Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
17. Menolong Au


__ADS_3

“kak~ ayolah temani ay, masak abang El aja yang temani ay~ rengek ay pad Al, yang akhir-akhir ini sering menghilang untuk mengunjungi pujaan hatinya.


“iya-iya ini abang lagi nemani kamu kan?” jawab al.


Ujian kelulusan sudah mereka lewati dan juga hari pernyataan kelulusan pun sudah mereka lewati, disaat orang-orang sibuk mencoret-coret baju melampirkan tanda tangan pada baju mereka, ketiga saudara itu memang datang ke sekolah buat mengetahui siapa yang lulus walau mereka sebenarnya yakin mereka sudah lulus, dan permintaan ay sangat unik, dia ingin ditemani menunggu brian untuk datang menjemputnya.


Ay masih suka duduk di dinding belakang sekolah, dia masih berharap Brian datang padanya atau setidaknya brian memberikan kabar pada dirinya.


“dek pulang yuk” ajak Al, sudah 1 jam lebih Ay menunggu di sana, Al tau yang ditunggu pasti seperti biasa tidak akan datang. Pikiran Al sekarang sedang bertanya bagaimana keadaan Aurora, apa dia mengalami kesulitan dalam bekerja, seperti biasa Aurora seperti seekor kucing galang jika berada didekat al, mungkin itu insting perlindungan diri dari manusia playboy seperti al, makanya Aurora bersikap cuek, jutek, jahat dan menyebalkan, complete sudah.


“Bentar lagi” jawab Ay dengan lesu.


“Dek pulang yuk” kali ini EL yang mengajak Ay untuk pulang.


Ay menoleh pada abang keduanya itu, akhirnya dia mengangguk pelan, “gendong” rengek Ay. EL berjongkok di depan Ay dan mulai menggendong gadis itu di punggungnya.


Al menggeleng-gelengkan kepalanya, Ay memang lebih mudah nurut jika El yang berbicara dibanding dirinya.


“bang, nanti kalau om brian muncul, abang harus hajar dia ya” gumam Ay pelan.


“Iya abang akan hajar dia karena sudah membuat adik abang menunggu terlalu lama” ucap EL.


“Kapan abang berangkat ke jogja?” tanya Ay.


“1 bulan lagi, ay mau main kemana sama abang? Biar kita puas-puaskan main di taman bermain dan tempat lainnya” ajak EL.


“kalau gitu sekarang kita main__” ucapan Ay terhenti karena suara dering ponselnya berbunyi dengan keras.


🎼


📲“halo Au, kamu kenapa?”


📲“A-ay bisa to-tolong a-aku” suari isakan Aurora terdengar dari sebrang telepon.


📲“Kamu kenapa au? Kirim posisi mu sekarang denganku” teriak Ay khawatir.


“kenapa Dek?” tanya AL saat melihat muka panik Ay, gadis itu juga minta turun dari gendongan abang El.


“Au dalam bahaya bang, kita harus ke tempat au sekarang” Ay menunjukkan ponselnya yang menampilkan posisi Aurora berada.


“bahaya gimana?” Al juga ikutan panik saat adiknya mulai berlari keluar sekolahnya.

__ADS_1


“Au kemungkinan akan di jual” jawab Ay singkat, dia segera memanggil bodyguard daddy nya yang memang berada di sekitar sekolah.


“Apa maksud kamu dek?” pekik AL yang sudah mulai cemas.


“nanti aja ay jelasin, kita harus cepat sampai di rumah au sekarang!” teriak ay tidak kalah kencang dengan teriakan AL.


...🦊🦊🦊🦊🦊...


Tidak membutuhkan waktu lama hanya dalam waktu 15 menit three dan sampai di lingkungan kumuh tempat Aurora tinggal.


“I-ini jalan ke rumah au?” tanya bingung AL.


Ay tidak menjawab gadis itu sibuk melihat posisi Aurora di dalam ponselnya. Tampaklah rumah tua yang dindingnya sudah banyak terkelupas berwarna hijau, Ay ingat aurora pernah mengatakan rumahnya berwarna hijau.


‘tok tok tok’ ay tergesa-gesa menggedor pintu rumahnya.


“Au! Kamu di dalam? Ini aku au! Cepat buka!” pekik Ay.


‘ceklek’ pintu itu terbuka, dan tampak seorang pria berbadan besar yang membuka pintu, pria itu tersenyum mengerikan saat melihat Ay yang berdiri di depan pintu.


“Hai cantik siapa kamu?” tanya pria itu.


“Aurora sedang tidak ada disini” ucap pria itu.


“Jangan bohong! Gue tau teman gue ada di dalam!” pekik Ay.


“Dia ti__”


“AYA!! TOLONG!” ucapan pria itu terpotong karena suara teriakan Aurora.


AL dengan cepat menendang pria di depan pintu itu hingga dia tersungkur. Al masuk dan mendorong setiap pintu yang tertutup, sementara EL melindungi adiknya, walau ay bisa melindungi diri mereka sendiri, AL dan EL tetap selalu di minta mengutamakan perlindungan pada AY, dan tidak boleh meninggalkan AY sendirian.


.


‘Brak’ pintu terbuka secara paksa, terlihat Aurora sedang duduk dengan di ikat pada kursi, gadis itu sedang memakai pakaian pernikahan dan sedang di rias, namun karena sejak tadi dia memberontak, jadi tangan dan kakinya di ikat.


“Siapa kamu?” pekik perias yang ada.


“Al, tolongin gue” isak Aurora di tempat dia duduk.


Melihat Wanita yang dia sukai terikat seperti itu, Al emosi dan mendorong semua orang yang ada disana, tangannya dengan cepat membuka ikatan yang mengikat aurora.

__ADS_1


“Hei! Siapa kamu! Dia itu adalah barang jualanku! Sudah waktunya dia berbakti pada keluargaku!” pekik pria yang tadi membuka pintu.


“Barang jualan? Hahahha kalau begitu aku yang akan membeli nya” ucap AL dengan mengerikan.


“Apakah kau mampu? Dia dihargai 2 milliyar karena masih virgin, kau tidak akan mampu membelinya!” ucap pria itu.


“Akhhh” ringis Aurora saat Al membukakan ikatan pada kakinya. Dengan cepat pria itu menggendong aurora.


“kau tidak bisa membawanya!” pekik pria itu. Dibelakangnya sudah ada beberapa pria berbadan besar yang hendak memukul Al.


‘buuk’ EL dan Ay menendang beberapa pria untuk membuat jalan pada al dan aurora.


“Ayo cepat bang!” teriak Ay.


Tidak berapa lama mereka berada diperkarangan tampak mobil van hitam dating dan keluarlah beberapa pria berjubah hitam dari sana.


“Kau hendak mengambil calon pengantinku, hadapi aku dulu” ucap pria berubur 50 tahunan yang baru saja keluar dari mobil van itu.


“Au, lo duduk disini dulu” Al meletakkan Aurora berada di tengah-tengah dia dan kedua saudaranya.


‘Brak’ bunyi suara dentuman keras berasal dari Ay yang melemparkan sebuah kayu kearah salah satu penculik.


“ikutan dek?” tanya EL.


“pengen olah raga, ay sedang mau melampiaskan kekesalan Ay dengan om brian!” kesal Ay.


“Oke jangan sampai luka dek, bahaya nyawa abang” ucap AL.


Pertempuranpun dimulai ketiga oang itu tidak tampak kewalahan melawan beberapa pria berbadan lebih besar dari mereka, memang ketiga anak-anak Deon selalu dilatih melawan pria yang berbadan lebih besar dari mereka, tujuannya, apabila tidak ada bodyguard mereka akan tetap bisa melindungi diri mereka.


Aurora sedikit terkejut Ay yang dia kenal kekanakan bisa melawan beberapa pria dengan badan kecilnya. Gadis kecil itu tampak lincah menghindari setiap pukulan yang di arahkan padanya, seolah-olah hal itu hanya permainan baginya.


“Kalian menyebalkan!” teriak ay, dia memang membuat para pria itu menjadi samsak tinju kekesalannya pada Brian.


“kalau ay marah memang seperti itu, harap maklum” celetuk El yang berada di sebelah aurora.


“Ohh~ Al juga hebat dalam bela diri ya?” tanya Aurora, terlihat Al sangat hebat membanting badan pria yang lebih besar darinya.


“Huh” El tidak menjawab pertanyaan aurora dia hanya mendengus pelan, dia tau al terlalu over untuk menunjukkan pada aurora bahwa dirinya kuat.


...🐨🐨🐨🐨🐨...

__ADS_1


__ADS_2