Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
62. Berdebat lagi


__ADS_3

“Mommy, abang al juga datang kan?” tanya seorang gadis kecil yang cantik pada Ara. Gadis kecil itu adalah anak dari sahabatnya putri dan Leo, Namanya Alana.


Ara tersenyum padanya, “iya sayang, abang al sedang dalam perjalanan menuju kesini” ujar Ara.


“Alana! Kamu jangan bersikap seenaknya! Bunda tida suka melihat sikap kamu yang seperti ini! Abang al sudah menolak pertunangan kalian, jadi kamu tidak boleh bersikap seolah-olah adalah tunangan abang al” ucap Putri pada putri satu-satunya itu.


“gak mau! Pokoknya alana maunya tunangan sama abang al” pekik Alana, dia langsung berlari kearah taman meninggalkan bunda putri dan mommy ara disana.


“ya ampun maaf yar a, tu anak karena terlalu dimanja sama Leo jadi keras kepala, mentang-mentang anak satu-satunya” gerutu Putri.


Ara hanya tertawa hambar, dia juga yang salah, telah mengiyakan permintaan anak itu, sebelum dirinya bertanya pada putranya lebih dulu, “gak apa put,mungkin karena dia masih kecil, wajar kok, aku yakin seiring berjalannya waktu Alana akan mengerti,dan aku minta maaf, aku tidak bisa memaksa Al untuk bertunangan dengan Alana” lirih Ara.


“Gak apa lagi ra! Zaman kit aini mana ada Namanya perjodohan! Itu si alana kebanyakan nonton drama korea makanya jadi gitu, dia berharap bisa mendapat pria seperti pangeran, nanti dia juga akan luluh dengan orang lain” ucap putri.


Ara menggeleng pelan, “aku heran, padahal el juga memiliki wajah yang sama dengan Al, tapi kenapa alana tidak menyukai el ya, aku khawatir dengan putra kedua ku itu, dia tidak pernah berdekatan dengan Wanita” keluh ara.


“Sabar Ra, suami kamu aja baru bisa mendapatkan Wanita di umur dia yang hampir memasuki kepala tiga, jadi masih panjang bagi El untuk menemukan cintanya” ujar putri.


...🐺🐺🐺🐺🐺...


Nafas Aurora semakin tercekat begitu mobil yang dikendarai Al memasuki halaman rumah yang mirip dengan istana, Olivia melirik pada pakaian yang dia kenakan, itu adalah baju yang Ay belikan untuknya, dan melihat kepada orang-orang di depan rumah, merke terlihat seperti bangsawan dari negeri dongeng.


“Au aku duluan yang turun ya, nanti aku bukakan pintu untukmu” ucap Al, karena memang mobil dialah yang pertama kali sampai.


Aurora hanya mengangguk pelan menyetujui ucapan Al.


“Hey daddy ganteng, mommy cantikku i miss you full” teriak Al, ia langsung berlari memeluk mommy ara, dan mencium pipinya.


Al tertawa melihat wajah terkejut daddy deon, pria itu berjalan kembali turun dan membukakan pintu mobil lalu menggandeng Aurora, Ara sempat melihat gadis cantik didekat Al, tapi dia sengaja cuek saja untuk saat ini, karena masalah utama adalah adiknya ay.


El seperti biasa turun dari dalam mobil tanpa suara, ia hanya memeluk mommy nya dan mencium kedua pipi wanita itu, dan memeluk oma opa serta kedua eyangnya.


“seperti biasa putra kedua mommy selalu cool” bisik Mommy ara. EL hanya menyunggingkan senyumnya sekilas lalu kembali merubah wajahnya dengan datar kembali.


.

__ADS_1


Terjadi sedikit perdebatan di ruang tamu tentang pernikahan Ay dan Brian, El hanya mengintip dengan wajah datar.


“bang al, nanti temani alana jalan ya?” Alana gadis kecil yang tergila-gila padanya sedang mencoba mendekati Al, sebenarnya bisa saja Al mengumpat kesal karena dikejar-kejar dengan gadis kecil itu, tapi Alana adalah anak dari sahabat mommy ara, Al jadi tidak bisa berbuat apapun.


“abang mau kencan sama pacar abang” tolak Al, dia berpindah tempat duduk jadi di tengah-tengah Aurora dan Daniel.


“rasain playboy nanggung” ledek El.


“eh jomblo akut! Mending lo urus calon tunangan lo” balas Al tidak terima.


“tu anak maunya sama lo, sadar diri dong” balas EL lagi.


Aurora mengulum senyumnya mendengar pertengkaran hebat antara El dan Al.


“kak! Kakak siapanya abang al sih? Kakak tau gak aku ini tunangannya abang al?” ucap gadis SMP itu dengan penuh percaya diri.


“enak aja, enggak! Udah abang tolak ya” bantah Al langsung, dia menutup telinga Aurora dan menatap horor pada alana.


Mata gadis kecil itu udah berubah merah dan dia berlari sambil menangis.


“yaahh abang, anak kecil seperti itu bilanginnya baik baik jangan pakai otot bang” joshua adik sepupu El geleng-geleng kepala dan menyusul Alana yang memangis.


“Banget!” jawab El dan Aurora serentak.


Al melotot melihat aurora yang berbicara berbarengan sama EL, hampis saja mulutnya berucap ‘kalian serasi banget’ tapi untung saja ucapan itu tidak keluar dari mulutnya.


“AL! EL KALIAN SETUJU?!” terdengar suara teriakan mommy ara dari arah ruang tamu, Al mengelus elus dadanya berusaha menormalkan detak jantung yang tadi loncat loncat karena suara teriakan mommy Ara.


“AL SAMA EL SETUJU!” jawab AL juga dengan berteriak.


Dan kembali terdengar teriakan mommy ara untuk yang lainnya.


“tu bukan mommy gue, ngomong udah seperti TOA” komentar Al.


‘Puk’ El menepuk bahu Al.

__ADS_1


“ngapa sih bar?” gerutu Al.


“bar?” beo EL.


“lah kita kan emang kembar?” Al menunjuk wajahnya lalu wajah EL.


“emang ada aja tingkah lo kalau mau ngajak berantem, noh bapak lo nangis!” tunjuk EL pada daddy Deon.


“Ya ampun tu bukan bapak gue, gue Cuma numpang ****** dari dia” kekeh AL.


“cepat turun bar!” EL menyeret saudara kembarnya itu untuk segera turun dan mendekati daddy deon.


"daddy memalukan ah.. masak nangis" ledek Al.


karena perbuatan nya itu dia mendapatkan pukulan dari mommy Ara.


"Gak ada daddy nangis" elak Daddy Deon.


Al menahan senyumnya sambil melirik kearah daddy nya itu. "kalau gak ada kok mata daddy merah dan liat itu masih ada air di mata daddy" lekeh Al.


"Mata daddy kelilipan" elak Deon.


Al semakin menahan tawanya, tapi dia mendapat lagi pukulan pada pahannya, "jangan ganggu daddy kamu!"


"hahaha sorry mom, habis daddy lucu" gelak tawa yang sejak tadi dia tahan akhirnya keluar.


"Jadi apakah lamaran putra saya di terima?" tanya daddy George setelah diam beberapa saat menahan tawanya akibat tingkah seorang pria yang seperti anak kecil.


"ehem" Deon berdeham dan duduk dengan gaya angkuhnya, "baiklah tapi jika Brian menyakiti putriku, aku akan mengambil putriku kembali" ucap Deon dengan nada tegas.


Brian menunduk lalu mengangkat kepalanya untuk menatap mata Deon. "akan saya pastikan Ay selalu bahagia dan tidak pernah kekurangan cinta dariku" ucap Brian dengan pasti.


"Dad, thank you" Ay langsung berhambur ke pelukan Deon sambil mencium pipi pria itu.


Al dan El hanya duduk disana sambil melihat pertunjukan melodrama dari daddy Deon.

__ADS_1


Kalau kata Al ya, “daddy Lebay” tapi sayang itu semua hanya dalam pikiran al, karena dia bisa kena amuk jika mengatakannya di depan Deon.


...🐯🐯🐯🐯🐯...


__ADS_2