
“Mbak, bisa tolong cepat?” ujar EL pada petugas kasir yang sedang menghitung barang belanjaannya, sambil terus menatap ke arah El.
“Ahhh, i-ya mas, maaf ya, saya orang baru jadi gak bisa cepat” bohong kasir itu. Olivia yang kebetulan berada dibelakang El untuk menghitung barang belanjaannya sedikit menyunggingkan senyum melihat tingkah dua orang wanita yang bertugas sebagai kasir itu, satu nya lagi menghitung barang belanjaan El dan satunya lagi memasukkan ke dalam plastik, Olivia sendiri juga terpesona dengan wajah dingin bak kutub utara itu, tapi dia sadar umurnya dan EL adalah mahasiswanya, jadi Olivia berusaha menghilangkan kekaguman pada EL.
“Mbak, tolong cepat ya, saya yang biasa beli disini udah hapal loh dengan wajah mbak mbak ini” tegur Olivia.
El berbalik melihat kearah Olivia, “makasih kak” ucap El tulus, jujur dia memang risih dengan pandangan para wanita itu padanya, El sudah bosan mendapatkan pandangan kekaguman dari wanita, tapi entah kenapa dia malah berharap wanita dibelakangnya untuk mengagumi wajah tampannya.
“Ihh kita kan juga manusia kak, jadi pasti banyak kesalahan, maaf ya mas agak lama, tadi saya khilaf ada kesalahan dikit” ujar kasir itu berharap El memberikan senyuman maaf pada dirinya, tapi yang di dapatkan hanya wajah datar tanpa ekspresi.
“Ya sudah kalau bisa cepat” El menghela nafas panjang, dia lupa untuk membawa masker yang biasa dia gunakan jika pergi keluar, dan saat itu terjadi masalah seperti ini akan selalu terjadi, EL tau mereka berusaha menghambat dirinya untuk pergi dari sana, dan itu membuat El sangat risih.
Sekitar 10 menit berlalu, akhirnya barang belanjaan El sudah siap di hitung, pria itu mengambil barang belanjaannya tanpa ucapan terima kasih dan senyuman pada kedua kasir itu, tapi pria itu berbalik dan melihat Olivia.
“kak Dosen, terima kasih banyak” ucap el disertai senyuman dan itu mampu membuat wanita-wanita yang ada disana pingsan hanya melihat senyuman manis dari El.
“Ahh iya” jawab Olivia dengan sedikit kaku, karena terkejut merasakan detak jantungnya kembali bergemuruh aneh.
Setelah mendengar jawaban dari olivia, EL berbalik dan menghilang dia sama sekali tidap peduli dengan pandangan orang-orang pada dirinya, begitu lah EL.
.
Setelah El pergi kedua orang kasir itu langsung bertanya pada Olivia tentang El.
“kak, kakak kenal cowok ganteng tadi?” tanya kedua Wanita itu serentak.
Olivia mengulum senyumnya,bukan hanya dua orang kasir itu yang berharap olive menjawab, tapi beberapa Wanita yang melihat El juga melirik menunggu jawaban Olivia.
“Hmm, dia tetangga baru, kemungkinan akan sering kesini” jawab Olivia.
Mendengar itu kedua orang kasir itu bersorak Bahagia, mereka yang berniat untuk keluar kerja dari sana langsung membatalkan niatnya, karena berharap seperi cinta-cinta dalam negeri dongeng, atau cerita novel, ‘jatuh cinta di supermarket’ judul yang absurd banget.
...🦁🦁🦁🦁🦁...
__ADS_1
“Gimana EL? Ketemu ?” tanya Al begitu el memasuki apartemen miliknya.
“Siapa?” balas EL datar, pikiran pria itu masih terus terbayang Olivia.
“Siapa lagi kalau bukan adik kembar kita si Ay, ketemu gak?” tanya al sekali lagi.
“Ohhh, gak ketemu” jawab EL datar.
Al melotot menatap El, “lah gak ketemu santai-santai aja?” seru al mulai kesal.
“Ya coba telepon sana” perintah El.
Al semakin manatap EL dengan pandangan marah, “udah tapi ternyata dia meninggalkan ponselnya disini” gerutu AL.
“ya udah nanti paling dia pulang, sabar saja” ujar el santai.
Sedang asik berbicara telepon al tiba-tiba berbunyi.
“Bang” suara seorang Wanita terdengar begitu Al mengangkat teleponnya, membuat pria itu sedikit mengernyit bingung.
“Dedek bang, dedek diculik” Suara santai ay terdengar dari dalam telepon.
“Apa?” pekik AL, dia yang lagi duduk langsung berdiri begitu mendengar adik kesayangannya diculik.
“Ay tadi bilangnya apa?” terdengar suara pelan pria dari dalam telepon.
Setelah itu terdengar suara ay dengan tawa kecilnya “hehehe lupa”.
“Bang ay gak jadi diculik” ucap ay pada Al dengan suara keras.
Terdengar helaan nafas Al dan pria itu baru bisa Kembali duduk, el yang penasaran segera mendekat kearah el dan menyuruh pria itu untuk men loudspeaker suara ponselnya. Al mengangguk dan segera melakukan apa yang El minta.
“Ay sayang, ay sedang ada di mana?” tanya lembut Al pada adik kesayangannya itu
__ADS_1
“Hotel” Mendengar jawaban Ay yang sangat cepat dan singkat membuat al dan el langsung melotot.
Sekali lagi terdengar helaan nafas berat dari Al.
“Bersama siapa dek?” Al berusaha mengontrol suaranya agar tidak terdengar sinis atau kasar, dia tidak mau adik kecilnya itu ngambek.
“Om Brian, tadi ay lapar jadi diajak makan di hotel, terus ay sekarang mau izin nonton film sama om brian” jawab ay dengan sangat lancer.
“Bisa berikan ke brian teleponnya dek?” Perintah al, dia berusaha mengontrol suaranya sambil meremas bantal sofa yang ada disana.
Tidak lama al mendengar suara seorang pria.
“ya abang ipar?” tanya brian berusaha dengan nada ceria.
“Bisa kembalikan Ay kepada kami tuan brian?” suara horror Al mulai terdengar sangat mengerikan.
“Hehhehe, kami Cuma makan gak lebih, sumpah” kekeh brian.
“Baik jika cuman makan, kembalikan adik kami ke hadapan kami dan harus kamu sendiri yang mengantarkannya, jika dalam waktu 30 menit ay tidak juga hadir di hadapan kami, maka aku akan melaporkan pada daddy” Al mulai mengeluarkan ultimatum pada Brian.
“hahahha, aku tidak takut padanya, dia sudah banyak melanggar janjinya” Suara tawa brian mulai terdengar, tapi itu sama sekali tidak membuat kedua pria kembar itu gentar atau ketakutan.
“Aku tau om, om seorang mafia, tidak akan ada yang om takuti, tapi om tidak takut ay sendiri yang menjauhi oom? Ay itu walau pun umurnya sudah 18 tahun tapi kelakuannya masih seperti anak kecil, dia akan menuruti semua perkataan kedua abang kembarnya dan daddy tersayangnya, jika om berusaha menculik gadis itu dan menjauhkannya dari kami, kami tidak yakin ay akan bertahan dalam waktu 1 minggu” Ancam al dengan suara yang sudah mulai tenang, pria seperti Brian tidak bisa di acam dengan suara tinggi, tapi membawa nama ay akan membuat nya menyerah.
Terdengar helaan nafas Panjang yang berasal dari brian.
“baiklah, tapi tidak bisakah kalian membiarkanku sedikit lebih lama?” tanya brian berusaha bernegosiasi dengan adik ipar nya.
“kau bisa bersamanya di dalam pengawasan kami, lagi pula beberapa hari lagi aku akan tinggal di apartemenku, kau bisa menculiknya ke apartemen mu, asal atas persetujuanku” tegas Al.
“Baiklah abang ipar~ kami akan segera menyusul ke sana” ucap Brian.
Setelah itu telepon tertutup.
__ADS_1
...🐻🐻🐻🐻...