Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
60. Minta Restu


__ADS_3

Selama perjalanan menuju Turki, Al terus saja menempel pada Aurora hingga membuat gadis itu risih, “Bisa gak bersikap seperti EL? Aku risih banget AL” gerutu Aurora.


Al melirik ke arah adik kembarnya yang duduk diam membaca buku, “tu anak sedang galau jadi dia seperti itu biasanya beterkar sama gue” tunjuk al pada EL.


“galau? Galau kenapa?” tanya Aurora penasaran.


“galau karena cintanya di tolak, dia jatuh cinta sama orang yang sudah punya tunangan” bisik Al tidak mau ada yang mendengar perbincangannya dengan Aurora.


“Kita juga belum tentu pacaran kan? Aku sudah bilang, semua keputusan ada di tangan orang tuamu” ucap Aurora.


Al menggelengkan kepala, “aku yakin 100 persen mommy dan daddy akan menyetujui pilihanku, jadi sudah pasti kita akan berpacaran setelah sampai di turki” ujar Al dengan yakin, “ahhh! Mungkin kita akan menikah seperti adikku” pekik Al bahagia, pria itu saat ini tampak sangat bahagia.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...


“EL tolong ambilkan piring__” Olivia terdiam saat sadar dia berbicara sendiri karena kebiasaan el selalu membantunya saat sarapan dan makan malam.


Gadis itu mematikan kompornya dan berjalan mengambil piring, Olivia terdiam menatap masakan yang dia masak, biasanya EL bersemangat memakan makanannya, hingga membuat Olivia senang dan bangga dengan masakan yang dia buat.


“baik akan aku berikan waktu buat kakak berpikir saat aku tidak ada, pikirkanlah apakah kakak merindukanku? Dan membutuhkanku? Atau kakak tidak memikirkan apapun? Aku tidak bisa selamanya seperti ini, aku juga butuh kepastian agar aku bisa melangkah maju dan jangan mengelak dengan mengatakan kakak punya tunangan akan aku cari tau apakah itu benar kakak punya tunangan atau tidak” ucapan EL kembali terngiang di pikiran Olivia.


Bohong jika olivia tidak menyadari perasaannya, tapi gadis itu masih ragu dengan perbedaan umur mereka yang sangat jauh, olivia sebenarnya adalah gadis yang manja dan pecemburu, dia menutupi sifat aslinya agar dirinya tidak mudah jatuh cinta dan tersakiti lagi, hampir semua orang pergi meninggalkannya, apa lagi ini bocah 18 tahun yang belum pernah jatuh cinta malah menyatakan perasaanya begitu saja pada olivia, dan itu membuat olivia ragu.


Bagi olivia sekali dia mengakui dia tidak akan melepaskan pria itu darinya, dia tidak mau ada yang mengambil apa yang sudah menjadi miliknya, walau semua kesalah pahaman sudah selesai tapi tetap saja gadis itu masih takut dan cemas untuk menyambut permintaan EL.


“Tu cowok sudah buat hati gue hancur lebur malah menghilang” gerutu Olivia. Dia tidak sadar bahwa dirinyalah yang membuat EL menjadi gila karena sikapnya yang masih menggantung permintaan EL.


Gadis itu duduk di meja makan dan tidak sengaja melirik kearah cermin besar di apartemennya, pikirannya kembali melayang saat El mempermainkan dirinya.


🪐Flashback ON🪐


Olivia melihat tampilan dirinya pada cermin, dia akan bersiap-siap untuk pergi ke kampus untuk mengajar, gadis itu sedikit tersentak saat El berdiri berada dibelakangnya, dengan cepat Olivia berbalik dan melotot menatap EL.


“Ma-mau a-apa kamu EL?” tanya Olivia gagap.

__ADS_1


El tidak menjawab hanya semakin mendekat pada wajah Olivia.


“E-EL to-tolong ja-jangan seperti ini” tolak olivia dengan gagap.


EL masih tidak menggubris, wajah pria itu semakin dekat dengan wajah olivia. Tanpa sadar Olivia memejamkan matanya menunggu bibir EL untuk menyentuh bibirnya.


1 detik


2 detik


3 detik


Olivia menghitung di dalam hati dengan perasaan was was tapi dia tidak merasakan apapun pada bibirnya.


Mata gadis itu terbuka dan langsung bertatapan dengan mata jernih milik el, “kakak mikir apaan? Mau minta cium dariku?” goda EL dengan senyum jahilnya.


Tangan olivia mendorong tubuh EL untuk menjauh, “Apaan! Gak ada tuh! Lagian kamu kenapa dekat-dekat!” amuk Olivia.


“Aku penasaran ada noda diwajah kakak jadi aku ingin melihatnya lebih jelas, dan ternyata itu adalah tahi lalat” kekeh EL, dia lalu berbalik dan meninggalkan olivia yang terbengong-bengong di tempatnya berada”


Olivia menepuk kedua pipinya yang sudah bersemu merah begitu mengingat EL yang menggodanya. “tu anak nyebelin banget” umpat olivia.


...🐻🐻🐻🐻🐻...


“EL, sedang sibuk?” Suara brian menyadarkan El yang sedang melamun. Pria itu melirik sekilas pada brian dan kembali memfokuskan matanya pada buku, sebenarnya El tidak membaca apapun, karena otaknya sedang memikirkan tentang olivia.


“El, kamu menyukai alexa?” pertanyaan kedua Brian berhasil membuat pria dingin itu menutup bukunya dan memilih menatap brian dengan pandangan menyelidik.


“Om, mantan alexa? Kenapa bisa tau Namanya? Ay dan AL saja tidak tau nama gadis itu” selidik EL, dia penasaran kenapa pria yang akan menjadi adik iparnya malah mengenal Olivia, bahkan memanggil Olivia seperti orang yang sudah akrab dengan gadis itu.


“Aku mengenalnya, tapi aku bukan mantannya, lebih tepatnya, dia adalah mantan tunangan sahabatku” ucap Brian. “mau tau tentang alexa?” tambah brian lagi.


“mantan tunangan sahabat brian?” batin EL.

__ADS_1


Pria dingin itu tampak berpikir, untuk menerima informasi yang di tawarkan brian atau menolaknya.


“Apa bayarannya?” tanya EL to the point.


Brian menunjukkan senyuman manisnya, dia tau abang iparnya yang ini sangat to the point.


“Bantu aku mendapatkan Restu dari kedua orang tuamu, bagaimana?” tawar Brian kepada EL.


El mengerjapkan matanya, dia menatap mata Brian yang sangat serius, “Kalau untuk mommy aku bisa membantu, tapi untuk daddy aku tidak bisa bantu, daddy sangat keras karena dia sangat menyayangi ay” ucap El.


Dari dulu orang yang tidak bisa dia bujuk adalah Deon, apa lagi kalau urusan ay saudara kembarnya.


Brian mengangguk, “di dunia ini daddy adalah cinta pertama gadis kecilnya, wajar daddy deon sangat mencintai ay, aku hanya ingin minta bantuan agar mendapatkan izinnya”.


EL menghela nafas panjang, “aku akan kasih tips buat om brian, dapatkan restu dari mommy karena mommy adalah macan asia sebenarnya, hanya dengan kata-kata mommy daddy bisa tunduk, tapi dengan kata-kata dari mommy juga daddy bisa murka, hanya itu yang bisa aku bantu” ucap el lagi.


Brian tersenyum senang sambil mengelus puncak kepala abang iparnya itu, tapi segera ditepis oleh el.


“aku bukan anak kecil om” tegas nya.


“hahaha maaf, dan terima kasih atas tips nya” ujar Brian dengan tawa khasnya.


“jadi bisakah ceritakan tentang alexa padaku” ucap EL.


Brian menatap abang iparnya itu serius, untuk melihat seberapa seriusnya el pada Alexa, “Dia lebih tua darimu, beda umur kalian sangat besar, dan kau memanggilnya alexa”.


“itu urusanku dengan alexa, om tidak perlu ikut campur, beda umur om dan ay lebih besar” ujar El tegas.


Brian mengangguk setuju, “baiklah jadi kau tau beda umur kalian, tapi dia Wanita, apa kau yakin kedua orang tuamu setuju kau memilih Wanita yang lebih tua?” tanya brian lagi dia ingin memastika sekali lagi bahwa EL serius dengan alexa, bukan karena dia memiliki rasa pada alexa, tapi dia masih mempunyai tanggung jawab untuk menjaga alexa seperti permintaan sahabatnya yang sudah tiada.


“Itu juga urusanku, om tidak perlu ikut campur, jika mommy dan daddy tidak setuju aku akan merubah pikiran mereka menjadi setuju” ujar EL lagi dengan tegas.


...🦁🦁🦁🦁🦁...

__ADS_1


Bonus pict



__ADS_2