Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
25. Curhatan Ara


__ADS_3

Al keluar dari kamarnya sedikit lebih lama, rambutnya basah memang tadi karena dia mengguyur kepalanya dengan air shower.


Pria itu langsung duduk di meja makan yang sudah tersedia makanan yang sudah dibuatkan oleh Aurora.


Hanya bunyi dentingan sendok yang dapat di dengar, karena Al makan tanpa suara dan tidak mengangkat wajahnya dari piring nasi goreng yang dibuat Aurora.


Sedangkan aurora, merasa takut, canggung dan merasa bersalah sudah menolak pria itu dengan sangat kasar, sebenarnya bukan maksud aurora menolak secara kasar, tapi Aurora tidak ingin benih yang mulai tumbuh di hatinya mulai berkembang, aurora ingin mencabut semua tunas yang mulai tumbuh dan berkembang menjadi perasaannya.


“Aku sudah siap, aku akan pulang sekarang, terima kasih untuk makan malamnya” ujar al tanpa menatap mata Aurora.


“Al_“ Aurora ingin memanggil al dan memberikan penjelasan, tapi ucapan gadis itu terhenti ketika al berbalik menghadapnya. Pria itu mengambil sebelah tangan Aurora, dan meletakkan kunci motor yang ddia gunakan di atas tangan yang tadi Al ambil.


“gunakan ini untuk keluar, aku mungkin tidak akan ke sini dalam beberapa hari, dan aku juga tidak membutuhkan motor, gunakan ini dan anggap sebagai permintaan maafku, telah meminta bayaran yang mahal darimu” ketus al, setelah itu pria itu langsung membanting pintu apartemen, meninggalkan Aurora yang terdiam.


Al selalu bersikap baik padanya walau sudah berkali-kali Aurora tolak, Al akan bersikap seperti permintaan Aurora, dan setiap dia kelepasan, al akan kembali normal seperti sedia kala, ap aitu yang dinamakan playboy? Dia mampu mengendalikan ekspresi dan suasana hatinya kapanpun dia mau.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


El asik membaca buku di dalam kamarnya, tanpa pria itu sadar Ara masuk dan duduk disebelahnya.


Merasakan ranjang kasurnya bergerak El segera menoleh kesampingnya, “Mom? Ada apa?” tanya El dengan lembut.


“Abang kamu mana? Katanya tadi Cuma sebentar ini sudah sampai malam, belum juga pulang, kamu tau dia kemana?” tanya Ara.


El menutup buku bacaannya dan menatap mommy ara dengan senyum lembut, “al udah besar mom, dia bisa menjaga dirinya sendiri, momm tidak perlu cemas begitu” kata el lembut.


Ara mengepalkan tangannya geram,”abang kamu itu sangat nakal El, kerjanya berpacaran sana sini oke, gimana mommy gak khawatir, tiap hari pasti cewek yang menelponnya berbeda-beda” curhat Ara pada putra keduanya itu.


El tertawa pelan, “Mommy gak tau aja, al itu playboy tanggung”.


“Tanggung gimana?” selidik ara kebingungan.

__ADS_1


“iya mana ada playboy yang gak mau bersentuhan, dan mana ada playboy yang gak mau berciuman, makanya El bilang di aitu playboy tanggung, Cuma bermulut manis dan wajah saja dia mampu menipu semua wanita yang dia pacari” terang El.


Ara menghela nafas lega, kalau perkataan yang keluar dari mulut putra keduanya Ara akan percaya semuanya, karena putranya itu tidak pernah berbohong didepan dirinya.


“udah siap barang-barang abang yang akan di bawa ke jogja?” tanya ara berusaha mengganti topik dari Al.


El mengangguk dan mengarahkan telunjukkan pada koper besar berwarna hitam di ujung kamarnya. “itu abang sudah menyiapkan semuanya jauh-jauh hari” ucap El.


Ara tersenyum tipis sambil melihat kiri dan kanannya mencari koper putra pertamanya. “kalau punya al belum siap?” selidik Ara.


El hanya mengedikkan bahunya acuh. “kalau itu urusan abang, elm ah gak bisa membantu apa-apa”.


Ara masih diam dan duduk sambil menatap putra keduanya itu.


“mommy mau bicara yang lain kan makanya masih disini?” tebak el.


Ara tersenyum kecil dan tertawa, memang putranya itu selalu bisa membaca isi hatinya selain Deon suaminya.


Ara sedikit ragu untuk membuka mulutnya, tapi wanita itu akhirnya membuka mulutnya juga, “abang bisa bujuk Al untuk tunangan dengan Alana gak?” lirih Ara.


El mendengus menatap mommy ara, “mom~bisakah mommy membiarkan kami memilih wanita yang kami cintai dimasa depan nantinya? Kami juga ingin memiliki wanita yang akan menjadi masa depan kami tanpa paksaan seperti mommy dan daddy.


“Siapa bilang mommy gak dijodohkan, mommy dijodohkan denga daddy kamu” elak Ara.


“Mom~ ayolah, mommy tidak tau jika akan di jodohkan, tapi kami tau, dan bagi al serta El, Alana itu hanya adik seperti halnya Ay bagi kami berdua mom!" keluh El sedikit kesal.


"baiklah baiklah mommy tidak akan memaksa lagi" keluh Ara.


'ceklek' pintu kamar itu kembali terbuka dan terlihat Deon tegak di depan pintu sambil melipat tangannya di dada.


"Yang~ aku cariin dari tadi loh, ternyata disini lagi ngerumpi sama abang" gerutu Deon.

__ADS_1


Ara tersenyum melihat suami tampannya itu. "ada apa lagi sih?"


"dasi aku hilang yang~ itu loh dasi yang biasa aku pakai, dimana ya yang?" rengek Deon.


El tersenyum jahil melihat daddy Deon, dia langsung menarik ay dan meletakkan kepalanya di atas pangkuan Ara.


"Daddy sana, ganggu abang yang pengen manja sama mommy aja" usir El.


Mata Deon langsung membulat sempurna, dan tangannya berkacak di pinggang.


"EL! itu milik daddy!" protes daddy deon geram.


"Apaan si kak, sama anak sendiri juga, masih aja cemburu" protes Ara, dia sudah mengelus elus puncak rambut El membuat pria itu yang tadinya hanya iseng jadi memang pengen manja lagi sama mommy nya.


"udah 18 tahun loh yang~ jatah dia manja itu cuma sampai umur 5 tahun, sekarang bukan masanya manja sama kamu lagi! aku kan pengen juga yang~" rengek Deon.


Ara dan El sama-sama tertawa melihat tingkah daddy Deon.


"mommy pergi dulu ya sayang, lanjut belajar nya, tu bayi besar mommy gak mau kalah sama anaknya" Ara akhirnya mengalah dan mendekat kearah suaminya yang sudah memasang tampang sedih.


El hanya bisa geleng-geleng kepala, dan bersyukur kedua orang tuanya tidak pernah terlihat tidak akur atau bertengkar di depan mereka, setiap mereka ada masalah atau konflik selalu berakhir dengan daddy Deon yang menyalahkan dirinya dan memohon maaf pada ara, kebucinan Deon tidak akan pernah hilang untuk istri cantiknya itu.


'ceklek' kali ini yang membuka kamar adalah Al, pria itu masuk dengan tampang kusut. El yakin saudara kembarnya itu sedang ada masalah.


Al membaringkan dirinya di atas kasur dan langsung memejamkan mata.


"Bro, sana setor muka dulu sama mommy, tadi dia kesini cariin kamu, katanya mau pergi sebentar nyatanya lama" perkataan El membuat mata Al kembali terbuka.


"iya bentar lagi, kepala gue pusing banget" keluh Al, setelah itu dia kembali menutup matanya. bukan tidur hanya sedang memberi waktu istirahat buat otaknya.


...🐺🐺🐺🐺🐺...

__ADS_1


__ADS_2