
“AL!” teriak Aurora sekali lagi agar mendapatkan perhatian pria yang sedang panik itu.
Aurora memegang kedua pipi pria itu agar menatap matanya, “AY akan baik-baik saja, aku tau dia tidak semudah itu diculik, kalian yang menyelamatkanku dan melawan orang-orang yang mau membawaku pergi, aku yakin ay akan baik-baik saja” Perkataan aurora mampu membuat Al kembali tenang pria itu akhirnya menyunggingkan senyum ke arah aurora.
“benar aku harus tenang” ucap al, otaknya baru mengingat jika dia bisa melacak keberadaan Ay dengan menggunakan ponselnya, Al segera membuka aplikasi di ponsel dan melacak keberadaan adiknya.
“belakang kampus!” pekik Al, dia langsung menarik tangan Aurora untuk berlari bersamanya. Aurora menyunggingkan senyumnya saat tangan Al menggenggam tangannya dan berlari bersama, walau pria itu khawatir pada adiknya dia masih memikirkan aurora yang ada disekitarnya.
“AY!” teriak Al saat melihat Ay yang duduk bersila di tanah layaknya seorang gangster. Al langsung mendekati ay, memegang kedua bahu adiknya itu memeriksa dari kaki hingga kepala, “kamu gak apa kan dek?”
“gak apa sih tu si penculik berpura-pura jadi bodyguard om brian” ay menunjuk dua orang babak belur yang sedang diikat.
“ay kamu gak apa kan? Al bilang kamu dalam bahaya tadi” kali ini aurora yang bersuara karena cemas.
“baik kok, Cuma capek aja” balas Ay masih dengan gaya cowoknya.
“Ay anggun dikit dek” kekeh Al, pria itu baru bisa bernafas tenang saat melihat ay di depan kepalanya.
Ay yang diberi peringatan langsung mengubah posisi duduknya, dan menyengir lebar, “bang sakit tangan ay” keluh gadis itu pada Al, seperti biasa jika sudah di depan abangnya ay akan bersikap manja layaknya anak yang masih 5 tahun.
Al hanya bisa geleng-geleng kepala dia meraih tangan Ay “mana yang sakit?” tanya al dengan lembut.
“keduanya” Rengek ay dengan wajah memelas.
“Yuk kita pulang, Au gak papa kan gue antar adek gue ke tunangannya bentar?” al menatap aurora yang sejak tadi masih di sana tersenyum melihat interaksi kedua saudara itu.
Aurora mengangguk menanggapi ucapan Al, “lagian siapa juga yang mau minta antar sama kamu cepat antar ay sana, takut ada sakit yang lainnya”.
“aku antarin pokoknya, jangan pergi sendiri ke sana” ucap al bersikeras.
“bang, gendong, ay udah gak kuat jalan” rengek ay.
Al langsung berjongkok menyanggupi permintaan Ay, dirinya memang tidak pernah bisa membantah keinginan ay, biasanya El lah yang menggendong adiknya itu, mengingat adik kembarnya El, al jadi teringat dengan ponselnya yang sejak tadi bergetar karena panggilan EL.
“nanti saja aku hubungi dia” batin Al.
__ADS_1
Al sekarang melangkah mendekati para bawahan Brian.
“kalian benar penjaga ay dari om brian?” tanya al pada dua orang yang masih mengenakan masker pada wajah mereka.
Benar tuan muda nama saya fajri” ucap pria yang ada dihadapan al sambil menunduk hormat.
“nama saya diah” ucap orang satunya lagi yang berjenis kelamin wanita.
“baik riri kamu urus mereka berdua, dan cari tau siapa yang berusaha menculik ay” perintah al pada fajri.
“saya tuan?” tunjuk fajri terkejut dengan panggilan yang dia dengar.
“Iya siapa lagi yang saya panggil, nama kamu riri kan”
“fajri tuan” ralat fajri.
“kan ada ri nya sudah sana urus kedua orang itu jangan banyak protes, dan kamu ah telepon om brian sekarang juga” perintah al dengan tegas, dia memang bercanda dengan memanggil kedua orang bawahan itu, tapi dia serius untuk menyuruh Diah memanggil Brian.
Dibelakang mereka Aurora tersenyum kecil, “seperti biasa kedua saudara itu selalu suka membuat julukan sesuka hati mereka” batin Aurora.
“Apa yang terjadi? ay dalam bahaya?!” Baru saja telepon itu menyambung langsung terdengar suara cemas brian dari dalam telepon.
“Ya aku akan menjaganya, cepatlah ke sini, apa perlu aku sediakan dokter” Al sedikit menyunggingkan senyum mendengar suara calon adik iparnya itu yang sangat cemas. Al melirik ay yang tersenyum, dia tau adiknya itu baik-baik saja, hanya manjanya saja yang tidak bisa hilang.
“tidak perlu, dia sehat kok, hanya sedikit kelelahan, siapkan saja makanan kesukaan dia mungkin dia kelaparan ketika sampai di sana” Al merasakan tepukan di bahunya.
“yang banyak bilang bang” bisik ay.
Al menyunggingkan senyumnya lagi.
“Yang banyak makanannya, karena dia sangat kelaparan habis bertarung” kekeh al.
“baik, akan aku siapkan semuanya, kau tidak apakan Al?” kali ini brian mencemaskan abang iparnya itu.
“aku baik cemaskan saja ay, tidak perlu mencemaskan ku” balas al dengan lembut.
__ADS_1
...🦁🦁🦁🦁🦁...
“Hebat baru menelpon ku sekarang!” suara kemarahan El terdengar dari ponsel Al.
Al tertawa kecil dia duduk di motornya sambil mengacak rambutnya.
“sorry bro, tadi gue ngurusin adik kita dulu, lalu_”
“mengurus kekasihmu” potong EL.
Al tertawa keras mendengar penuturan adik kembarnya itu, memang benar yang El katakan, sehabis mengurusi adiknya, Al kembali ke kampus untuk mengantarkan pujaan hati menuju tempat kerjanya, sekarang dia baru punya waktu untuk menelpon adik kembarnya yang masih merasa cemas.
“hahhaha sorry bro, gue sibuk banget” kekeh AL.
“lalu apa yang terjadi pada ay?” terdengar suara EL yang mendesah panjang.
“hampir diculik, tapi kau tau sendiri bagaimana si ay, 10 orang berbadan lebih besar dari nya mampu dia jatuhkan, kita saja yang terlalu cemas, kau tidak cemas lagi kan bro?” kekeh Al.
“walau aku tau ay itu kuat aku tetap cemas, dia itu cewek, banyak celah untuk menjatuhkannya, tapi saat melihat lokasimu yang sama dengan ay, aku akhirnya merasa lega, aku yakin kamu bisa melindungi ay, maaf aku tidak ada” ujar EL sedikit sendu.
“Gak apa bro, sana cari cewek bro, biar saat sedang kalut atau cemas bisa ada yang bantu nenangin atau beri semangat bro” ledek Al, dia masih belum tau jika saat ini EL sedang galau dengan perasaannya, baru suka sama cewek eh ternyata milik orang lain.
“Sudah dapat, tapi sayang sudah ada yang punya” curhat El.
Suara tawa Al semakin terdengar keras, dia tidak sadar sebagian pengguna jalan melihatnya aneh.
“Udah nikah belum?” tanya al di sela tawanya.
“Tunangan, belum menikah” jawab EL pelan.
Al kembali tertawa keras.
“Cemen banget sih kembaran gue, ayo dong maju, sebelum janur kuning melengkung masih siap ditikung” tawa al semakin besar.
“Tapi ini sudah tunangan gue gak mau jadi orang jahat”
__ADS_1
“Ya gitu aja terus dan ratapi nasib sial lo” ledek al. Dia langsung mematikan ponselnya lalu mulai menyalakan motornya kembali.
...🐯🐯🐯🐯🐯...