Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
97. Nikah yuk


__ADS_3

Setelah sampai di bandara Olivia tidak tau lagi harus kemana, karena dia belumpernah diberi tau alamat rumah El, mencari di internet juga olivia tidak menemukan apapun, olivia pikir akan sangat mudah menemukan rumah pengusaha nomor satu se asia jika mencari di internet, ternyata itu semua hanya fantasi Olivia saja.


Akhirnya Olivia memesan kembali tiket pulang kerumahnya di siang hari sementara dia mencari hotel atau penginapan yang ada di dekat sana.


Sekitar 30 menit olivia sampai di sebuah penginapan, untung saja penginapan itu masih menerima orang.


Gadis itu segera masuk dan beristirahat dikamar yang telah dia pesan.


‘Plak’ Olivia menepuk kepalanya sendiri, dia seharusnya bisa bertanya pada EL dimana alamat pria itu.


“. . .” olivia terdiam saat dia mengeluarkan ponsel dan mungkin karena terlalu lama digunakan, ponsel itu kehabisan daya lalu mati mendadak, sudah mencari charger tapi tidak juga di temukan dimanapun, akhirnya olivia hanya bisa pasrah, jika EL memang bukan jodohnya memang seharusnya begitu bukan?


.


“Sayang, kamu mau bertemu dengan menantu kita?” tanya Deon pada Ara.


“Aku baru saja melihat Aurora di kamarnya, kenapa kamu tanya lagi tentang itu?” balas Ara bingung.


“bukan menantu yang itu, tapi yang dari EL” ujar Deon.


Ara yang sedang berbaring langsung duduk di tempat tidurnya melihat deon dengan mata melotot.

__ADS_1


“Maksud daddy apaan mommy gak ngerti” tanya Ara kebingungan.


“Calon menantu kita saat ini sedang berbaring di penginapan di dekat bandara, daddy gak tau kenapa dia tiba-tiba datang, tapi dia akan berangkat lagi besok siang” jelas Deon.


“Sepertinya sedang ada masalah dengan abang El, nanti saja mommy ketemu dengan dia, biar abang sendiri yang bawa” ujar Ara.


“Mau mommy uji juga?” selidik Deon.


‘Plak’ Tangan ara dengan cepat memukul lengan deon, “emang mommy sekejam itu, tapi mommy penasaran apa benar yang diceritakan abang El tentang gadis itu? Atau dia bersandiwara di depan abang el?” selidik Ara.


Sebuah senyuman muncul dari bibir Deon, “mommy tenang aja, semua yang abang ceritakan 100 persen benar, daddy sudah menyelidiki latar belakang gadis itu, tapi kehidupan aslinya lebih menyedihkan, jadi daddy rasa mommy gak perlu mengujinya, kedua anak kita yang lain juga sudah setuju kok”.


“Dua? Ay dan AL?”


“pandangan orang luar akan sinis dad” keluh Ara.


“kalau yang itu biar daddy yang urus, asal mommy jangan membully calon menantu mommy aja” ledek Deon.


“emang mommy tokoh jahat apa?” gerutu Ara.


“hahahha manisnya istri daddy, jadi pengen makan lagi kan” Deon langsung mengukung tubuh Ara dibawahnya dan mulai mencium Ara dengan ganas.

__ADS_1


**


“nah” deon melempar tiket pesawat pada EL yang sedang menikmati sarapannya.


El mengambil kertas yang diberikan oleh deon padanya, kening pria itu berkerut itu adalah tiket pesawat yang akan berangkat nanti siang, masalahnya EL belum membereskan barang-barangnya dengan benar dan biasanya dia pulang dengan menggunakan jet pribadi, kenapa ini dengan pesawat komersil?


“Pulang dengan tiket itu dan selesaikan masalahmu dengan dosen itu” kata deon.


EL semakin mengernyitkan keningnya bingung, “tapi barang-barang abang belum abang bereskan”.


“kamu mau lari dari masalahmu? Atau mau menyerah?”


“gak keduanya” jawab El cepat.


“siapkan saja yang abang perlukan, nanti sisanya bisa beli di sana atau daddy kirim” Ujar Deon.


Mata EL kini beralih melirik mommy Ara, “Mommy bolehkan emangnya?” tanya EL penasaran.


“kan udah mommy bilang bawa aja dia kehadapan mommy biar dia mau menikah dengan abang” ujar Ara.


“abang juga mau menikah sekarang Mi!” teriak Al antusias, Aurora yang ada disitu langsung tersedak mendengar penuturan Al yang secara blak-blakan.

__ADS_1


Semua mata kini menatap Al yang tiba-tiba saja ikut nimbrung dalam pembicaraan itu, “Emang Aurora udah mau nikah sama abang?” ledek mommy Ara.


“Yang tu ditanyain mommy, nikah yuk” ajak Al. dia kira pernikahan bisa semudah membalikkan telapak tangan.


__ADS_2