
“Sialan! Kau siapa hah?! Berani mengabaikanku dan masuk begitu saja?!” Frans berteriak murka karena Al sama sekali tidak takut ataupun hormat padanya. Pria itu malah terlihat lebih hebat di banding diri Frans.
Al masih belum menjawab, pria itu sibuk melihat setiap sudut tubuh calon istrinya, setelah memastikan tidak ada yang terjadi, Al baru berbalik menatap pria angkuh itu dan menyembunyikan Aurora di belakang tubuhnya.
“aku bahkan bisa menghancurkan posisimu sekarang juga” Al bukannya meminta maaf karena menerobos masuk, dia malah bersikap santai dan malah balik memberi ancaman, tidak ada ketakutan sedikitpun walau frans adalah atasan Aurora, paling kalau aurora di pecat Al yang akan mengatakan semuanya pada adik ipar dan malah pria itu yang akan dipecat.
Adik ipar? Benar Al sudah mengakui brian sebagai adik iparnya.
“kau?! Hahahha” Frans menatap Al dari bawah sampai atas, dan mengingat Al hanya mengenakan motor butut untuk menjemput Aurora, dia yakin pacar aurora itu hanya orang biasa, tadi aurora juga mengaku bukan karena koneksi pacarnya dia bisa masuk sana. “aku sedang berbicara dengan karyawanku, dan kau begitu saja masuk dan mengancam menghancurkan posisiku? Hei anak muda aku bahkan bisa merebut kekasihmu itu jika aku mau, kau minder dengan statusmu bukan? Makanya kau takut aku merebut kekasihmu” sindir Frans.
Tidak tau saja bukan karena Al yang minder, melainkan Aurora yang minder dengan status Al, jika bukan karena itu sudah sejak lama Aurora menerima Al.
“Aku_!” ucapan Al terhenti karena Aurora mencengkram tangannya dengan kuat.
“pak manager yang terhormat, saya akan undur diri, dan saya hanya masuk karena teman saya, saya tidak bisa meminta apapun lagi” ucap Aurora, gadis itu bukannya tidak peka, dia tau apa maksud pertanyaan pertanyaan yang Frans lontarkan padanya.
Dia yakin Frans akan memanfaatkan dia untuk mendapatkan posisi lebih tinggi, dan tentang Al, dia tidak mau melihat amukan pria itu.
“au! Aku belum selesai dengan dia!” Al berontak tapi tetap mengikuti aurora yang menariknya pergi.
Aurora baru menghentikan langkah kakinya di depan motor Al.
“aku masih belum selesai dengan pria itu!” Al hendak berbalik mau ketempat Frans lagi. Tapi langkah kaki pria itu terhenti karena ucapan Aurora.
“Apakah semua masalah harus diselesaikan dengan emosi?”
Al berbalik menatap aurora, “tapi dia..” al tidak jadi melanjutkan ucapannya saat melihat mata aurora yang menatapnya tajam.
“Dia hanya mantan tunanganku, dan aku sudah janji tentang hubungan kita bukan, jadi apa lagi yang kau takutkan, aku tidak melanggar janjiku, atau kamu tidak akan pernah bisa percaya padaku al?” tanya Aurora, sepertinya amukan gadis itu membuat al semakin merasa bersalah.
__ADS_1
“maaf, aku cemburu” aku Al dengan tertunduk, “bukan aku tidak percaya padamu, aku hanya takut dia melakukan hal yang mengerikan padamu, makanya aku menyusul tadi, aku minta maaf sudah seperti tadi” sambung pria itu lagi.
“Sudah sadar? Kamu terlalu overprotektive padaku?” tanya Aurora.
Al mengangguk pelan masih menunduk, persis seperti anak kecil yang sedang dimarahi oleh ibunya.
“Kalau gitu kemarilah” Aurora merentangkan tangannya meminta pelukan dari pria itu.
Dengan cepat al memeluk gadis itu, “apa aku boleh menciummu?” bisik al pelan.
“hanya sekali” jawab Aurora.
Tanpa menunggu lama pria itu langsung menempelkan bibirnya pada bibir Aurora, memberikan ******* dan menekan tengkuk Aurora agar bisa lebih menjelajahi rongga mulut gadis itu, tanpa mereka sadari Frans melihat mereka dari belakang dan pria itu menatap tidak suka pada pasangan kekasih yang sedang berciuman itu.
...🐼🐼🐼🐼🐼...
“Gimana kabarmu bro” sapa AL pada adik kembarnya dari sambungan telepon.
“dasar dingin bagaimana caranya ada wanita yang menyukaimu jika kau sedingin itu” ledek al, terdengar suara tawa al dari dalam telepon.
“aku tidak sedingin itu” bantah El, dia tidak suka dengan pernyataan yang tadi al katakan padanya.
“hahahha sekarang aku yakin saudaraku benar-benar sedang jatuh cinta” suara gelak tawa al semakin terdengar keras.
“dasar player” ketus El.
“Heiii walau aku player tapi aku hanya pernah mencium 1 wanita di dalam hidupku, kau saja belum pernah mencium siapapun” bantah Al tidak mau di bilang player lagi oleh saudara kembarnya.
“Aku sudah pernah merasakannya”
__ADS_1
Al yang sedang berbaring langsung duduk tegak begitu mendengar ucapan saudara kembarnya.
“sepertinya banyak yang aku tinggalkan, jadi kau mengejar wanita yang punya tunangan itu?” tanya Al antusias.
“kau mirip dengan ibu-ibu komplek yang ingin bergosip” sindir El.
“Sudah jawab saja pertanyaanku, kau mengejarnya?” ulang Al.
“Iya” singkat, el memang selalu menjawab singkat entah kenapa saat bersama Olivia dia mampu menggombal bahkan berbicara banyak pada gadis itu.
“perlu bantuanku ? aku bisa memberikanmu tips yang bagus dalam mendekati wanita” ujar Al antusias, ini adalah pertama kalinya saudara kembarnya itu menyukai wanita sebenarnya mereka sama Cuma beda kasus saja saudaranya itu mirip seperti anti wanita tapi nyatanya dia bisa juga suka dengan wanita.
“tidak perlu, kau bahkan belum mampu menaklukkan hati wanitamu” sindir EL.
“jangan menyindirku, aku sudah mampu mendapatkannya, hanya tinggal restu dari orang tua kita saja, ngomong-ngomong siapa dia?” al makin penasaran dengan gadis yang EL sukai, saudara kembar yang biasanya bersikap acuh dan dingin pada wanita sekarang sudah jatuh cinta, sehebat apa wanita itu?
“tidak akan aku beri tau” ujar El dingin, bukan tidak mau memberitau, saat ini El belum mendapatkan hati wanita itu dia takut Al akan mengacaukan rencana El untuk mendapatkan hati Olivia, tanpa El sadari al sudah masuk dan ikut campur dalam hubungan kedua orang itu, entah ke ikut sertaan Al akan berbuah manis atau sebaliknya karena ucapan dan campur tangan Al hubungan El dan olivia menjadi semakin sulit untuk disatukan.
“dasar saudara kejam, keadaanmu baik-baik saja kan? Tidak di ganggu lagi di sekolah atau di rumah?” tanya al.
“siapa yang berani menggangguku lagi, kau sudah membuat kerusuhan di kampus dan aku sudah menghajar mereka yang berniat membalas dendam” balas EL dingin.
“ya sudah, aku sebenarnya menelpon hanya untuk mengetahui keadaanmu, baguslah jika tidak ada apapun, telepon aku jika kau dalam masalah” ujar Al.
“males, umur kita sama” jawab El.
“tapi setidaknya aku adalah abangmu, aku bertanggung jawab atas keselamatanmu” balas Al lagi.
“ya ya abang, aku snagat mengantuk sekarang, aku tidak bisa telat besok” ucap El asal.
__ADS_1
“baiklah semoga berhasil merebut hati wanita bertunangan itu” kekeh Al, lalu tidak lama setelah itu telepon mati.
...🐯🐯🐯🐯🐯...