
“hmmm, El?” panggil Olivia pelan.
Pria itu masih memijat hidungnya sambil memejamkan mata, “ya ada apa?” tanya El tapi masih dalam posisi yang sama.
“sampai kapan aku harus duduk di pangkuanmu?” gumam Olivia pelan.
“Oh iya” El cepat-cepat melepaskan tangannya dari pinggang olivia dan setelah dilepas Olivia cepat-cepat turun dari pangkuan El dan duduk sebelah EL, kedua orang itu masih dalam suasana canggung.
“waahh” pekik El begitu ponselnya tiba-tiba berbunyi menampilkan nama AL dari layar ponselnya.
“Ada apa?!” pekik EL kesal.
“Berikan pada kakak cantik aku mau bertanya beberapa hal padanya” ujar Al.
Bukannya memberikan El kembali mematikan sambungan video call itu. “dasar saudara kampret” gerutu EL kesal.
“masih tidak percaya padaku?” tanya El pada olivia yang masih memandangnya dalam diam.
“benar kamu tidak tau?” tanya olivia sekali lagi.
“tidak, atau mau bicara pada orang gila itu sekali lagi?” baru saja EL menawarkan layar ponsel El kembali menyala menampilkan nama AL disana. “nih angkat” El memberikan ponselnya pada Olivia, tapi gadis itu tidak mau mengangkatnya.
EL menghela nafas panjang dan kembali menjawab video call Al.
“Sekali lagi kau matikan aku akan laporkan pada daddy dan mommy!” ancam AL.
“laporkanlah” bukannya takut EL semakin menantang Al.
“jangan berpikir aku Cuma mengancam saja EL, akan aku katakan pada daddy dan mommy aku serius” tantang AL.
El menghela nafas panjang.
__ADS_1
“baiklah, kau mau apa?” ucap El pasrah.
“aku mau bicara pada kakak cantik” ucap al, di layar ponsel EL dapat melihat wajah saudara kembarnya yang sangat menyebalkan padahal wajah mereka sama, tapi el tidak yakin dia bisa berekspresi seperti Al.
El memberikan ponsel itu pada Olivia, “bicaralah dengan orang gila itu” ucap El.
“aku mendengarmu Daniel! Aku bukan orang gila!” suara teriakan Al terdengar.
El hanya mengulum senyum mendengar suara kemarahan Al.
“mau bicara apa?” tanya Olivia.
“Wuuaahhh kakak benaran cantik ya_”
“aku laporkan pada Au kalau kau menggoda wanita lain” ancam EL.
“Ehh anak kampret gue Cuma basa basi dulu pemanasan istilahnya, begini lah tata krama berbicara dengan wanita cantik, makanya hidup 18 tahun menjomblo, gak tau tata kramanya” sindir Al.
“mending diam seperti gue, dari pada sana sini oke, dan langsung di terima-terima aja” balas El.
“Gue anak daddy Deon bukan anak kutu kupret!” gerutu EL.
Olivia tertawa pelan mendengar pertengkaran kedua saudara itu, dia tidak tau jika kedua saudara kembar itu sering bertengkar, Olivia yang hanya anak tunggal merasa sedikit sedih melihat Al dan EL, dia selalu berharap punya saudara tapi nyatanya ibunya meninggal dan tidak lama itu ayahnya juga, dia di adopsi sama sahabat ayahnya dan dibawa ke luar negri tapi setelah olivia mulai bekerja kedua orang tua angkatnya meninggal karena kecelakaan, sungguh nasip olivia sangat menyedihkan, semua orang di dekatnya satu persatu meninggalkan dirinya, kadang dia merasa dia adalah moster pelahap yang akan membunuh orang didekatnya satu persatu.
“jadi mau mengatakan apa?” tanya olivia agar pertengkaran kedua saudara itu berhenti.
“Ohh iya sampai lupa kan, Kakak cantik tolong terima perasaan adik kembarku ya? Dia memang dingin entah mirip siapa tapi jika dia menyukai seseorang aku yakin sikap dinginnya itu akan mencair” Olivia melirik pada EL yang sekarang fokus pada layar televisi.
“Adikku itu tidak pernah berpacaran, malah dia tidak pernah berdekatan dengan wanita manapun, kecuali adik kembar kami ay dan mommy ara, jadi kakak cantik jangan tersinggung dengan sikap cuek dan dinginnya El ya, dia itu pria yang baik, dan aku minta maaf telah membuat kalian berdua dalam kesalahpahaman, aku minta maaf yang sebesar-besarnya, jangan salahkan adikku karena kesalahanku, aku hanya berucap asal saja kemarin biar mereka menyelesaikan pembahasan mereka, jadi jangan menjauhi adikku ya? Maukan kakak menerima perasaan adikku?” jelas Al panjang lebar.
El sebenarnya mendengar semua ucapan abang kembarnya tapi dia berpura-pura serius dengan tontonannya dan berpura-pura tidak mendengar ucapan Al.
__ADS_1
“tapi aku sudah punya tunangan” ucap Olivia.
“Adikku tidak punya daya tarik sedikitpun ya kak?”
“Ntah lah” jawab olivia dengan mengedikkan bahu.
El sedikit kecewa mendengar ucapan Olivia tapi dia berusaha mengontrol ekspresinya agar terlihat normal.
“yahh, berarti gagal ya, kal_” ucapan Al terhenti saat ponsel yang di tangan olivia langsung direbut oleh EL.
“Aku gak butuh bantuanmu al!” setelah berkata begitu El langsung mematikan teleponnya. Dalam hati El bersungut kesal, bukannya membantu telepon dari Al tadi membuat dia dan Olivia semakin canggung.
“maaf Al emang suka ngomong asal” ucap El sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“hmm” hanya dehaman yang El dengar, dan itu semakin membuat EL semakin canggung.
Tiba-tiba saja sebuah dentuman besar terdengar dari luar apartemen. Detik berikutnya, suara ledakan bertubi-tubi muncul tidak jauh dari lokasi unit apartemen itu berada. Seiring dengan berlanjutnya ledakan-ledakan kecil yang masih belum berakhir, El segera berjalan melihat ke arah balkon untuk melihat apa yang terjadi, ini juga salah satu caranya untuk menghilangkan ke canggungan.
Warna-warni meriah di langit gelap menunjukkan bahwa dentuman yang disertai ledakan barusan adalah suara kembang api dan petasan yang sedang dimainkan di sebuah restoran tidak jauh dari tempat itu sepertinya sedang ada perayaan atau acara lamaran. EL tersenyum untuk menikmati kilapan cahaya terang di depannya, dan hanya tersadar beberapa saat kemudian kalau ia harus mengajak Olivia untuk memecahkan keheningan dengan cara menyaksikan atraksi kembang api ini.
EL menolehkan kepalanya untuk mencari wanita itu, ia menjauh dari tepi kaca balkon ketika Olivia tidak terlihat dalam pandangannya gadis itu menghilang dari sofa. El memutar kepalanya mencari Olivia, mata EL menangkap sosok yang sedang bersembunyi di kolong meja makan, dengan senyum lebar lelaki itu melangkah mendekati lokasi Olivia dalam hati sedang tertawa puas karena baru mengetahui fakta kalau dosennya yang dingin itu ternyata takut dengan kembang api, dia ingin mengejek dosen cantiknya itu, mungkin itu bisa menjadi cara untuk menghilangkan kecanggungan.
Cengiran konyol di wajahnya hilang seketika ia menyaksikan kondisi Olivia.
Olivia terduduk di kolong meja dengan kedua lutut yang di tempelkan ke dadanya serta kedua telapak tangannya menutup telinganya keras-keras. Paras cantiknya kini dipenuhi dengan air mata, ia menutup kedua matanya rapat-rapat dan menggigit bibirnya untuk melawan tremor yang menyerang tubuh mungilnya. Sekilas saja dilihat, Olivia tidak terlihat seperti orang yang takut akan kembang api—ia lebih terlihat seperti orang yang sedang trauma.
__ADS_1
“Kak? KAKAK?! Apa kau baik-baik saja?” EL segera berlutut dan menggeser seluruh tubuhnya untuk mesuk ke kolong meja bersama Olivia.
...🦁🦁🦁🦁🦁...