Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
65. Kencan


__ADS_3

Setelah mendapatkan restu dari kedua orang tua serta keluarganya Al jadi tidak malu malu lagi menggandeng Aurora kemanapun dia pergi, bahkan pria itu minta langsung dinikahkan dengan Aurora, namun ditahan oleh mommy Ara, karena mommy ara ingin tahun itu adalah pernikahan Ay dulu.


Kemungkinan Al dan aurora akan menikah tahun depan, walau Aurora menolak tapi si keras kepala Al tidak akan pernah bisa dibantah, dia mengancam akan membuat Aurora hamil jika masa 1 tahunnya habis.


“Mau kemana sih al?” gerutu Aurora kesal.


“Jalan-jalan dong, kita kan tidak pernah kencan serius, mau ke Cappadocia gak?” tawar Al kebetulan mereka sedang ada di turki, jadi Al berencana memanfaatkan masa liburan itu menjadi acara kencannya dengan Aurora.


Aurora langsung menolehkan kepalanya pada Al, dari dulu dia penasaran dengan tempat itu karena sering mendengar dari orang-orang, dan sekarang apakah salah jika dia sangat tertarik ingin kesana bersama AL?


“apakah boleh?” ujar Aurora pelan.


Al tertawa pelan dan mengusap kepala Aurora dengan sebelah tangannya yang bebas dari setir mobil. “Tentu saja boleh”.


“Apakah jauh dari sini?” tanya Aurora penasaran, karena mereka masih harus mengetes dress dan jas yang akan mereka gunakan untuk pesta pernikahan Ay.


“Gak jauh tenang saja ya, masalah dress mommy sudah mempersiapkan semuanya, paling kalau kita kemalaman kita akan menginap di sekitar sana” kekeh AL bersemangat.


Aurora langsung menyilangkan kedua tangannya di dada, “gak mau! Kita belum menikah” teriak aurora yang pikirannya sudah melayang kemana-mana.


Al tertawa keras sambil mencubit gemas pipi kekasihnya, “tenang saja aku bisa tahan kok, jangka waktunya 1 tahun ke depan, kalau lewat dari itu mommy akan langsung punya cucu” canda Al.


Bukannya ikut tertawa Aurora malah menatap horor Al yang bersikap sangat santai dengan semua yang telah dia katakan.


.


Ponsel aurora berbunyi nyaring menandakan panggilan masuk, bukan dari nomor telepon melainkan panggilan pada WA nya.


Aurora sedikit mengernyitkan kening melihat ID si pemanggil.


“siapa sayang?” tanya Al, dia sedikit tidak fokus antara jalanan dan ponsel Aurora yang berdering.

__ADS_1


Aurora dengan cepat mematikan ponsel itu, lalu tersneyum pada AL, “bukan siapa siapa”.


“kasih tau siapa yang menghubungi? Atau aku cari tau sendiri nanti” ancam Al, dia memang tidak akan pernah bisa dibantah jika sudah berkemauan.


Aurora menghela nafas panjang, “Oh kakak senior yang kemarin itu” aurora akhirnya pasrah mau dia tutupi bagaimanapun Al pasti akan mencari tau, walau sudah beberapa kali Aurora mengganti sandi ponselnya Al selalu dapat membuka ponsel Aurora dengan sistem hacker yang dia bisa, Al tidak akan melihat ponsel Aurora selama gadis itu mengatakan kejujuran tapi jika ada yang di tutupi atau sembunyikan pria itu akan membukanya dengan sangat mudah.


AL itu pria yang sangat over protective, dia tidak mau gadis miliknya berada dijangkauan orang lain, dia akan melakukan apa saja agar gadisnya senang, entah sifat siapa yang dia tiru.


“kenapa dia menelponmu?” tanya Al masih dengan nada santai.


“ntah aku gak tau, tadi kan aku mematikannya dari pada mengangkat ponsel itu” jawab Aurora acuh.


‘ting’ terdengar pesan masuk kedalam ponsel aurora.


“itu pasti dia bacakan kuat-kuat” perintah Al seperti kewajiban pada Aurora, dengan pasrah gadis itu membuka pesan masuk yang sudah dia terima.


Memang benar itu adalah pesan dari Frans, “jangan marah padaku ya, kalau aku membacakannya” ujar Aurora.


“iya gak akan” jawab Al.


Tangan gadis itu terarah menuju kening Al dan turun mengelus pipi Al, “jangan marah kan, aku tidak tau kenapa dia seperti ini, beberapa hari ini dia memang sering mengirim pesan tapi aku tidak pernah menjawabnya” jelas Aurora.


“Dia masih kerja di kantormu sayang?” Al mulai tenang berkat sapuan halus pada pipinya tadi.


“Udah di pindahkan ke luar kota kata teman kantor sih, gak tau kemana dan gak mau tau” ucap Aurora asal, dia memang tidak mau tau lagi tentang nasib cinta pertamanya, entah pria itu memang cinta pertama Aurora atau aurora hanya kagum pada pria itu.


“Ya sudah tidak usah dijawab abaikan saja” ucap AL.


...🐯🐯🐯🐯🐯...


EL menatap layar ponselnya yang tidak memunculkan notifikasi apapun.

__ADS_1


“Apa aku memang tidak ada di dalam hatimu kak?” gumam EL pelan. Sejak sampai di turki, pria itu ingin menghubungi Olivia tapi tidak dia lakukan karena dia masih bertekad untuk membuat Olivia sadar akan ketergantungannya pada EL.


El itu orangnya keras kepala sama seperti kedua saudara kembarnya, jadi dia tidak akan mengingkari ucapan yang keluar dari bibirnya sendiri.


Sebentar lagi adiknya akan menikah, sekarang saja Ay sedang memilih baju pernikahan, EL takut saat pernikahan nanti wajahnya diketahui oleh publik, maka akan semakin sulit jalan EL untuk mendekati Olivia karena akan banyak wanita yang mengejarnya. EL akui hanya dengan wajah saja EL mampu membuat beberapa wanita mengejar dirinya apa lagi kalau orang-orang tau dia berasal dari keluarga kaya, akan semakin heboh teman kampusnya.


‘Tok tok tok’ pintu kamar EL di ketuk, dan dengan malas pria itu keluar dari kamarnya.


“kenapa Josh?” tanya El bingung karena yang mengetuk tadi adalah Joshua adik sepupunya.


“Auntie bang! Auntie Ara kena teror__” ucapan Joshua tidak dapat dilanjutkan lagi karena EL langsung berlari menuju ruang tamu.


.


“Mommy!” teriak Al saat melihat mommy ara duduk dengan di pegangi oleh daddy Deon. “apa yang terjadi dad? Siapa yang melakukan ini pada mommy?” tanya EL panik.


“Mommy gak apa sayang, Cuma syok sedikit aja” jawab mommy ara tapi tangannya masih terus bergetar.


“mommy tidak luka kan?” seru El lagi, dia masih panik melihat kondisi mommy ara.


Mommy ara berusaha tersenyum pada putra keduanya itu dan menggelengkan kepala pelan.


EL yang masih belum puas dengan jawaban mommy ara langsung menoleh menatap daddy deon. “siapa yang melakukan ini dad?” tanya El, dia melihat sedikit bercak darah pada jas milik Deon.


“musuh lama daddy, yang sudah membuat daddy phobia, dia juga musuh dari klan mafia brian” ungkap deon.


“pada pernikahan ay, semuanya harus pakai topeng” kata mommy ara tiba-tiba.


“loh mom, bukannya sudah diputuskan kita akan memperkenalkan calon pewaris kerajaan bisnis daddy, kenapa sekarang masih harus ditunda lagi?” tanya Daddy Deon.


“daddy itu masih punya banyak musuh, mommy gak mau ya anak-anak mommy akan diincar seperti tadi” ucap mommy ara dengan wajah penuh emosi.

__ADS_1


Deon hanya bisa pasrah dengan keputusan istrinya, “baiklah daddy akan lakuin apapun yang mommy inginkan”.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


__ADS_2