Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
63. Pertunjukkan


__ADS_3

Aurora menatap takjub pada pesata kecil-kecilan yang dibilang oleh mommy ara, nyatanya bagi orang seperti dia, pesta itu terlihat sangat mewah dan megah, karena sudah ada penyanyi band dan banyak makanan, lebih mirip dengan pesta kebun.


“kamu mau makan apa au?” bisik AL tepat ditelinga Aurora agar gadis itu mendengar ucapannya.


“Hah?! Gak apa nanti aku ambil sendiri” ujar Aurora cepat, tadi dia memang sempat menyapa dan menyalami kedua orang tua al dan sanak saudaranya, tapi respon mereka hanya terlihat seperti senyum canggung, mungkin karena belum saling mengenal, dan situasi keluarga itu juga sibuk dengan urusan pernikahan Ay dan brian, penolakan dari daddy deon dan pesta yang tergolong singkat membuat semua orang kelabakan dan sibuk.


“jangan malu, semua keluargaku memang tidak ada yang menunjukkan ketertarikan saat ini, bukan berarti mereka menolak kehadiranmu” bisik AL lagi.


Aurora tidak menjawab hanya diam dan menyantap makanannya yang belum habis dia makan.


Seorang gadis smp datang mendekati meja Al, EL dan Aurora. Wajahnya cantik dan terlihat sekali dia putri orang kaya karena gaya dia berjalan dan seluruh barang yang dia kenakan.


Gadis itu melipat kedua tangannya di depan Aurora, “kakak belum dapat restu dari mertuaku bukan?” suara sinis dan tajam itu keluar dari mulut alana.


Aurora mengernyitkan keningnya lalu beralih melihat AL, sementara al hanya mengedikkan bahu dan tersenyum simpul.


Aurora balik menatap Alana dengan senyum manisnya, “iya belum” jawab Aurora.


“berarti kakak belum resmi menjadi milik abang Al, jadi kakak gak boleh dekat-dekat abang al! Abang al itu milik Alana, bahkan nama panggilan kami sama, alana juga sudah diterima oleh mommy ara, jadi kakak segera menjauh dari tunangan Alana!” sindir gadis itu penuh percaya diri.


Aurora menjawab Alana sambil tersenyum manis, “baik” gadis itu tegak dari kursinya tapi tangannya langsung di tahan Al.


“Au! Kamu tega banget langsung nyerah!” pekik Al tidak terima dengan sikap Aurora yang snagat santai.


Aurora tersenyum memandang Al, “nama kamu alana kan? Nih liat” aurora menunjuk tangan Al yang menahan tangannya, “bukan kakak yang mendekati kak AL, tapi kak Al yang mengejar kakak, jadi gimana dong, kak AL akan mengamuk” ucap aurora diakhiri dengan senyum mengerikannya.


Alana tampak kesal, dia meremas lengannya dengan kesal, “kakak kan miskin! Kakak pasti hanya mau harta keluarga ini! Kak al kenapa memilih wanita murahan seperti ini” teriak alana, dia sudah tidak tau bagaimana cara menghancurkan Alana.


Al tegak dan menatap Alana dengan wajah memerah, “jika kamu bukan anak dari sahabat mommy aku akan mengusirmu saat ini juga!” ucap Al dengan nada tinggi.


Alana menjadi takut melihatnya, selama ini Al yang dia kenal tidak pernah marah padanya, jadi dia selalu merasa Al memiliki perasaan yang sama dengannya, dan sekarang setelah melihat kemarahan AL, gadis itu menjadi takut dengan Al, ia berlari meninggalkan Al lagi.


“jangan terlalu keras sama anak kecil” tegur Aurora.

__ADS_1


“dia sudah menghina kamu” ucap Al marah.


“Aku gak apa emang kenyataannya begitu” kekeh Aurora.


“jadi kamu Cuma mau harta aku ?” tanya Al tidak percaya.


Bukannya menjawab, aurora hanya bertopang dagu dan mencolek dagu Al, “Emang kamu gak suka sama cewek yang seperti itu ya? Gimana kalau aku ini wanita mata duitan?” goda Aurora.


Al malah cemberut dan mendengus kesal, “kamu ngerjain aku! Aku udah spot jantung loh, kalau kamu Cuma suka harta berarti di masa depan aku harus punya banyak harta biar tetap disukai kamu” kekeh Al.


“uueeekkk” EL berpura-pura muntah, “mual gue liat drama roman picisan” komentar El dingin.


“mending gue! Dari pada lo! Drama mengenaskan cintaku terhalang tunangan” balas Al tidak terima di ledek oleh EL.


“Dia udah gak punya tunangan ya!” kesal EL.


“Benarkah? Lalu kenapa wanitamu tidak ada di sini! Itu tandanya dia tidak menyukaimu, dan tidak mau menjadi pasanganmu” Al menaik turunkan alisnya senang karena merasa menang.


Semua orang tampak takjub melihat ay yang sedang menyanyi. Al mengulum senyumnya melihat daddy deon yang sedang mewek karena putri bungsunya, “bentar ya Au” bisik Al pada aurora, pria itu berjalan mendekati daddy deon.


“dad, ayolah gitu aja mewek” ledek Al, pria itu memang sangat suka meledek daddy Deon.


“Siapa yang mewek” balas Deon.


“tu mata merah, hidung juga merah, ayolah dad, ini banyak orang mana karisma nya seorang Deon” ledek Al lagi, pria itu tertawa pelan sambil menepuk-nepuk bahu Deon.


“Ini bukan nangis, daddy lagi flu sama kelilipan” elak Deon.


Al hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan daddynya, untuk Kembali pada aurora, yang terlihat masih canggung berada diantara keluarganya.


“Masih aja suka ngeledek daddy” komentar El sambil geleng-geleng kepala.


“ohh itu harus” kekeh Al.

__ADS_1


“encore! Encore! Encore!” terdengar suara para penonton meminta Ay untuk Kembali menyanyi.


Al melirik Aurora, “siap-siap untuk Kembali jatuh cinta padaku” bisik Al.


“Baik-baik tapi kurang sedap kalau ay nyanyi sendiri, para kloningan kembarku! Cepat naik, kita hancurkan malam ini!” teriak ay.


El hanya bisa geleng-geleng kepala dan naik keatas panggung, jika dia tidak mau, maka ay akan menghajar dirinya, begitu juga dengan al, dia ikut naik ke atas panggung yang sudah disiapkan oleh mommy ara.


“Oke, Three Dan akan membuat dunia gempar!” teriak ay.


AL dan El sama sama mengambil biola, dan tegak disampig kiri dan kanan ay.


"Mommy jangan cemburu, Bunda - melly goeslaw, untukmu mommy" ucap ay, al, el dan ay mulai memainkan musiknya.


...🐯🐯🐯🐯🐯...


Pagi harinya Aurora bangun begitu pagi untuk membantu para asisten rumah tangga untuk memasak, dia merasa harus membantu walau sang tuan rumah tidak memerintahkan apapun.


“Ehhemm” deham mommy Ara.


“haah?! Pagi tante” sapa Aurora sambil menundukkan kepalanya.


Mommy Ara melihat Aurora dari atas kebawah, lalu tersenyum simpul, “tinggal kan saja, kamu ikut aku dan kita bicara denganku berdua saja” perintah mommy ara.


Aurora terlihat pucat dan ketakutan, sementara Ara sedang menahan tawanya, dia ingin menguji calon menantunya itu.


“duduk lah” perintah Ara.


Dengan cepat aurora mengambil duduk di depan ara, gadis itu tidak berani mengangkat kepala melihat kearah ara, dia masih menunduk menatap meja yang menjadi pembatas Ara dan aurora.


Mommy ara mengeluarkan cek dan menyodorkan pada Aurora, “ini cek senilai 1 milyar, jauhi putraku dan jangan pernah muncul dihadapannya lagi” ucap mommy Ara.


...🐺🐺🐺🐺🐺...

__ADS_1


__ADS_2