Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
59. Curiga


__ADS_3

“baiklah akan aku berikan, tapi aku tidak bisa ikut” jawab Olivia.


El menatap olivia yang bersandar padanya, “kenapa? Kakak takut keluargaku akan menghina umur kakak?” selidik El.


Olivia menggelengkan kepala, bukan dia takut lebih tepatnya gadis itu tidak suka dengan brian yang akan menikah dengan Ay, Olivia tidak mau bertemu dengan orang-orang yang sudah membuat kekasihnya pergi untuk selamanya.


Olivia ingat beberapa hari yang lalu Brian mendatangi dirinya, dan meminta dia untuk datang ke acara pernikahan Brian. Tapi Olivia langsung menolak mentah-mentah permintaan Brian.


🐅Flasback ON🐅


Ting tong ting tong


Olivia tersenyum, dia yakin si bocah 18 tahun itu pasti sedang menggerutu kelaparan.


“kenapa e__ Mau apa kamu disini!” wajah olivia yang tadinya cerah berubah muram Ketika melihat Brian yang berada di depan pintu apartemennya.


“Bisakah aku berbicara sebentar padamu?” ujar Brian pelan.


“Bicara di sini saja aku tidak mau bicara padamu di dalam apartemen” ucap olivia sinis.


Brian mengangguk pasrah, pria itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal merasa sedikit canggung sudah lama tidak bertemu dengan olivia, padahal Michel sahabatnya menyerahkan gadis itu pada dirinya,


“beberapa hari lagi aku akan menikah, maukah kamu ikut menghadiri pesta pernikahanku?” tanya Brian.


“Kamu pasti tau aku tidak akan mau menerima permintaanmu! Kenapa kamu datang? Kamu pikir dengan dirimu yang meminta langsung aku akan mau menerima itu?” lagi-lagi Olivia berbicara dengan nada ketusnya.


“Aku tau kamu sangat membenciku, tapi kasus pembunuhan Michel bukan salahku sepenuhnya, itu murni karena terror, aku juga sudah membunuh semua orang yang menyebabkan Michel mati” Brian menjeda kalimatnya dan menatap mata Olivia yang memandang dengan marah. “Sebenarnya aku juga berpikir kamu tidak akan mau menerima permintaanku, aku datang kesini karena calon istriku berharap kamu datang ke pesta pernikahannya, bagiku permintaan dia adalah perintah, dan aku akan melakukan apapun itu, aku minta maaf jika kedatanganku kesini membuatmu semakin marah dan membenciku” Brian tertunduk dan memberikan senyum tulusnya.

__ADS_1


“jangan pernah datang menemuiku lagi!” ucap olivia saat Brian berbalik pergi.


“maaf aku tidak bisa janji, calon istriku sangat menyukaimu, jika dia meminta untuk bertemu denganmu, aku tidak bisa membantahnya, lain cerita jika dia meminta untuk tidak bertemu denganmu, tapi akan aku usahkan agar kita tidak berjumpa” balas Brian.


Baru saja Olivia mau menutup pintunya, Brian Kembali berbicara dan membuat Olivia terdiam, “jangan mempermainkan hati abang iparku, dia sangat polos dan tidak pernah berpacaran, dia bukan bagian dari klan mafiaku, tapi aku berkewajiban dalam melindungi abang iparku” peringat Brian, setelah itu brian benar-benar pergi dari apartemen milik Olivia.


🐅Flasback OFF🐅


El menghela nafas panjang karena olivia menolak permintaannya, “Aku sebenarnya tidak mau pergi ke sana, tapi ini adik kembarku yang menikah, jadi aku tidak bisa berbuat apapun, sepertinya sampai semester ini berakhir aku tidak bisa mendapatkan jawaban dari perasaan kakak” lirih El.


Olivia menatap El yang tertunduk lesu, El masih mengingat perjanjian mereka tentang nilai A harus dia dapatkan untuk mengetahui perasaanya. Kemungkinan El tidak bisa mendapatkan nilai sempurna karena dia akan bolos beberapa kali dalam pertemuan dengan Olivia.


Olivia memegang pipi bocah 18 tahun di depannya. “aku heran kenapa bocah 18 tahun sepertimu, bisa suka pada Wanita berumur 24 tahun ini? Jelas umur kita berbeda jauh El”


“Umur hanyalah angka kak, bukan berarti dengan umurku sekarang aku harus mencari gadis lebih muda, aku tidak bisa menerima alasan umurlah yang membuat kakak tidak mau menerima perasaanku” ucap El dengan wajah serius.


“baik akan aku berikan waktu buat kakak berpikir, saat aku tidak ada, pikirkanlah apakah kakak merindukanku? Dan membutuhkanku? Atau kakak tidak memikirkan apapun? Aku tidak bisa selamanya seperti ini, aku juga butuh kepastian agar aku bisa melangkah maju, dan jangan mengelak dengan mengatakan kakak punya tunangan, akan aku cari tau apakah benar kakak punya tunangan atau tidak” ucap El tegas, pria itu langsung tegak dan meninggalkan olivia yang terdiam mencerna semua ucapan El.


...🐻🐻🐻🐻🐻...


Beberapa hari setelah itu El benar-benar pergi membiarkan Olivia berpikir sendiri, tentang bagaimana perasaan gadis itu padanya.


El terus melamun, dia bahkan tidak sadar dirinya sudah sampai di bandara, karena terus memikirkan bagaimana dirinya di mata Olivia.


“Abang!” lamunan El langsung buyar begitu mendengar teriakan adik kembarnya. “Ay kangen” ujar gadis itu masih di dalam gendongan El, gadis itu menggelantung seperti monyet pada EL.


El mengulum senyum sambil mengelus sayang puncak kepala adik kembarnya.

__ADS_1


“Ay, kita berangkat lagi” panggil Brian dari jauh.


“Iya bentar” teriak ay untuk membalas panggilan Brian. Ay merengut sambil menatap abangnya, “padahal ay masih pengen manja sama abang” lirihnya pelan.


“nanti di turki masih bisa, yuk kita berangkat” ajak El sambil menuntuk ay.


.


Ay turun dari gendongan EL, gadis itu bergelayut pada lengan EL.


“Om, benaran kan udah bujuk kakak cantik?” tanya Ay dengan wajah cemberutnya begitu dia sampai di hadapan brian, Al serta Au.


“Udah sayang, coba kamu tanya abang kamu, memang benar kakak cantik itu yang gak mau ikut” jelas Brian. Dia memang memohon pada Olivia untuk ikut bahkan pria itu datang sendiri ke Jogja sambil memohon pada Olivia tapi gadis itu tidak mau ikut. Sebenarnya kedatangan Brian ke jogja sama sekali tidak diketahui EL, yang pria itu tau hanya brian mengirim anak buah untuk membujuk Olivia.


“Iya dek, dia gak mau, dia tidak suka berada di negeri asing” sambut EL berbohong, dia merasa curiga adik iparnya itu memiliki hubungan dengan Olivia. Apa lagi olivia terlihat kesal setiap El membicarakan tentang Brian, Olivia juga benci dengan mafia.


“Yahhh, abang jadi gak ada pasangannya dong” lirih ay.


“kalau gitu aku juga gak ikut aja ay, biar __”


“Gak boleh!” potong ay cepat saat Aurora hendak menawar tidak jadi pergi, karena dia sangat segan ikut liburan bareng keluarga konglomerat, sementara dirinya hanya orang biasa, apalagi Aurora akan bertemu dengan kedua orang tua Al, dia merasa sangat takut untuk bertatapan dengan orang tua AL.


“Dengar itu Ay itu keras kepala dia tidak akan membiarkan kamu lepas dari aku” ucap al dengan senyuman jahilnya.


Aurora hanya bisa menunduk mendengar ucapan Al.


“Ayo au kita berangkat! Go go” teriak ay senang. El hanya diam mengikuti adik kembarnya memasuki jet.

__ADS_1


...🦁🦁🦁🦁🦁...


__ADS_2