Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
90. Danial


__ADS_3

Olivia mengangguk, “Tapi kebanyakan dari mereka hanya menyatakan kekaguman mereka saja—kalau aku boleh mengutip kata-kata mereka, aku dijadikan alasan mereka untuk semangat datang ke kelas.” Olivia tersipu, ia tertawa geli dengan pernyataannya sendiri yang dianggapnya konyol.


“Ey Kak, wajahmu bisa memerah hanya karena membicarakan tentang fans-fansmu.” Ledek EL.


 


Olivia menutup wajahnya malu, “Aku bukan gadis yang tumbuh dikerubungi banyak lelaki, EL. Kau lihat sendiri fotoku tadi, apa aku terlihat seperti gadis populer cantik nan sexy yang selalu diincar ribuan pria. Jadi ya, aku harus jujur padamu bahwa terkadang aku menikmati perhatian kecil yang diberi mahasiswaku.”


 


“Kau menganggap mereka seperti anak-anak ingusan yang memandangmu dengan mata berbinar-binar?” Balas EL sinis.


 


Olivia menggeleng, “Aku tidak pernah meremehkan mahasiswaku, kau pasti tidak mengerti rasanya mendapat perhatian seperti itu, EL. Kau terlahir untuk menjadi pria Casanova yang populer, justru kau yang selalu dikejar-kejar.”


 


“Kau sok tahu” EL memutar matanya bosan. “Kak, Apa kau pernah melihat aku menghabiskan waktu dengan wanita lain selain dirimu?”


 


Olivia sedikit membelalakkan mata tidak percaya jika EL tidak pernah menikmati waktu bersama wanita lain.


 


“Aku penasaran, apa yang kau lakukan pada para mahasiswa itu.” Lanjut EL, “Apa kau menolak mereka mentah-mentah?”


 


Olivia mendengus geli sambil menggeleng. “Aku tidak perlu menolak mereka karena mereka tidak menuntut apa pun dariku—seperti yang kukatakan, mereka hanya sebatas mengagumiku. Biasanya aku akan tersenyum sopan dan menikmati perhatian mereka tanpa perlu berkata apa-apa, karena mereka semua sudah menyadari bahwa ada kode etik yang mengikat.”


“Baiklah tapi perlu kakak tau aku bukan hanya mengagumimu tapi jatuh cinta pada sosokmu kak, aku tidak pernah sekalipun seperti ini dengan wanita manapun dan kakak tau kakak adalah wanita pertama dalam hidupku, aku tidak akan pergi dari kakak jika kakak tidak menyuruhku pergi” ungkap EL.


Olivia memeluk EL dan memberikan kecupan pada pipi EL, “Jangan tinggalkan aku EL”.


Kedua pasangan kekasih itu saling berpelukan dan bercerita bersama.


...🐯🐯🐯🐯🐯...

__ADS_1


Al terlihat sangat senang karena Aurora akhirnya mau mengikuti keinginan Al untuk berhenti dari pekerjaannya.


“Lov, hari ini kita kencan yuk” ajak Al sambil berdiri dibelakang Aurora yang sedang memasak.


Aurora berdecak kesal, “kenapa gak bilang dari tadi? Ini aku udah masak Al!” gerutu Aurora kesal.


“Biarin aja, di tinggalin aja itu, kita makan di luar, ya lov” bujuk Al.


Aurora menggelengkan kepalanya, “Gak mau, kita kencan tapi habis makan, Al bisa tolong menjauh Aku gerah ini” gerutu Aurora kesal.


Al menyunggingkan senyumnya, dia memberikan ciuman pada pipi Aurora dan setelah itu pria itu berjalan menuju kamar aurora.


Sekitar lima menit kemudian Al keluar dengan sebuah ikat rambut ditangannya.


“Mau apa Al?” tanya Aurora heran, karena saat ini Al sedang memegangi rambutnya.


“Biar gak gerah” AL mengulum senyumnya karena saat ini dia sedang memikirkan sesuatu untuk mengerjai Aurora. Tangan Pria itu dengan terampil mengikatkan rambut aurora, dan begitu sudah terikat, Al langsung mencium tengkuk aurora dan hal itu sukses membuat Aurora merinding dan kesal.


“AL! sana jauh-jauh, aku bilang sama mommy Ara baru tau rasa” sekarang Aurora sudah berani mengadu pada calon mertuanya, karena Ara sangat baik padanya dan bahkan Aurora dianggap anak oleh mommy Ara.


Bukannya menjauh Al malah semakin menghimpit badannya hingga Aurora terkunci dan gak bisa bergerak. “Bagus juga kita gak kencan diluar, kencan di sini aja lebih hot” kekeh Al, pria itu berkali-kali mencium pelipis Aurora bukan hanya itu dia juga mencium bahu aurora.


Al mematikan kompor yang menyala dan lengsung menggendong Aurora sambil mencium bibir gadis itu dengan rakus.


Aurora yang sudah terangsang akhirnya mengikuti permainan Al, gadis itu melingkarkan tangannya pada leher Al dan membalas pagutan yang Al berikan padanya.


Al duduk di sofa masih dengan ciuman panas mereka.


“Ahh ahhh” suara deru nafas Olivia terdengar saat Al melepaskan sebentar pagutan mereka, mata Aurora sudah sayu menatap mata Al. Pria itu tersenyum senang telah berhasil membuat gadisnya menurut, dia kembali menciumi bibir Olivia, dari bibir mulai turun ke arah leher dan memberikan beberapa kiss mark disana.


“DANIAL!” suara teriakan Ara membuat Al dan Aurora berhenti dengan aktifitas mereka.


Al mengerjapkan matanya sebentar sebelum kepalanya berbalik melihat orang yang berdiri dibelakangnya.


“Mommy!” Aurora langsung turun dari pangkuan Al dan menunduk takut.


“Mommy?” Al nyengir melihat mommy Ara yang sudah seperti Iblis kematian.


“Jadi ini kelakuan kamu kalau Aurora ada disini?” Ara menjewer telinga Al dengan kuat, sementara Deon yang juga ada disana tertawa keras.

__ADS_1


“jalanmu masih panjang nak, ingin mencoba seperti daddy, kamu masih amatiran” ujar Deon dalam hatinya.


“Akkhhh mom sakit mom!” teriak Al kesakitan.


“Kamu ya! Untung mommy ke sini, gimana nanti kalau mommy gak ke sini? Kamu pasti sudah memerawani anak gadis orang!” amuk Ara.


“Mom! Sakit ini baru pertama kali mom, AL Cuma mau ngerjai Aurora aja, Al gak bakal lebih kok mom” Sanggah Al.


“Gak bakal lebih gimana? Itu tanda peta udah banyak di leher aurora masih mau bilang gak lebih? Sana ke kamar mandi tidurkan anaconda kamu sendiri” usir Ara pada putra pertamanya itu. “kamu gak apa kan sayang?” tanya Ara khawatir pada Aurora.


Aurora masih menunduk malu karena kepergok oleh calon mertuanya, dia takut Ara akan berpikir dia adalah wanita gampangan yang mau memberikan tubuhnya begitu saja.


“Ma-maaf mom” Aurora mulai terisak kecil.


“Mom abang yang salah, abang yang menggoda Aurora jangan berpikiran macam-macam mom” Al berusaha membela kekasihnya.


Ara menatap sebal Al dan memukulnya dengan kuat, “Kamu itu keturunan daddy kamu! Sudah pasti kamu yang mulai duluan! Awas kalau berani menggoda calon mantu mommy lagi, bakal mama jadikan anak angkat mommy jadi kamu gak bisa nikah sama Aurora” Ancam Ara.


Al langsung bersujud didepan mommy ara, “jangan dong mom, ini abang payah loh nyarinya setelah bertahun-tahun berpetualang cinta, baru sekarang abang menemukan yang seperti aurora” Al memperagakan tangannya bak seorang pujangga.


“Alah sok puitis! Mommy mau bawa aurora jalan sekarang, awas kalau kamu ikut mommy”


“lah mom, abang tadi yang mau kencan sama Aurora, kok jadi mommy sih yang kencan sama au!” pekik Al tidak terima.


“Suka-suka mommy dong, kamu disini aja mendam di apartemen sama daddy kamu, mommy mau quality time dengan menantu mommy” tanpa menunggu ucapan protes dari Al, ara langsung menarik tangan Aurora menuju pintu keluar.


“Lah dad, kok boleh mommy pergi?” tanya al pada daddy deon.


“Udah di beri ancaman tadi, kalau daddy protes, si anaconda gak boleh masuk gua” gumam deon lemah.


“hahahhaha daddy memalukan suami suami takut istri” gelak tawa AL terdengar kencang.


“Oohh liat aja saat kamu menikah kamu akan mengikuti jejak daddy, buah tidak jauh jatuh dari pohonnya sobat” ledek Deon.


...🐻🐻🐻🐻🐻...


bonus pict


__ADS_1


__ADS_2