
Al sudah memberhentikan motor di depan apartemen miliknya.
Aurora turun dan hendak mengambil belanjaan yang ada di letakkan di dekat motor Al, tapi tangan Al menahannya, “bayaran aku dulu baru boleh ambil ini barang belanjaan” kata al sambil tersenyum kearah Aurora.
“ini kan mau di bayar, habisletak motor diparkiran cepat ke apartemen, aku akan masak makanan buat kita berdua” ujar aurora.
Al menggelengkan kepalanya, “aku tidak mau itu, kan aku bilang bayarannya yang lain”.
“jadi apa dong?” Aurora sudah mulai emosi dengan pria tampan di depannya itu.
Al memberi intruksi pada Auroran untun mendekat, “sini aku bisikkan, buka dulu helm kamu” perintah al.
Aurora akhirnya mengikuti permintaan Al, dia membuka helm dan mulai mendekatkan telinganya pada al, tapi baru saja gadis itu menunduk, al dengan cepat menarik sebelah tangan Aurora, dan entah apa yang terjadi bibir Aurora menempel pada pipi Al, dan itu seperti Aurora ingin mencium Al padahal sebenarnya Al yang sudah membuat tubuh gadis itu oleng dan menubruk pipi al.
“Gila! Kamu ya Al!” Aurora murka dan memberikan hantaman keras pada tubuh Al, sedangkan pria yang mendapatkan ciuman dipipinya itu hanya bisa tertawa keras sambil memegangi perutnya. Pukulan Aurora sama sekali tidak terasa di badannya, malah Al merasa geli.
“Al sinting!” kesal Aurora, gadis itu dengan cepat berbalik tanpa melihat wajah al lagi, dia tidak mau Al tau kalau wajahnya sudah berubah semerah tomat, al pasti akan mengejeknya atau menggoda dirinya, jika al tau.
“Au! Jangan marah dong! Ini kan bayaranku” teriak al masih dengan senyuman jenakanya.
**
‘ceklek’
Al membuka pintu apartemen sambil melihat kiri dan kanan, untuk mencari Aurora.
“cari siapa?” suara dingin itu berasal dari dapur, siapa lagi kalau bukan Aurora.
Al hanya bisa memberikan senyuman mempesonanya walaupun dia tau hal itu tidak akan berpengaruh jika di depan Aurora. Karena memang itu sikap aurora, bisa dikatakan sikap aurora mirip dengan saudara kembarnya si El, yang dingin dan jutek, tapi entah kenapa aurora bisa bersikap manis di depan Ay.
“mana belanjaanku” ujar aurora datar.
__ADS_1
“ini, jangan marah-marah terus nanti cantiknya hilang loh” ledek Al.
Aurora hanya mendengus kesal dan berbalik tanpa menjawab ucapan Al.
“aku mandidulu ya, gerah banget ni, masih lamakan masaknya?” tanya AL.
“Iya” jawab singkat Al.
Kesal dengan sikap dingin Aurora dan gadis itu menjawab tanpa menatapnya dia hanya membalikkan badan tidak melihat al sama sekali, pasalnya aurora sedang mengeluarkan bahan-bahan makanan dan memindahkan ke dalam kulkas milik Al.
‘brak’ Aurora molotot saat Al mengunci dirinya hingga sekarang tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali.
“Segitu marahnya sama aku karena aku minta bayaran?” tanya al dengan dingin.
Aurora diam, ini pertama kalinya dia melihat Al yang bersikap dingin seperti ini, padanya.
Aurora pernah lihat Al bersikap begitu saat digoda oleh beberapa pengunjung dan karyawan café dulu saat dia bekerja di cafe.
Aurora tidak dapat menjawab kepalanya hanya menggeleng, mulutnya kaku karena mendapatkan perlakuan dingin dari Al.
“jawab Au, aku inginnya kamu menjawab bukan hanya gelengan, aku tidak mengerti dengan isyarat kepala kamu” ketus Al.
“Ti-tidak, aku ti-dak ma-rah” jawab Aurora gagu.
“lalu kenapa kamu bersikap seperti tadi?” Al mulai tidak bersikap dingin tapi tidak ada kelembutan didalam suaranya.
Aurora menundukkan kepalanya tidak mau menatap wajah al.
Sekali lagi mendapatkan jawaban yang membuat AL bingung, pria itu mengangkat dagu aurora untuk dapat menatap matanya, “aku suda bilang kan, aku butuh jawaban dari mulut kamu, bukan isyarat kepala yang sama sekali aku tidak mengerti” kata al dengan tegas.
Aurora meneguh ludahnya dan meremas tangannya, “a-aku malu Al, i-ini pertama kalinya aku mencium pria, ja_” ucapan Aurora terhenti karena sekarang Al sudah membungkam bibir gadis itu dengan bibirnya.
__ADS_1
Mencium gadis itu dengan sedikit memberikan lum*tan pada bibir Aurora.
Dalam ciumannya Al tersenyum senang karena Aurora juga ikut membalas ciuman pria itu. Malah sekarang aurora melingkarkan tangannya pada leher Al.
Tapi ciuman itu tidak lama terjadi karena Aurora yang terbuai akan ciuman al mulai sadar bahwa yang dia lakukan adalah kesalahan, gadis itu menggigit bibir Al yang masih menciumnya hingga al berhenti mencium Aurora dan menatap gadis itu heran, karena apa yang baru saja terjadi.
“kok aku digigit Au?” suara AL sudah berubah menjadi lembut dan senyum pria itu juga muncul.
“sana mandi, kita memang tidak seharusnya melakukan hal seperti ini, ini salah Al” ujar Aurora.
Al mengernyitkan alisnya bingung, “salah kenapa? Aku tidak sedang berpacaran dengan seseorang, dan aku sedang single, tidak ada yang salah dengan ciuman tadi, dan kamu juga menikmatinya Au”.
Aurora menggelengkan kepala dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya, “salah, ini tetap salah, jadi aku mohon tolong anggap ini tidak pernah ada atau aku pergi dari sini, aku tidak bisa tinggal bersamamu” lirih Aurora dia menunduk tidak mau menatap mata al yang sekarang sudah memancarkan rasa kecewa.
“hahahha” Al tertawa tapi di sudut matanya keluar air mata, “baik aku akan melupakannya, seperti permintaanmu, dan aku akan bersikap seperti biasa saja” Al segera berbalik dan meninggalkan Aurora.
‘BRAK’ pintu kamar Al tertutup dengan keras hingga menimbukan bunyi yang cukup keras.
Setelah yakin al tidak ada disitu lagi, Aurora terduduk sambil memegangi kedua lututnya, gadis itu menangis mendengar perkataan Al, bukannya hati Aurora menjadi tenang, tapi hatinya berdenyut sakit, aurora tidak mau mengakui tentang perasaannya yang sudah jatuh dalam perangkap Al, pria itu berhasil memasuki hati Aurora tapi aurora tidak mampu mengutarakannya, terlalu takut, dia takut akan sama seperti Frans cinta pertamanya, yang menghilang secara tiba-tiba dan bersikap acuh begitu Aurora mengatakan perasaannya pada Frans.
Keluarga Frans juga tidak menyukainya yang hanya orang biasa dan tidak bisa memberikan masa depan yang cerah pada Frans, Al adalah pria kaya, dan mapan, Aurora yakin keluarganya tidak akan mau menerima dirinya yang miskin dan tidak jelas asal usul dari mana.
.
Sedangkan di dalam kamar mandi, Al terduduk dibawah shower masih lengkap dengan bajunya, dia mengacak rambutnya dengan kasar, pria itu menyesal sudah berkata kasar dengan Aurora, dia tidak ingin gadis itu kembali membuat jarak yang semakin jauh darinya, al merutuki dirinya yang tidak mampu menahan diri jika sudah berada didekat gadis itu.
...🦉🦉🦉🦉🦉...
bonus pict
Aurora yang terlihat seperti mencium al
__ADS_1