selalu menjadi masalah? Orang tuaku tidak sepicik itu, percayalah kak, mereka akan menerima hubungan kita” bujuk EL.
Olivia menunduk dan menautkan jari tangannya, “tolong berikan aku waktu, aku tidak siap menerima penolakan, tolong jangan paksa aku EL” lirih Olivia.
EL hanya bisa menghela nafas panjang, dia memeluk Olivia dan memberikan beberapa kecupan pada wajah gadis itu, “maaf aku terlalu memaksa, beberapa hari kedepan aku akan pulang, kamu tidak apa sendirian di sinikan?” tanya EL lembut.
Olivia menganggukkan kepalanya tanda setuju, “Tapi jangan lama ya” pinta Olivia.
“Akan aku usahakan” jawab EL, setelah itu Olivia membantu EL untuk bersiap berangkat.
.
“Bagaimana kabar hubunganmu dengan kakak cantik?” tanya Al saat perjalanan menuju rumah Ay.
“Ya begitu saja” balas EL acuh, dia sibuk mengirim pesan pada Olivia, mengingatkan wanita itu untuk makan dan beristirahat karena jika EL tidak ada Olivia akan menyibukkan dirinya dengan pekerjaan dan penelitian dan membuat gadis itu lupa akan waktu.
“belum ada kemajuan juga? Lo gak ada niat mau nikah?” seru al.
“Bukan urusan lo” jawab EL acuh.
“Bro! gak iri liat gue? Setelah ay melahirkan gue bakal nikah sama Aurora” AL mendekatkan Aurora pada tubuhnya dan mencium pipi gadis itu.
“Tunggu aja surat undangan dari gue” ucap EL acuh, dia segera keluar dari mobil begitu mobil berhenti di depan rumah Ay.
“Abang Al, Abang EL, Au” Suara pekikan Ay terdengar begitu melihat dua saudara kembar dan sahabatnya keluar dari mobil.
Ay seperti biasa langsung melompat dalam gendongan EL begitu bertemu dengan pria itu. “ay kangen abang” rengek Ay.
EL tersenyum dan mengangguk, “abang juga”
“Kok kakak cantik gak ikut?”
__ADS_1
“Kakak cantik lagi sibuk dia Cuma ngucapin selamat aja” bohong EL, dia tidak mau adiknya itu kecewa dengan penolakan Olivia.
...🐯🐯🐯🐯🐯...