
“Dad, abang al boleh tinggal di apartemen sendiri?” tanya AL, melihat keberanian adiknya EL akhirnya ingin menyampaikan keinginannya juga.
“yang, gak boleh, ara gak mau pisah dari abang AL sama abang EL” rengek ara tidak terima, wajah Wanita tiga anak itu sudah berubah sendu.
“Sayang mereka cowok, dulu kakak seumuran mereka sudah tinggal terpisah dari ayah dan bunda, jadi kamu harus bisa merelakan itu, mereka harus bisa mandiri sayang” Deon Kembali memberi pengertian, tapi ara tetap tidak mau mendengarkan.
“Dedek juga mau ti__”
“Dedek gak boleh” Belum juga ay mengatakan maksud ucapannya Daddy deon dengan cepat memotong ucapan Ay, hingga ay hanya bisa diam.
“Kok abang al dan abang el boleh, tapi dedek gak boleh?” Bentak Ay tidak terima dengan keputusan daddy deon, jika Al dan El deon membolehkan, tapi saat dia meminta Deon dengan cepat menolak, ini kah yang Namanya pilih kasih?
“kamu cewek, selamanya kamu adalah tanggungan daddy sampai kamu nikah nanti, baru kamu, boleh pisah dari daddy” ucap Deon dengan suara sedikit meninggi, entah kenapa Deon terlalu over protektif dengan putri satu-satunya itu.
Ara melirik sinis Deon, “giliran putri kesayangannya yang mau tinggal sendiri dia yang marah dan gak terima” Gerutu ara, matanya masih menatap nyalang pada Deon.
“Sayang, Ay itu cewek, dia juga masih kecil masih 18 tahun, jadi belum bisa pisah dari daddy” jelas Deon Panjang lebar.
“kalau gitu dedek nikah aja, biar bisa bebas dari daddy” kata Ay secara spontan.
“OH NO! tidak boleh! Dedek masih 18 tahun, belum boleh nikah dulu” tolak deon dengan keras.
Ara semakin panas dibuat deon, “Siapa ya yang menghamili anak orang di saat umurnya masih 18 tahun! Bahkan sebelum lulus sekolah lagi bunting nya!” bentak Ara kesal emosinya mulai naik jika sudah menyangkut tentang umur.
“Sayang itu kan zaman dulu, itu wajar, kala__” ucapan deon terhenti.
“Ohhh jadi mommy sekarang udah tua, beda zaman dengan anak-anak mommy! Gini-gini mommy masih bisa buat anak lagi!” sungut mommy Ara dengan kesal, gak habis pikir dengan pikiran suaminya itu.
“Yang, gak gitu, Ay itu_” Sekali lagi ucapan deon terhenti.
“terus aja alasannya gitu, awas daddy minta jatah malam ini!” bentak ara, Wanita itu tegak dan meninggalkan Deon yang masih bengong di kursinya.
“ini gara-gara kalian, mommy kalian ngambek kan” deon mau berdiri dan mengikuti Ara, tapi Langkah pria itu terhenti karena panggilan ketiga anak-anaknya.
“Dad, jadi gimana? Abang boleh kuliah di jogja?” tanya EL.
“Abang boleh tinggal di apartemen sendiri?” tanya AL.
__ADS_1
“Dedek ***_”
Belum sempat Ay mengatakan ucapannya deon langsung memotong ucapan Ay, “Ay tidak boleh titik” ucap Deon dengan tegas, memang benar yang ara bilang jika kedua anak kesayangan ara dia membolehkannya, tapi Ketika anak kesayangannya meminta dia tidak membolehkan, emang apa bedanya? Hanya jenis kelamin mereka yang membedaka ketiga saudara kembar itu.
“Daddy jahat” teriak Ay, dia langsung berlari menuju kamarnya.
“jika kalian ingin tinggal sendiri, bujuk adik kalian, baru daddy memberikan izin” putus deon pada kedua pria berwajah sama itu.
AL dan EL dengan cepat menyusul Ay yang berlari menuju kamarnya, selagi Deon masih memberikan lampu hijau mereka harus bisa secepatnya membujuk adik perempuan mereka itu sebelum, Deon berubah pikiran.
...⚽⚽⚽⚽⚽...
‘Tok tok tok’ deon berkali-kali mengetok pintu kamarnya, pasalnya Ara saat ini mengunci pintu kamar mereka.
“Yang, buka dong, kakak salah sayang, jangan gini dong, kakak gak bisa tidur kalau gak meluk kamu” teriak deon di depan pintu.
“Berisik! Tidur aja di sofa keluarga sana!” teriak Ara dari dalam kamar.
“Yang kok tega sama suaminya sih, dingin sayang, nanti kakak masuk angin” teriak deon lagi.
‘ceklek’ pintu terbuka dan senyum deon mengembang saat melihat wajah cemberut istrinya, tapi senyum itu hilang Ketika ara melemparkan satu buah bantal dan satu buah selimut kearahnya, setelah itu ara Kembali menutup pintu dan menguncinya.
“Biar gak kedinginan!” jawab Ara dari dalam kamar.
Deon hanya bisa menghela nafas, sepertinya kali ini dia memang harus tidur di sofa.
...🏉🏉🏉🏉🏉...
Al dan El memasuki kamar Ay yang tidak terkunci kedua saudara kembar ay itu duduk disisi kanan dan kiri ay yang sedang telungkup di tempat tidur.
“Dek, boleh ya abang kuliah di jogja” El bersuara untuk membujuk adik perempuannya itu.
“Dek, jangan ngambek dong” suara al juga terdengar, dia juga tidak mau kalah membujuk ay.
Sementara Ay diam, dia tidak mau menatap kedua saudara kembarnya itu dia masih setia menyembunyikan kepalanya pada bantal.
“nanti gimana dedek pergi kuliah?” lirih Ay, yang mulai membayangkan kehidupan tanpa kedua saudara kembarnya.
__ADS_1
Al mengambil nafas Panjang, “Abang jemput dek, abang Cuma pindah tempat tinggal bukan berarti abang tidak jagain dedek” jelas Al dalam satu tarikan nafas.
Ay akhirnya mengangkat kepalanya, melihat mata AL. Mata yang menampakkan keseriusan.
“kenapa gitu?” lirih Ay.
"Abang Al tetap di sini, cuma abang mau punya apartemen sendiri aja, jadi kita tetap kuliah sama-sama" ucap Al sambil mengelus kepala adik kembarnya itu dengan lembut.
"Dek boleh ya pisah cuma beberapa tahun" kali ini El yang berucap dengan sangat lembut.
Ay akhirnya mengangguk, "tapi abang harus janji, kalau dedek bilang kangen abang harus datang secepatnya" Ay menyodorkan jari manisnya pada EL.
EL tersenyum sambil mengelus kepala Ay dengan lembut, "abang janji akan menomor satukan adik cantik abang ini" kekeh EL.
Al menatap kedua adiknya yang sudah berbaikan, akhirnya EL dan Ay Kembali berbaikkan.
...🥎🥎🥎🥎🥎...
“Kenapa bangun?” tanya Al begitu melihat El yang duduk di Kasur sambil mengusap wajahnya.
“Haus bang, abang sendiri kenapa masih bangun?” tanya El, tapi dengan volume suara yang dikecilkan.
“Nih main” ujar Al sambil menunjukkan ponsel yang ada ditangannya dan memang dia sedang bermain sementara Ay masih tertidur nyenyak di tengah-tengah keduanya.
“bang, sorry ya” ujar El tiba-tiba.
“sorry kenapa?” tanya al tanpa melihat wajah El, karena dia sibuk bermail ponsel.
“sorry abang harus ngalah gara-gara aku” El tau Al memang selalu mengalah pada dirinya, padahal El tau AL itu mempunyai keinginan yang sama dengan dirinya.
“Udah tugas abang, mengalah pada adiknya” jawab Al dengan sedikit tertawa pelan.
“Sombong banget sih, umur kita sama loh Cuma beda menit aja” sindir El.
“tetap gue yang abang dan kamu adik” ujar AL.
El tegak hendak mengambil minuman, tapi langkahnya terhenti Ketika el berkata, “nanti kapan-kapan gue main ke kampus kamu ya, biar bisa goda cewek-cewek disana” kekeh AL.
__ADS_1
“huh!” El mendengus mendengar ucapan abang kembarnya itu.
...🎱🎱🎱🎱🎱...