Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
108. AL


__ADS_3

Aurora meletakkan tas sandangnya pada meja didekat tempat tidur, Al dan Aurora baru saja sampai ditempat tujuan honeymoon mereka yaitu pulau Whitsunday island di Australia, Aurora ingin pergi ke tempat pantai yang sangat indah, makanya Al membawa gadis itu ke sana.


“Yang! Sayang! Danial!” panggil Aurora berkali kali, gadis itu sedang membongkar koper mereka berharap Al membantunya tapi pria itu tidak juga menyahutnya. Aurora akhirnya menoleh untuk melihat apa yang sedang dilakukan suaminya itu.


Al saat ini sedang menatapnya dengan intens Aurora tau sekarang Al sudah tidak dapat menahan diri lagi, sejak malam mereka selesai perayaan pernikahan, Al masih belum bisa menyentuh istrinya itu, sekaranglah saatnya mereka bisa melakukan hubungan suami istri yang sudah di nanti-nantikan.


Al berjalan pelan mendekati Aurora dan menarik gadis itu agar berhadapan dengannya. AL langsung mengunci bibir Aurora dengan bibirnya, tangan kanannya diletakkan di balik tengkuk wanita itu sambil ibu jarinya menstimulasi kulit halus pada lehernya. Tangan kiri AL menahan punggung Aurora dengan mantap ketika Aurora menghapus jarak antara panggul mereka. Keduanya tahu pasti ke mana kegiatan ini akan berlanjut dan tidak ada yang berusaha menghentikan luapan gairah ini.


Aurora sudah tau dia memang harus menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri. Ini pertama kalinya Aurora merasakan kehabisan nafas ketika berciuman dengan Al, biasanya Al selalu membatasi dirinya tapi kali ini pria itu lebih ganas dari biasanya. Aurora benar-benar membutuhkan asupan oksigen. Sensasi terbakar yang ia rasakan dalam paru-parunya semakin terasa panas sembari wanita itu mencoba mengatur detak jantungnya yang sudah tidak karuan dan siap melompat dari rongga dadanya. Cara AL menyentuh dan menyerangnya benar-benar membuatnya kewalahan, apalagi Aurora masih mencoba untuk menyamakan tempo mereka.


Keduanya terus bergerak hingga sampai di sebuah sofa dan duduk disana, Al terus mencium aurora yang duduk di atas pangkuannya menciun dengan sedikit ganas. Al merasa kepalanya serasa ingin meledak saat erangan lembut lolos dari bibir Aurora, sementara wanita itu kini menempelkan setiap lekuk tubuhnya pada tubuh AL, pria itu bisa merasakan setiap tonjolan yang ada pada tubuh Aurora ditambah lagi dengan cara wanita itu menggoyangkan pinggulnya di atas pinggul AL—bisa gila pria ini kalau masih harus menahan diri.


 


AL memindahkan posisi tangannya dari tengkuk Aurora menuju punggungnya, dengan mulus ia menyelipkan kedua tangannya ke balik kaos putih Aurora untuk meraba permukaan kulit punggung wanita itu. Aurora mendesah geli saat jemari AL dijalankan pada tonjolan tulang belakangnya dengan menggoda sambil pria itu intens menghisap bibir atas dan bawah Aurora bergantian. Wanita itu menyisir rambut AL dengan jemarinya, membawa tangannya dari puncak kepala AL dan menjabak pelan rambut pria itu, untuk menyampaikan seberapa teransangnya ia sekarang.


Pria itu menyelipkan tangannya ke kedua sisi panggul Aurora, ia meremas permukaan kulit wanita itu dengan seduktif sebelum ia mengangkat ujung-ujung kaos Aurora dengan cekatan. Aurora sendiri langsung mengangkat kedua lengannya ke atas, memudahkan proses AL untuk melepaskan kain yang menghalagi aktifitas mereka. Pria itu kemudian langsung menarik sendiri kaos yang dikenakannya sebelum ia lanjut ******* bibir Aurora yang sudah semakin membengkak karena hisapannya. AL berhenti sejenak, menarik tubuhnya sedikit dari Aurora untuk melepas Rolex yang dikenakannya.

__ADS_1


 


“Permukaan metalnya bisa melukai kulit indahmu.” Jelas AL sambil berbisik di permukaan bibir Aurora, menjawab pertanyaan yang tersampaikan dari sorot mata wanita itu.


 


Pria itu menarik tubuh Aurora lagi, menempelkan bagian tubuh atas mereka yang sudah tidak terlindungi sehelai benang pun, merasakan gesekan dari panasnya kulit mereka. Erangan Aurora semakin menjadi ketika AL mengarahkan ciuman ke lehernya, menghisap kulit halus pada permukaan tipis itu dan meninggalkan bekas kemerahan yang membuatnya semakin terbawa permainan mereka. Pria itu melanjutkan gerakan bibirnya ke arah tulang selangka di bawah bahunya, ia menyeringai nakal pada istrinya yang terlihat menikmati aksinya dan terus melanjutkan untuk meninggalkan bekas-bekas kemarahan lain di atas kulit mulus Aurora.


Tangan kirinya masih tetap menahan posisi punggung wanita itu yang kini mulai berkeringat, sementara tangan kanannya memijit dada sintal Aurora. Wanita itu harus menggigit bibirnya untuk menahan luapan gairahnya sendiri saat lidah AL mulai menggoda puncak gunung kembarnya. Pria itu menghisap lembut puncak gunung sebelah kiri Aurora yang gelap kemerahan sementara tangan kanannya terus memijat dan sesekali mencubit gunung sebelah kanan Aurora dengan seduktif.


 


 


Ia menarik lengan Aurora untuk mengangkat tubuh wanita itu dari posisi terbaring dan dengan cepat memposisikan Aurora untuk duduk pada tepi sofa. Dalam satu gerakan mulus AL menarik turun sisa-sisa kain yang masih menutupi tubuh bagian bawah istrinya sambil bibirnya masih sibuk ******* bibir Aurora. AL menarik tubuhnya sedikit dari Aurora sambil mengatur deru napasnya sendiri, saat ini istrinya sudah dalam keadaan polos di hadapannya dan AL merasa wajahnya semakin memanas hanya karena melihat mahakarya yang ada di hadapannya.


 

__ADS_1


Aurora memindahkan lengannya untuk menutup dadanya dari pandangan AL sambil menggigit bibirnya gugup, wajahnya semakin memerah karena minder, cara AL menatapnya justru membuatnya merasa lebih tidak percaya diri dari sebelumnya.


 


“Jangan memandangiku seperti itu, apa ada yang salah?” Ia menunduk malu.


AL tersenyum hangat, ia kembali mendekatkan wajahnya pada Aurora, menyapu rona merah pada wajah wanita itu, membelai permukaan bibirnya yang lembab sebelum menciumnya sayang.


“Lov, kau cantik sekali.” Ia berbisik diantara ciuman mereka. “Maafkan aku yang menatapmu tanpa berkedip, hanya saja kau benar-benar mempesona dan aku tidak bisa mengalihkan pandanganku.”


 


AL memulai aksinya dengan memanjakan tubuh bagian bawah Aurora, dia memulai pemanasan dengan memanjakan tubuh bagian bawah milik aurora.


Aurora menegang merasakan sensasi yang pertama kali dia rasakan, tubuh wanita itu kini terkulai lemas di atas sofa, ini adalah sensasi yang pertama kali Aurora rasakan dan dia sangat menikmati itu.


Al tersenyum dan mengangkat tubuh Aurora kedalam gendongannya setelah berhasil membuat istrinya menegang Al kembali memulai permainannya, “ini baru awalnya sayang, aku akan membuatmu lebih melayang ke surga” bisik Al sambil membawa tubuh Aurora yang sudah lemas menuju tempat tidur yang sudah dihias dengan kelopak mawar berbentuk love.

__ADS_1


Aurora hanya bisa mengangguk lemah membiarkan saja apa yang akan suaminya lakukan pada dirinya.


...🙈🙈🙈🙈🙈...


__ADS_2