Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
70. Nama panggilan


__ADS_3

“hai aku Ana mantan pacar Al, bisakah kita bicara berdua saja, ada sesuatu yang akan aku beritau padamu” isi pesan yang dikirimkan pada ponsel Aurora.


Dua orang gadis tampak cemas dan saling pandang karena sudah 30 menit mereka tidak menerima balasan apapun dari pesan yang mereka kirimkan.


“Tu anak baca tidak sih?” gerutu Ana sambil melihat melihat ponselnya sejak tadi.


“Pesan lo kurang daya tariknya, mana mau dia datang jika isi pesannya hanya itu” komentar teman ana yang Bernama Stela.


“Gue bingung mau ngomong apaan, tu anak gak bis akita dekati karena kemana mana selalu Bersama Al, heran gue biasanya Al rishi kalau pacarnya selalu mengikuti” gerutu Ana, dia adalah salah satu mantan pacar AL yang putus karena ana meminta Al berciuman dengannya.


Stella tertawa meremehkan ana, dia adalah mantan pacar yang paling lama dengan AL, awalnya dia memang sengaja memutuskan Al karena permintaan dari mommy Al, dia tidak tau Al lebih berharga dari yang diperkirakannya, Stella menyesal meninggalkan Al, setelah diberikan uang oleh mommy Al, dia pergi keluar negri untuk melanjutkan studi yang dia impikan.


“Setauku kau yang paling lama dengan Al, bagaimana bisa kau bisa bertahan selama itu dengan pria seperti Al, dia tidak mau membayarkan makanan kita, dia juga tidak mau menemani kita jalan-jalan, apa lagi memberikan uang untuk belanja”.


Stella menatap ana, dan Kembali tersenyum merekehkan. “Aku lebih berpengalaman dengan pria miskin dan pura-pura miskin, tidak sepertimu, Al itu memang berpura-pura miskin tapi kau tidak sadar jam tangan dan sepatu yang dia gunakan berharga ratusan juta, semua barang yang Al gunakan selalu barang limited edisi yang hanya keluar 3-5 buah di dunia, wajar jika banyak orang yang tidak tau” sindir Stella. Dia memang mengetahui Al kaya dari barang-barang yang Ay, Al, dan El kenakan, tapi tidak menyangka Al adalah anak pewaris Allinsky yang selalu menjadi pembicaraan public.


Jika dia mengetahui itu dia tidak akan meminta 5 milyar untuk ganti putus dari AL, mommy ara bersandiwara dengan mengatakan bahwa Al adalah anak pengusaha yang tidak terlalu kaya, dan dia menawarkan salah satu anak rekan kerjanya. Stella yang memang melihat uang 5 milyar langsung tergiur apa lagi dengan pria kaya yang disodorkan padanya, dia tidak menyangka itu adalah ujian buatnya, dia akan mengancam mommy ara jika dia Kembali pada al, Stella yakin Al masih mencintainya, karena tidak ada Wanita yang memutuskan al selalu pria itu yang memutuskan.


“Mana aku tau kalau dia adalah anak dari pembisnis nomor 1 se asia itu, dan sekarang aku harus bersaing dengan banyak orang, setelah tau Al anak dari pembisnis itu” gerutu Ana kesal.


Stella masih tersenyum meremehkan, “tenang saja, aku yakin mereka akan putus sebentar lagi, Wanita miskin seperti itu tidak akan tahan dengan uang yang di sodorkan oleh orang tua AL”.


“maksud lo apaan?”


“Gue putus dari AL karena mommy nya menawarkan uang 5 milyar pada gue, ya gue terima dan gue putus” kekeh Stella.


“Anjrit lo! Yang benar? Udah tau dia kaya kenapa lo tinggalin gila lo ya” pekik Ana tidak percaya, jika ana jadi Stella dia gak bakalan putus, karena Al lebih menguntungkan dari pada uang 5 milyar.


“ya gue gak tau kalau dia bisa sekaya itu, orang mommy al ngaku Cuma pengusaha biasa dia menjual gelangnya buat untuk membayar gue, ya gue pikir memang hanya pengusaha kaya yang gak sekaya itu” balas Olivia santai.


“kalau gue tau juga gak bakalan gue putusin, tapi gue udah punya kunci bagi al dan mommy nya gue yakin Al bakal balik sama gue” batin Stella.

__ADS_1


.


Al melihat pesan yang tadi baru saja Aurora terima, dia tidak sengaja melihat isi pesan itu saat sedang bersandar pada bahu Aurora.


“Sial tu cewek-cewek gila, jangan pernah ladeni lov” Al memasukkan ponsel aurora ke dalam sakunya.


“iya gak bakal, tapi tu ponsel kok masuk saku kamu Al”.


“bakalan aku kasih kalau kamu ubah panggilan ke aku lov” goda Al.


“Al~ jangan main-main lah, siniin ponsel gue”.


Al menggeleng dan tertawa jahil, sudah beberapa hari ini dia merubah panggilannya pada aurora menjadi Lov, sedangkan Aurora tidak mau mengganti nama panggilannya.


“Lov, ayolah ganti ya, kalau gak aku bakalan minta langsung nikah ni” ancam Al.


Aurora tertawa pelan mendengar ancaman kekasihnya itu. “iya-iya sayang”.


“iya ayok, nanti aku telat, aku juga udah sering bolos” gerutu Aurora.


“tenang aja gak bakal di pecat orang bos nya yang minta kamu cuti” kekeh Al, kedua orang itu baru keluar dari apartemen mereka menuju restoran tempat olivia kerja.


...🐯🐯🐯🐯🐯...


“Aku akan memberi pengumuman sebentar saja, setelah itu kalian boleh makan siang” ucap olivia sebelum menutup kelasnya hari ini.


Seluruh mahasiswa membungkam mulut mereka dan perhatian kelas langsung tertuju pada Olivia.


 


“Jadi aku baru saja kembali dari seminar di luar negri, berita baiknya adalah mereka menyukai proposalku dan memintaku untuk melanjutkan ide awal untuk diaplikasikan pada sesuatu yang lebih praktikal.” Jelasnya.

__ADS_1


Seluruh mahasiswanya menepukkan tangan mereka untuk memberi selamat atas pencapaian lain yang diperoleh dosen mereka. “Kau hebat Bu!” Anak berbadan gempal yang selalu menyela Olivia menyahut—Olivia telah mengangkat anak itu untuk menjadi ketua kelas.


 


“Terima kasih, Anton” Balasnya sambil tersenyum.


 


Seperti yang telah diprediksi olehnya, hanya dibutuhkan waktu beberapa minggu untuk membuat para mahasiswanya bersimpati padanya. Mahasiswa Olivia bahkan sekarang sangat senang karena mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari pakar green design yang sudah mendapat pengakuan di kelas dunia. Mereka juga senang karena Olivia adalah profesor yang mengizinkan mahasiswanya mengulik ide seliar mungkin tanpa batasan—tidak seperti dosen tua pada umumnya, dan Olivia selalu bisa menjawab pertanyaan mereka tanpa perlu memerintahkan mereka untuk mencarinya di Google saja. Para mahasiswinya menganggap Olivia sebagai senior mereka dan memanggilnya kakak dan kebanyakan mahasiswanya duduk manis selama ia mengajar di depan, menikmati keindahan paras dosen muda penuh dengan tatapan kagum.


“Nah, karena lanjutan dari proyek ini adalah penggarapan ide, aku ingin merekrut dua orang dari mahasiswaku untuk turut serta dalam proyek ini.” Tambahnya.


 


Beberapa anak segera mengangkat tangan mereka.


 


“Tunggu, biar kujelaskan. Aku tidak bisa asal saja memilih mahasiswa, aku harus memeriksa portofolio kalian terlebih dahulu. Selain itu, kegiatan ini tidak akan mempengaruhi nilai akhir kalian karena ini berupa kegiatan tambahan.”


 


Beberapa anak mengeluh kecewa.


“Jadi jika ada dari kalian benar-benar memiliki ketertarikan dalam bidang green design dan memiliki ide untuk memanipulasi green panel yang kuciptakan ke dalam alat yang kita temui sehari-hari. Aku akan memilih dua mahasiswa untuk bergabung denganku.”


“Apa keuntungan yang akan kami dapatkan, Bu?” Seorang mahasiswi mengangkat tangannya.


 


“Nama kalian akan masuk ke dalam sitasi di proposal itu dan kalian juga akan ikut bersamaku ke Luar negri untuk mempresentasikan ide kita. Disitasi dalam sebuah seminar internasional adalah sebuah kehormatan yang belum tentu diperoleh oleh banyak siswa, Rindu. Namamu akan dikenal oleh panel internasional dan siapa yang tahu dampak hebat apa dari sitasi itu di karirmu kedepan. Jadi cobalah untuk terlihat lebih semangat.” Jelas Olivia.

__ADS_1


...🐨🐨🐨🐨🐨...


__ADS_2