
Tanpa permisi seorang gadis cantik karena make up duduk dihadapan AL.
Al tidak menjawab hanya menatap gadis itu dengan alis sedikit terangkat.
“kamu lupa sama aku AL? Ini aku Mita kamu lupa sama aku?” Alin merubah wajahnya menjadi sendu saat Al tidak juga mengingatnya, bukan tidak mengingat, lebih tepatnya Al melupakan semua wanita yang pernah ada dalam masa lalunya.
“Yang aku mau yang itu dong” Al mengabaikan gadis di depannya setelah 3 detik mendengarkan ucapan gadis itu, Al lebih memilih melihat kekasihnya makan dan ingin mencoba mencicipi makanannya.
“Ambil aja sendiri” perintah Aurora.
Bukannya mengambil Al menggelengkan kepalanya dan membuka mulut semakin lebar, “suapi”.
Mendengar ucapan Al gadis yang bernama Mita itu sedikit tersentak karena tidak pernah Al bersikap manja seperti itu pada semua mantannya, bahkan saat dia meminta bergandengan tangan Al tidak mau dan langsung memutuskannya, emang al pikir mereka pacaran zaman dulu atau pacaran cara islam yang gak boleh bersentuhan. Makanya melihat tingkah baru Al membuat gadis bernama mita itu semakin penasaran apa AL mulai berubah? Dia sudah 2 tahun putus dari Al dan sejak itu Mita menjauh dari Al, yakin pria itu akan menjauhi siapa saja wanita yang mendekatinya.
“Al kok kamu cuekin aku” Mita kembali berusaha mencari perhatian AL.
“A~” Al masih tetap menganggapmita hanya angin lalu, dia masih sibuk dengan menggoda kekasihnya, sementara Aurora pasrah mengangkat sendoknya untuk diarahkan pada mulut AL. “hmm, enyhhaakk”.
“kalau mau ngomong habiskan dulu makanan di mulutmu” ucap Aurora.
“Hai nama ku Mita” mita kali ini memilih menyodorkan tangannya pada Aurora yang sedang menyuapi Al.
“Aurora” jawab aurora, dia mengangkat kedua tangannya memperlihatkan sendok dan garpu jadi tidak bisa menyambut tangan Mita, sebenarnya tadi Aurora mau menyambutnya tapi lebih dulu mendapat tatapan ancaman dari AL, jadi dia memilih hanya menjawab.
“Kamu tau Aku adalah mantan pacar Al”
__ADS_1
“Ohhh~ gak tau soalnya mantannya Al banyak” Aurora sedikit menatap sinis Al saat mengatakan ‘mantannya Al banyak’.
Al tertawa pelan dan mengedipkan sebelah matanya pada Aurora.
“Ohh jadi kamu tau, dan bentar lagi kamu akan menjadi mantannya juga” sindir gadis itu.
Aurora menatap Al, “aku mau diputusin?” tanyanya pada Al langsung.
“gak siapa bilang? Aku putusin kamu ntar burung aku terbang di potong mommy Ara” Ara memang pernah mengatakan jika dia memutuskan Aurora dan hanya menganggap Aurora sebagai mainan akan dipotong habis burungnya oleh daddy Deon yang punya segala macam pisau dan pedang Al tinggal pilih menggunakan apaan.
“jadi karena ancaman mommy Ara gak mau putus”
“gak gitu juga sayangku Lovania, mana mau aku pisah dari kamu udah susah susah cari restu sampai ke negri turki malah harus putus, kamu yang terakhir dan selamanya jadi sampai kapanpun tidak akan pernah putus kecuali kita kepelaminan, resmikan hubungan kita putus sebagai pacar tapi menjadi istriku” goda AL.
Kedua orang itu tampak mesra-mesraan di depan gadis yang bernama mita dan membuatnya semakin murka bagaimana bisa Al mengabaikannya, memang dia akui awalnya dia tidak berniat mendekati Al lagi, tapi saat mendengar Ay menikah dari majalah dan infotaiment, dia jadi tau silsilah keluarga Al, Mita menyesal telah memutuskan Al, karena dia miskin padahal Al pasti berprilaku seperti itu untuk menguji calon istrinya.
“Al aku dengan wanitamu ini miskin” cara baik tidak dapat makan Mita akan menggunakan cara jahat lagi.
“Miskin? Emang kenapa? Aku mencari wanita bukan untuk menumpuk kekayaanku tapi untuk kebahagiaanku, uangku banyak aku tidak masalah wanita ku matre” akhirnya Al menjawab ucapan Mita dnegan nada sakartis.
“Al gadis miskin itu akan mengeruk harta kekayaanmu, kau akan jadi miskin dan langsung dia tinggalkan, dia hanya cinta uangmu!”
“apa susahnya cari uang lagi dong, sampai kekasihku puas dengan semua kekayaanku, aku penasaran apa bisa kekasihku menghabiskan semua uangku?” Al menatap Aurora dengan bertopang dagu. “gimana sayang kamu bisa habiskan uangku?”
Aurora mengeluarkan dompet dan satu persatu kartu gold card dari dalam dompetnya, “keduanya belum habis, isinya kebanyakan hiks hiks” aurora berpura-pura menangis sambil kembali memasukkan 2 kartu limited edision itu dalam dompetnya.
__ADS_1
Sementara mita melotot melihat dua kartu yang kembali dimasukkan kedalam dompet, kenapa gadis miskin itu bisa mendapatkan hal yang tidak bisa dia dapatkan, apa dia sudah lulus ujian? Atau sebenarnya Aurora sangat kaya dan dua kartu itu adalah miliknya.
“Hahaha ya udah nanti aku bantuin habiskan, mudah tinggal bel__”
“Enak aja kalau kamu yang pegang entah barang barang apa aja yang sampai rumah dan itu pasti gak guna semuanya” potong Aurora.
‘glek’ Mita menelan salivanya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Aurora.
“AL, kenapa kamu bersikap berbeda dari ku, apa bedanya aku dan dia? Aku kaya AL, jadi aku tidak akan menghabiskan hartamu”.
AL menatap mita sekilas lalu tersenyum meremehkan. “Benarkah? Lalu kenapa kembali mendekatiku? Apa sekarang setelah tau aku adalah pria kaya raya kamu akhirnya mau mendekatiku lagi? Jika benar berarti yang akan mengeruk hartaku adalah kamu, bahkan ujian kecil saja kau tidak mampu melewatinya” sindir al.
Mita terdiam ternyata benar gadis di depannya itu telah melewati ujian dari Al, sekarang apa yang harus dia lakukan, memohon bagaimanapun Al tidak akan mengejarnya, hanya satu yaitu membuat Aurora memutuskan Al dengan begitu dia akan muncul memberi semangat pada al lalu mereka menikah.
“baiklah al, sepertinya aku bicara seperti apapun kamu akan tetap memutuskan aku wanita jahat, jangan menyesal Al” Mita berdiri dari duduknya dan meninggalkan tempat itu.
Al melihat mita dan menghela nafas panjang, “yang pokoknya jangan pernah jauh dariku kecuali pergi kerja sama ke toilet” perintah Al.
“emang kenapa sih? Kan dia udah menyerah” ujar Aurora.
Al menggelengkan kepalanya, dia tidak menyerah sayang, dia hanya sedang bersiap untuk berperang, dengan menghancurkanmu” ujar Al penuh dengan nada penekanan. Dia tau kekasihnya ini terlalu baik dan takutnya Aurora akan terkena jebakan oleh mita, bukan hanya mita banyak wanita yang akan berusaha mendekatinya bukan hanya mita, dan semuanya sedang menyiapkan senjata mereka masing-masing.
Aurora mengalah dia menganggukkan kepala menyetujui perintah Al, menolakpun Al akan tetap pada keputusannya, Al itu terlalu keras kepala untung saja dia sayang makanya Aurora bisa sabar dengan sikap Al, mommy ara sudah pernah cerita padanya tentang sifat Al yang mirip dengan daddy Deon, jadi Aurora harus banyak bersabar dengan sikap protektif Al padanya.
...🦁🦁🦁🦁🦁...
__ADS_1