Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
21. Curhatan AL


__ADS_3

“Theo? Kamu mau jodohin Ay dengan Theo?” tanya Ara lagi dia memang mengenal anak angkat angga sahabat suaminya itu.


“Iya, jadi ay besok gak boleh kemana-mana, Theo baru pulang dari Paris dan daddy akan mempertemukan kalian berdua sebelum kalian bertunangan” jelas Deon.


“Gak mau! Daddy seenaknya saja menjodohkan Ay dengan pria yang bahkan Ay belum pernah temui! Ay gak mau!” teriak Ay tidak terima.


“kenapa gak mau? Katanya pengen nikah muda seperti Mommy dan Daddy” tanya Deon.


“AY udah punya orang yang ay suka, daddy seenaknya bilang mau menjodohkan AY!” pekik Ay kesal.


Mommy ara menatap suaminya itu dengan sendu, “Abang yakin? Mau menjodohkan Theo dengan Ay?”


“Mau sampai kapan menunggu pria yang gak jelas itu? Bahkan kamu tidak pernah dia hubungi, apa benar dia pergi untuk menyelesaikan masalah keluarganya? Atau jangan-jangan Dia punya Wanita lain diluar sana” ujar daddy Deon, dia memang sengaja memanas manasi Ay, mau melihat seberapa kuat cinta AY pada pria mafia itu.


Setitik air mata ay meluncur bebas membasahi pipinya, “Daddy ay mohon biarkan ay menunggu brian Kembali, Ay gak mau dijodohkan” isakkan kecil Ay mulai terdengar.


Al dan EL tidak dapat melakukan apapun, mereka juga tidak bisa membela brian yang memang kenyataannya menghilang bagai ditelan bumi, mereka berdua juga kasian melihat Ay yang selalu menunggu pria tidak jelas itu.


“Mommy dan daddy akan tinggal di turki selama 1 atau 2 tahun, dan daddy khawatir kamu tidak akan ada yang mengontrol selama kami tidak ada, jadi daddy memutuskan untuk mencari tunangan buat kamu, yang bisa menjaga kamu” ujar Daddy Deon.


“AL yang akan menjaga ay, Dad” Al akhirnya angkat bicara, dia tidak ingin saudara kembarnya itu bersedih.


“Bagaimana caranya? Kamu akan tinggal di apartemen pribadimu, dan Ay disini hanya dijaga oleh para pembantu dan bodyguard daddy, kalian juga kuliah di jurusan yang berbeda” tanya Daddy deon.


“Al akan membawa ay ke apartemen milik Al dengan begini Al lebih mudah menjaga AY, orang-orang juga akan mengira kami hanya orang biasa, karena tidak keluar masuk rumah mewah ini” jelas AL.


El sebenarnya juga ingin ikut bicara, tapi dia tidak dapat membantu apapun untuk saat ini, karena dia akan berkuliah di luar kota, dia akan jauh dari kedua saudara kembarnya.


“Baik daddy berikan waktu untuk kalian merasakan kebebasan yang kalian mau, tapi saat waktu yang daddy berikan AY dalam bahaya, saat itu kalian bertiga tidak boleh membantah apapun yang daddy katakana, apa kalian setuju dengan tantangan daddy?” tanya Deon.


“Setuju” jawab AL dan EL berbarengan.


Semua masih menunggu jawaban Ay, gadis itu masih diam sambil terisak kecil, “Apa Ay masih akan dijodohkan?” isak gadis itu.


“Untuk saat ini akan daddy undur pertunangan kamu dengan Theo, tapi besok Ay masih akan bertemu dengan Theo” ujar Deon.


Ay tegak dari duduknya, “AY benci daddy!” pekik Ay dia langsung berlari ke lantai 3 dimana kamarnya berada.


“Ay!” kedua saudara kembar Ay langsung mengikuti Ay yang berlari, tinggallah Deon dan Ara.

__ADS_1


“Apa kamu senang membuat gadis kecilmu menangis seperti itu?” tanya Ara.


“Sebenarnya aku tidak ingin, aku harus melakukan itu, agar si mafia itu cepat keluar” ujar Deon.


Ara mengelus punggung suaminya itu dengan lembut, “Theo anak yang baik, aku takut dia akan jatuh cinta pada ay” ujar Ara.


Deon menutup matanya dan menghela nafas Panjang, “Jika dia berjodoh dengan Ay, aku akan mengizinkan theo untuk merebut ay dari mafia itu, dia cukup bisa diandalkan” jawab Deon.


...🐺🐺🐺🐺🐺...


“AY, AY!” teriak kedua abang Ay dari balik pintu.


Ay masih tidak mau membukakan pintu yang sejak tadi digedor oleh kedua saudaranya.


“AY, jika gak mau dibuka juga, abang dobrak pintunya!” pekik AL.


Ay akhirnya membukakan pintu itu. “ay lagi pengen sendiri” keluh gadis itu sambil membuka pintu.


“Kita hadapi masalah ini bersama-sama mengerti?” AL dan El langsung mendekap tubuh adiknya itu.


“Daddy kok jahat bang” rengek Ay dalam pelukan kedua abangnya.


“Bukan hanya daddy, mommy juga jahat” gumam al pelan, dia kecewa pada Ara yang seenaknya menjodohkan dia pada anak sahabatnya, walau saat ini Ara mengalah tetap saja ada rasa kekecewaan pada hati Al, karena ara menganggapnya tidak mampu untuk mencari pasangan untuk hidupnya.


Al memang suka mempermainkan perasaan wanita tapi itu semua karena para wanita yang hanya memanfaatkan ketampanan dirinya, jika saja dia tidak tampan para wanita itu tidak akan mengantri untuk dirinya, walau dia berpura-pura miskin tetap masih banyak wanita yang mengantri hanya karena wajah tampannya.


“Abang memang benar-benar menyukai Au?” tanya Ay.


Al melepaskan pelukannya dari adik kecilnya itu.


“belum 100 persen, karena abang masih takut dia sama dengan wanita-wanita yang selama ini mendekati abang, dia bilang suka tapi hanya memanfaatkan wajah abang untuk konten mereka atau untuk pajangan saja, sekarang au sudah tau jika kita bukan orang miskin Abang semakin takut dia menyukai harta Abang, bukan abang” ungkap Al.


“tapi menurutku Au bukanlah gadis seperti itu” celetuk El yang memang sejak tadi ada di sana. “aku bisa merasakannya” tambah El.


Al tertawa pelan, “emang kamu cenayang? Bisa merasakan gitu?” kekeh Al.


“El serius, lagi pula biarkan saja dia hanya tau kita kaya, jangan kasih tau yang lainnya, liat apakah dia memanfaatkan kita atau tidak” ujar EL.


“Selama ay kenal dengan Au, ay yakin Au itu baik bang, ay sepemikiran dengan abang EL” Ay ikutan menyuarakan pikirannya.

__ADS_1


“iya-iya, abang akan bicarakan dengan hati abang saja bagaimana kedepannya” kekeh Al.


...🦊🦊🦊🦊🦊...


Al bangun sedikit lebih telat dari Ay, dia melihat ay yang baru saja keluar dari kamarnya. Pria itu tegak dan menuju kamar mandi adiknya untuk sekedar cuci muka dan gosok gigi lalu ikut menyusul ay menuju lantai bawah, membiarkan El yang masih tertidur.


“udah berapa kali Ay bilang! Ay gak mau dijodohkan!” teriakan ay terdengar sampai tangga, Al mempercepat langkahnya menuju dimana deon berada.


“daddy masih mau menjodohkan AY? Liat tu anaknya ngambek lagi gara-gara daddy” tanya Al sambil duduk didekat Deon, “hai om apa kabar?” sapa Al pada angga sahabat papanya.


“om baik, bagaimana kabar kamu?” tanya balik Angga.


“buruk om, dari tadi malam tema di rumah ini tentang perjodohan terus, pusing Al jadinya, seperti kami ini gak bisa memilih pasangan yang baik untuk diri kami” keluh AL, sambil sesekali melirik daddy nya bermaksud menyindir secara tidak langsung.


Angga tertawa pelan, “Bukan menjodohkan, ini anak oom pengen kenalan aja sama Ay, habis dia penasaran sama anak gadis yang selalu Sky ceritakan padanya” ucap angga sambil menepuk pelan bahu Theo.


“Hai, AL salam kenal ya” sapa Theo.


“Salam kenal juga” jawab AL dengan senyum seadanya.


“Mana EL? Om dengar dia akan kuliah di jogja?” Angga melirik kea rah tangga dan tidak melihat EL akan turun juga.


AL mengguk, “Iya om, dia akan kuliah di sana”.


“loh kenapa gak langsung di luar negri saja sekalian kalau mau jauh-jauh” tanya angga.


“Takut lebih bahaya di sana om, di sini aja kami masih sering di buru padahal kami hanya anak pengusaha nomor satu se asia, apa lagi di sana pasti akan lebih parah, kami gak mau buat mommy makin cemas, lagi pula kalau di sini kami masih mudah menghubunginya, tidak terlalu jauh” jelas AL.


“Benar juga sih, di sana terdengar suara tembakkan sudah biasa, dan lawannya lebih sulit, kecuali memang ada dekingan mafia, mungkin bisa” Angga menagguk setuju dengan pemikiran AL.


“tapi pendidikkan di luar negri lebih bagus, disbanding disini” Theo ikutan beropini.


“memang benar, namun saat ini prioritas kami adalah menjaga ketenangan mommy dan daddy yang sampai sekarang masih takut kami di culik, mungkin S2 akan kami pertimbangkan untuk di luar negri” jawab AL sambil sesekali melirik Deon.


Pria itu hanya tersenyum saja tidak mau ikut berbicara tentang masalah itu. “Al panggil Ay sana, suruh sarapan dulu” perintah Deon.


“ba_”


“om, boleh theo aja yang panggil?” potong theo.

__ADS_1


__ADS_2