Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
61. Bercerita


__ADS_3

“Itu juga urusanku, om tidak perlu ikut campur, jika mommy dan daddy tidak setuju aku akan merubah pikiran mereka menjadi setuju” ujar EL lagi dengan tegas.


“baiklah aku akan menceritakan tentang alexa” ucap brian dia mulai bercerita tentang Alexa pada EL. “Alexa adalah tunangan sahabatku yang bernama Michel, mereka bertemu di sebuah seminar saat sahabatku mulai menyamar menyelesaikan misi, Michle jatuh cinta pada Alexa pada pandangan pertama, pria itu mulai mendekati alexa” ungkap brian.


“bisakah langsung ke intinya dan tentang Alexa bukan tentang sahabat mu” ujar El dengan sedikit sinis.


Brian tertawa pelan sambil menepuk bahu El, “sabarlah dengarkan baik-baik kau akan mengetahui alasan kenapa Alexa menjauhimu dan kenapa dia tidak mau mengutarakan isi hatinya” ujar brian.


El akhinya mengangguk pasrah, “baik ceritakan lah”.


Brian mengulum senyum melihat tampang abang iparnya yang cemberut, “Alexa itu gadis yang sangat sulit didekati, dia yatim piatu, dan karena kepintarannya banyak orang yang mengasingkannya, apa kau tau itu?” tanya Brian.


El menggelengkan kepalanya, dia memang tidak tau apapun tentang Olivia, karena Olivia tidak mau bercerita tentang dirinya.


“mungkin dia takut orang yang sudah dia perbolehkan masuk kedalam hatinya menghilang begitu saja, olivia punya dua ayah dan dua ibu, kedua-duanya meninggal setelah olivia lulus dari SMA__” ucapan brian terhenti karena El memotongnya.


“kau tampak banyak tau tentang alexa, apa pernah menyimpan perasaan pada alexa?” potong El.


Brian tertawa pelan sambil menepuk nepuk pahanya gemas, “aku bisa tau karena sahabatku itu sangat cerewet dia suka bercerita tentang kekasihnya padaku, telingaku sampai bolong karena tiap hari mendengar celotohannya” ucap brian di sela tawanya.


“ya sudah lanjutkan” ujar El dingin.


“sahabatku adalah kekasih pertamanya, dan mereka menjalin hubungan cukup dalam, hingga michel memberitahu bahwa dia adalah seorang mafia, saat itu Olivia terkejut, dan dia sedikit marah karena mengetahui profesi asli dari kekasihnya, tapi seiring berjalannya waktu Alexa menerima pekerjaan Michel, lalu datanglah masalah disaat mereka bertunangan baru saja berbahagia karena michel melamar Alexa, di saat itulah kebahagian gadis itu kembali di uji, Michel terbunuh karena serangan *******, dimana Alexa berpikir bahwa ******* itu adalah musuh mafia dari michel, dan itu alasan Olivia membenciku dan Klan mafia ku” jelas Brian panjang lebar.


“Alasannya menjauhiku karena anda memiliki hubungan denganku sebagai saudara ipar?” El mulai menarik kesimpulan dari penjelasan Brian.


“benar, saat aku ke apartemenmu, aku tidak sengaja bertemu dengannya, saat itulah dia tau kau dan aku memiliki hubungan” Brian mengulangi penjelasannya.


“dia benar-benar memiliki tunangan tapi tunangan itu sudah mati?” El kembali mengajukan pertannyaan pada brian.

__ADS_1


“iya, dia mati saat michel melamar Alexa” ucap Brian.


“dan alasan kenapa Alexa trauma dengan suara dentuman itu karena serangan ******* yang menimpanya?” tanya el lagi.


Brian sedikit melotot, “dia trauma?” tanya balik brian, karena dia tidak tau bahwa Olivia memiliki trauma, yang dia tau Olivia memang menyembunyikan sesuatu dan melarikan diri dari pengawasannya, dan sekarang dia baru tau jika olivia memiliki trauma.


El menatap mata brian untuk mencari kebohongan dari mata adik iparnya, “berarti kau tidak tau banyak tentangnya, intinya aku sudah mengerti kenapa dia menjauh dan terus menolakku dan tidak mau memberikan hatinya padaku” ucap el setelah yakin dengan semua penjelasan yang brian katakan.


“hmm, El kau benar-benar mencintai alexa?” brian ingin memastikan sekali lagi bagaimana perasaan El pada Olivia.


“Ya” jawab El singkat.


“kau sudah melakukan hal lebih dengannya?” selidik Brian lagi.


El menatap sinis Brian, “itu urusanku, dan aku sudah membantu tentang restu, tidak ada lagi hutangku untuk menjawab pertanyaanmu” ujar El ketus.


“baiklah aku tidak akan ikut campur lagi, tapi sebagai sahabat aku Cuma mau bilang, Alexa adalah gadis yang baik, perlu kesabaran untuk mendapatkan hatinya, jangan mempermainkan dia, karena dia sudah terlalu sering disakiti” ujar brian sebelum pergi meninggalkan El sendirian.


Begitu sampai di bandara, Danial, daniel dan aurora, turun lebih dulu karena Ay masih dibangunkan oleh brian.


Ketiga orang itu hanya menurut mengikuti brian yang sudah berhasil membangunkan kekasihnya menuju ruang tunggu.


Ay diperkenalkan dengan daddy George, yang merupakan orang tua Brian.


Cukup lama ketiga orang itu berbincang sampai akhirnya terdengar suara teriakan dari daddy george, "hey boy! kalian ingin naik mobil sendiri atau di supiri?" pertanyaan itu ditujukan pada dua orang lelaki tampan dengan wajah yang sama.


"Aku ingin menyetir sendiri dad" jawab al.


"Aku juga, dan bisakah aku berkeliling sebentar? tidak ikut kalian?" tanya el.

__ADS_1


Daddy George mengangguk, "Alex serahkan kunci mobil pada keduanya, gunakanlah sesuka hati kalian, tapi ingat hati-hati jangan sampai terjadi masalah" peringat daddy George.


"Oke" sahut Al cepat sedangkan El hanya mengangguk dan menundukkan kepalanya sebagai ucapan Terima kasih.


Al menarik tangan calon kekasihnya menuju pintu penumpang, dan dia mulai naik dibagian supir.


“Kita akan jalan-jalan dulu oke” seru AL bersemangat sementara itu Aurora hanya diam, dia tidak tau harus melakukan apa karena saat ini gadis itu cemas bercampur takut, melihat bagaimana Al mengendarai mobil, dan bergi kemanapun dia suka, bahkan membali apapun yang dia inginkan pria itu terlihat seperti seorang pangeran, pantaskan seorang rakyat jelata sepertinya bersama dengan seorang pangeran dari negri dongeng.


“Mikirin apa? Jangan berpikir pantaskah aku bersama seorang pangeran di dalam negeri dongeng?” tebak Al sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Aurora.


Gadis itu sedikit tersentak kaget, Al bisa menebak pikirannya, dan saat ini dia merasa semakin cemas.


“Apakah aku pernah bercerita, nenekku juga orang biasa?” kata Al tiba-tiba.


Aurora hanya menggelengkan kepalanya pelan. “Baiklah aku akan mengatakan nenek dari daddy itu hanya orang biasa yang jatuh cinta pada seorang milyader, jadi keluarga kami tidak butuh harta lagi, bahkan daddy deon akan mlepaskan semua perusahaannya pada orang lain jika aku atau EL tidak mau mengurus, bagi keluarga kami uang dan status bukanlah penentu kebahagiaan memang hidup perlu uang, tapi uang tidak bisa mendatangkan kebahagian yang asli, jadi jangan berpikir kau akan dilempar dan di usir begitu sampai di rumah ku” ucap Al dengan tegas.


Aurora kembali terdiam mendengar ucapan Al, “baik” jawab Aurora singkat.


“ahh! Hampir aja lupa” Al menepuk jidatnya sendiri.


“apa Al?” Aurora menatap Al dengan wajah bingung.


“nanti jangan cemburu kalau ada anak kecil yang mencoba mendekatiku” ujar Al.


“anak kecil?” beo Aurora.


“yup, anak kecil yang meminta mommy menjodohkan dirinya padaku, tapi aku sudah menolaknya dan aku tegaskan sedikit beranilah sayangku, berani karena aku ini milikmu, jangan kalah dengan anak kecil itu” goda Al.


Aurora langsung merona merah mendengar ucapan AL, dia memilih memalingkan wajah tidak mau berbicara lagi dengan AL.

__ADS_1


...🐼🐼🐼🐼🐼...


__ADS_2