Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
73. Firasat


__ADS_3

Aurora sedang mencuci tangannya di wastafel.


‘Brak’ Aurora terkejut dengan suara hantaman pintu yang sangat keras.


“Akhirnya! Lo ngapain ngintilin Al terus!” Teriak Ana sambil mendorong bahu Aurora.


“Sakit! Apaan sih lo” geram Aurora, dia sama sekali tidak takut ada dua orang wanita yang sedang berada dihadapannya.


“Eh sok berani ya lo! Gue ini calon istrinya AL! sebaiknya lo putus dari dia!” teriak Stella sambil mencekram kerah baju Aurora.


“Mommy ara gak pernah bilang tu, kalau dia punya calon menantu seperti elo, lepas deh!” balas Aurora tidak takut sama sekali. Tapi cengkraman Stella masih belum lepas dari kerah Aurora.


“Mommy ara?! Sok kenal lo sama calon mertua gue!” bentak Stella.


“Lepas gak!”


“Lo jauhi AL! karena dia milik gue! Gue yang bakal nikah sama al!” kali ini ana ikutan menindas Aurora.


‘Brak’ dua orang wanita yang sedang membulli itu tampak terkejut karena tiba-tiba pintu salah satu bilik wc itu terbuka.


“Sejak kapan mommy gue milih lo berdua jadi calon istri abang? Murahan banget selera mommy gue” Ay yang memang sedang ada di salah sati bilik WC mendengar semua ancaman yang diberikan pada Aurora.


“EH Danaya, gu-gue kira lo gak ada di sini” stella cepat-cepat melepaskan cengkramannya dari kerah Aurora.


“Kalau gue gak ada kenapa? Lo mau nyakitin calon ipar gue? Mau kena bogem lo sama gue?” Ay melipat lengan bajunya ke atas bersiap-siap dengan kuda-kuda taekwondo yang dia pelajari.


“Bukan gitu Ay, gue takut keluarga lo di permainkan sama ni cewek miskin, nanti keluarga lo bisa hancur, dia ini wanita malam, dan lagi gak punya asal usul yang jelas, gue gak mau sampai keluarga lo hancur gara-gara dia” bela Stella.


“Belum cukup uang 5 milyar dari mommy gue buat lo sadar dimana posisi lo? Lo pikir keluarga gue semudah itu dihancurkan? Bahkan kelompok mafia menyerang aja gak segampang itu menghancurkan keluarga gue! Udah gak usah banyak alasan maju kalian kalau mau ganggu calon ipar gue!” Bentak Ay, mata wanita itu sudah memicing tajam pada dua orang wanita di depannya.


“Lo pasti menyesal salah pilih ipar” Stella langsung berlari sambil menarik ana bersamanya.


“Yahhh takut, baru gue ancam dikit doang” kekeh ay. “kamu gak apa kan Au?” Ay mendekati Aurora dan melihat kearah kerah yang tadidi pegang oleh Stella.


“gak apa, kalau segini aja gue udah nyerah gue gak bakal bisa jadi adik ipar lo”.

__ADS_1


“Ini baru calon ipar gue, kesal gue liat tu nenek sihir, beberapa hari ini gue perhatiin selalu melihat kearah kita eh ternyata cari kesempatan saat lo jauh dari abang, apa perlu gue laporin kea bang aja?” omel Ay kesal.


“gak perlu, lagian gue gak apa kok, nanti kalau udah bahaya banget baru lapor” Aurora memang tidak suka ribet, dia paling malas mengurusi mantan mantan Al yang terus berusaha untuk mendekati Al kembali apa lagi sejak ketahuan Al adalah putra Allinsky tambah banyak aja mata yang mengincar AL.


“Ya udah kali ini gue diam, tapi kalau lo di ganggu saat abang atau gue gak ada, lo harus kasih tau kami mengerti?” Ay menyodorkan kelingkingnya pada Aurora berharap sahabatnya itu mau berjanji padanya.


“baiklah gue janji” ucap Aurora pasrah.


...🐺🐺🐺🐺🐺...


“Akkhhhh!” El meringis sambil memegangi perutnya, hingga membuat Olivia yang tidur di dalam dekapan EL terbangun, semenjak EL dan Olivia resmi jadian, El lebih sering tidur Bersama olivia karena gadis itu selalu tidak bisa tidur jika El tidak menemaninya.


“EL! EL!” Olivia berusaha membangunkan EL yang masih meringis memegangi perut, membuat Olivia semakin cemas. “EL! Bangun, kamu kenapa sih?”


Perlahan mata El terbuka, pria itu masih meringis memegangi perut yang terasa keram dan sakit.


“EL kenapa?”


“Sakit, sakit banget”rintih EL.


Olivia terlihat ketakutan melihat wajah kekasihnya yang sudah pucat dan keringat dingin mulai membasahi baju EL, “EL lepas dulu ya bajunya?”


Tanpa suara EL hanya pasrah begitu Olivia menarik kaos dan mengelap seluruh keringatnya. Pria itu tidak bisa berbicara karena menahan sakit pada perut bagian bawahnya.


“Kamu salah makan EL? Kok bisa seperti ini?” tanya olivia cemas, dia berusaha membuat EL tenang tapi pria itu masih merintih kesakitan. “Mau minum obat?” tanya Olivia lagi.


EL hanya menggelengkan kepala sambil memejamkan mata, membiarkan tangan olivia meraba perutnya, dan itu terasa lebih enak dibanding tadi, El yakin dia tidak salah makan.


“Kak~ to long pon sel aku” ucap el pelan.


Cepat-cepat Olivia mengambil ponsel yang diminta oleh El, “mau ke rumah sakit? Biar aku saja yang antar ya”.


El menggelengkan kepalanya dengan pelan, dia hendak menelpon Al ingin bertanya sesuatu, tapi sayang ponsel itu mati tiba-tiba karena habis baterai. “Akkhhhh!” amuk EL, dia memukul kasur sambil mengumpat kesal.


.

__ADS_1


Sekitar pukul 3 pagi AL terbangun dengan perut yang terasa sangat sakit, pria itu berusaha bangun dan berdiri menuju dapur, dengan semua tenaga yang dia punya AL berusaha membuat air hangat agar perutnya terasa sedikit nyaman.


“AL, kamu kenapa?” Aurora yang mendengar suara pecahan barang dan suara ribut diluar kamar akhirnya keluar dan melihat AL sedang terduduk di lantai dengan pecahan gelas di sekitarnya.


“Au bantuin aku sebentar please” ringis AL.


“Iya sebentar, di sini kamu bisa luka, ayo kita ke sofa dulu” dengan pelan Aurora membantu Al untuk duduk disofa, setelah itu dia membereskan kekacauan yang al perbuat, dia juga menyiapkan air hangat dan kompres buat Al.


.


“kamu kenapa Al? apa yang sakit?” tanya Aurora lembut. Al yang tadinya memejamkan mata berusaha menahan sakit kini membuka matanya dengan perlahan.


“Gak tau, perut bagian bawah gue sakit banget” rintih Al.


“Kamu aneh-aneh aja sih Al, seperti orang yang sedang Haid aja, ni minum dulu, biar agak ngeredain rasa sakitnya”.


“Au ambilkan ponsel aku tolong, aku cemas ini bukan sakit dari aku, tapi ada yang terjadi pada adik aku”.


“Oke bentar, minum dulu ini” dengan perlahan Aurora membantu Al meminum air hangat yang tadi sudah dia siapkan, gadis itu dengan sabar mengurus Al yang sedang sakit setelah itu baru mengambil ponsel milik AL.


“Hubungi Ay tolong” perintah Al dengan suara pelan.


Aurora dengan patuh mencari nama Ay dari dalam kontak Al, “gak diangkat AL” ucap Aurora.


“Hubungi terus sampai di angkat”.


“ini masih subuh al, wajar gak di angkat, kamu salah makan kali?”


“gak aku yakin ini bukan sakit dari aku, kalaugitu telepon EL” perintah al lagi, dia masih meringis tapi berusaha tetap sadar dan menahan sakit yang dia rasakan.


“NOMOR YANG ANDA_” Aurora mematikan ponsel yang tadi menelpon EL.


“Ponsel EL mati, jadi telepon siapa AL?” ucap Aurora lagi.


“Kembali hubungi Ay” ujar AL pelan.

__ADS_1


...🐯🐯🐯🐯🐯...


__ADS_2