Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
66. Pulang


__ADS_3

“Ahhh kesal gue!” gerutu Al sambil membaringkan dirinya di tempat tidur, pria itu kesal karena tidak bisa bertemu dengan kekasihnya yang sedang menemani Ay yang sedang di pingit dari tunangannya.


‘pluk’ sebuah bantal melayang pada kepala AL, pelakunya adalah El, dia kesal karena sajak tadi Al menggerutu tidak bisa menelpon kekasihnya, mau bagaimana lagi ponsel Aurora juga diambil oleh mommy Ara.


“EL!” amuk AL yang memang sedang emosi.


“berisik tau gak! Udah berapa kali lo bilang ‘kesal gue’ lama-lama gue usir lo dari kamar!” amuk EL, dia sebenarnya juga sedang emosi karena Olivia masih tidak mau menghubunginya.


Al menatap El dengan mata menyipit sinis, “kalau kangen telepon aja! Dasar sok jual mahal” sindir Al.


“bisa diam gak lo!” males meladeni abang kembarnya El akhirnya mengalah dengan cara keluar dari kamar.


“mau kemana EL?” teriak Al memanggil El yang sudah mulai sampai di pintu.


“Cari jodoh” ucap El asal.


‘Brak’ bunyi pintu yang tertutup secara keras, EL menutup pintu dengan sangat kuat, dia sendiri tidak sadar sudah menutup pintu dengan cara membanting.


“hahahaha dasar tu gara-gara sok jual mahal jadi ngejomblo dan sekarang marah-marah gak jelas” Al tertawa keras melihat tingkah laku adiknya.


Tawa AL tiba-tiba terhenti, “oh iya gue kan juga lagi galau gara-gara mommy, akhhhh kok bisa lupa” pekik Al kesal.


.


Al akhirnya ikut keluar kamar, dia berjalan menuju kamar Ay dan disana tampak kekasih hatinya sedang duduk di taman.


“AKhirnya ketemu juga” pekik Al senang sambil memeluk Aurora dari belakang.


“AL! ngejutin aja!” pekik Aurora.


“habisnya telepon gak diangkat, aku juga susah bertemu dengan kamu sayangku” ucap AL sedikit mencurahkan kekesalannya pada Aurora.


Aurora terkekeh pelan sambil menepuk nepuk punggung tangan Al yang masih memeluknya, “mau gimana lagi ponsel sama mommy Ara” balas Aurora.


“Ya diambi___ Auuuuu sakit sakit mommy sakit!” teriak Al kencang, karena sekarang telinga Al sedang di jewer oleh mommy Ara.


“hmmm sakit kan! Belum nikah udah berani mesra mesraan”.


“Kan Cuma peluk aja mom__aahhhkkk! Mom! Sakit mom!” pekik AL lagi, pasalnya tangan mommy Ara masih setia menjewer putra pertamanya itu.

__ADS_1


“peluk aja apaan, gak boleh peluk peluk!” omel mommy Ara.


“mom! Mommy kan sama daddy juga gitu dulu!” pekik Al tidak terima.


“gak ada pokoknya gak boleh! Aurora sana masuk kamar teman ni AY” perintah mommy Ara.


Dengan cepat Aurora mematuhi calon mertuanya dan meninggalkan Al yang masih berteriak kesakitan.


“yaahh mommy baru bentar Al mesra-mes___auuuu momm ampunn kan udah gak peluk!” pekik Al.


**


“mom, ini gak guna juga di pakai” Al menunjuk topeng setengah wajah yang dia kenakan, pria itu terlihat gerah dengan topeng yang bertengger di wajah tampannya.


“biarin aja, pokoknya gak boleh lepas, yang tau dan sadar Cuma teman kampus kamu saja, masalah itu bisa ditutupi dengan uang daddy kamu” jawab mommy Ara dengan tegas.


“hah orang kaya mah bebas” ucap Al pasrah.


“udah sana siap-siap mommy akan melihat adik kamu dulu” mommy Ara cepat cepat keluar dari ruangan kedua putra kembarnya yang sedang bersiap.


Al geleng-geleng kepala melihat tingkah mommy nya, “buat apa siap-siap coba mau seganteng apapun gue tetap aja gakada yang bisa liat” gumam Al sendiri.


.


“hah” nafas Al dan El serentak, kedua saudara kembar itu langsung saling berpandangan dan menatap sinis, keduanya sama-sama kelelahan akibat berkali-kali menolak Wanita yang ditawarkan oleh rekan bisnis daddy Deon.


“jangan meniru gue” ancam AL dengan mata memicing tajam.


“Siapa juga yang mau ngikuti playboy gak jadi seperti lo” balas El tidak mau kalah.


“mending gue kan, udah dapat penjaga hati dari pada lo, masih ngejomblo aja” ledek Al.


“semua juga gara-gara elo, coba aja lo gak pakai taruhan-taruhan gak jelas itu, gue pasti bakal diterima” gerutu el.


"Alasan aja, biar gak sakit hati jadi gue yang di jadikan tumbal, tapi gak apa, gue bersedia asal hati lo senang brother" Al berkata sambil tersenyum mengejek.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


Beberapa hari setelah pernikahan Ay dan Brian, Al, El serta Aurora lebih dulu pulang, mereka sudah terlalu lama libur kuliah.

__ADS_1


El pulang dengan keadaan benar-benar kelelahan. bukan hanya kelelahan hati tapi badannya juga sangat capek.


Pria itu berjalan gontai menuju pintu apartemen nya.


'Ceklek' tiba-tiba mata El terbelalak kaget saat mendengar pintu apartemen di belakangnya dibuka dan langsung merasakan sebuah pelukan pada punggung nya.


"ehem" deham El sambil berusaha menoleh melihat siapa yang memeluk tubuhnya dari belakang. "Ka-kak?" pekik El tidak percaya.


". . . " tidak ada suara dari Olivia gadis itu masih memeluk EL dari belakang.


"Ini kakak dosen kan?" El kembali bertanya karena takut dia sedang berhalusinasi atau yang memeluknya adalah hantu.


"hmm" hanya dehaman yang keluar dari mulut Olivia.


"Merindukan ku?" tebak El.


Olivia menjawab dengan anggukan pelan, dan itu membuat El semakin puas, gadis itu mulai mau terbuka dengan perasaannya.


"Aku sudah dengar tentang tunangan kakak".


Tangan Olivia langsung melepaskan pelukan dari El, dia hendak berbalik tapi El lebih dulu menahan tangannya.


" jangan melarikan diri lagi, kita bicarakan baik-baik" El menarik kopernya dan tangan Olivia menuju apartemen gadis itu bukan apartemen nya.


Begitu sampai di sofa El duduk dan menarik Olivia untuk duduk di dekatnya.


"Katakan kenapa kakak berbohong padaku?" ujar El langsung pada pokok masalahnya.


Olivia masih menunduk, tidak menjawab.


"Kakak akan menunggu orang yang tidak akan pernah muncul lagi atau aku yang sekarang ada di hadapan kakak?" El mengganti pertanyaannya hingga mampu membuat Olivia mengangkat kepala menatap pria itu.


"Aku ulangi kakak masih memilih orang yang tidak akan pernah muncul lagi atau aku yang saat ini sangat mencintai kakak dan akan melindungi kakak?" ulang El. "Aku tidak meminta kakak untuk menghapus nama pria itu tapi izinkan aku menggantikan dirinya untuk melindungi kakak apakah kakak bersedia?" tambah El.


Setitik air mata meluncur dari mata lentik Olivia gadis itu mengangguk sambil terisak kecil.


El tersenyum senang dan langsung memeluk tubuh olivia, memasukkan gadis itu ke dalam pelukannya dan membiarkan dia menangis di dadanya.


...🐺🐺🐺🐺🐺...

__ADS_1


__ADS_2