
“hai boleh kenalan gak?” tanya salah satu wanita yang berdiri di samping Al.
Al hanya melirik wanita itu lalu kembali melihat ke depan tanpa mengucapkan sepatah katapun.
“Sombong banget sih, kenalan aja gak boleh” sindir wanita itu lagi.
Al kembali melirik wanita di sebelahnya, “aku gak mau kenalan tuh” jawab Al singkat.
“Maaf ya, abang kembar gue sedang sensitive lagi bertengkar dengan pacar nya” ujar ay dengan nyengir.
Melihat ay yang sangat cantik wanita itu langsung beringsut mundur karena minder, ternyata tidak ada yang bisa menggoda al disebabkan adiknya yang super duper cantik.
“i-iya” jawab mereka kaku, dan mundur secara teratur.
“Hebat dek, kesal banget liat cewek-cewek penggoda seperti itu” ucap Al.
“Alah biasanya balik digoda dan berakhir dengan_” mulut Ay langsung dibekap oleh AL, dia tidak ingin Adik kembarnya itu membongkar identitasnya didepan aurora.
“dulu dek dulu! Sekarang udah gak lagi” tegur Al sambil menatap Aurora dengan senyumannya.
“benarkah? Jadi udah tobat ni?” selidik ay.
“Udah, udah kapok malah, gara-gara itu ada yang gak bisa percaya kalau abang udah berubah” al sengaja sedikit membesarkan suaranya agar aurora mendengar apa yang dia ucapkan.
“Au, tu abang udah tobat loh” ucap ay sambil mencolek lengan aurora.
“e-emang kenapa ay?”
“Ya terima aja abang ay jadi pacar au, lumayan buat supir antar jemput” kekeh Ay. Dalam hati Al bersorak Bahagia dan menangis sedih adik kembarnya membantu dalam mendapatkan Aurora, tapi kenapa Cuma jadi supir aja.
“sstttss” bukannya menjawab ay, aurora memberi kode pada ay untuk diam karena mereka menjadi bahan tontonan, dan itu membuat Al kembali sedih, entah sampai berapa lama dia akan terus mengejar-ngejar gadis itu, dia takut hatinya akan pindah.
“yaahhh au, jahat banget sih kasian loh abang ay di anggurin terus, ntar lama-lama dia menjauh loh” sindir Ay sambil fokus menatap ke depan.
“Perlu tahap ay, gak bisa langsung saja menerima hati orang lain, aku juga perlu mempersiapkan diriku untuk penolakan dan kenyataan sesungguhnya” gumam Aurora.
“Penolak kan apaan udah jelas-jelas gue udah bilang suka sama lo” al akhirnya ikutan bicara.
__ADS_1
“Penolakan dari keluargamu, kenyataan bahwa kita berbeda status” ucapan aurora membuat Al bungkam, dia tidak bisa berkata apapun lagi, dia juga takut memperkenalkan Aurora pada orang tuanya, entah kenapa ketakutan itu ada.
...🐯🐯🐯🐯🐯...
EL akhirnya datang terlambat saat pertama kali acara MOS dilaksanakan. Dia cukup menarik perhatian dengan wajah tampannya tidak banyak pria berwajah seperti dia.
“Kamu baru saja masuk sudah berani datang telat mau jadi apa generasi muda zaman ini!” bentak ketua Mahasiswa itu pada el.
El sama sekali tidak terlihat takut dia hanya diam tegak menerima kemarahan ketua mahasiswa itu.
“Kenapa kamu bisa telat!” bentak ketua itu lagi.
“Telat saja gak ada alasan” jawab El santai, dia memang telat dan mau berkilah seperti apapun dia akan tetap disalahkan.
“Ohh berani kamu! Mau jadi jawara disini?” tantang ketua itu.
“Bima! Udah deh, kasian liat tangannya luka gitu, dia pasti kesusahan untuk beraktifitas karena tangannya, untuk hari ini aja, maafkan dia ya” ucap salah satu gadis manis dengan almamater yang sama dipakai oleh ketua mahasiswa itu.
Melihat wanita pujaannya membela pria lain Bima si ketua mahasiswa menjadi tidak terima, dia semakin geram melihat El yang terlihat biasa saja dan tidak ketakutan dnegan dirinya sebagai senior di sana.
“baik” jawab El singkat, pria itu memang tidak mempunyai banyak ekspresi apalagi cara untuk tersenyum, dia juga tidak banyak bicara entah kenapa didepan olivia dia bisa banyak bicara dan bertingkah aneh.
“Bim! Udah deh, Cuma sekali juga kamu lebay banget nge hukum dia!” datang wanita cantik lainnya yang membela El. Wajah el memang mampu menyihir para wanita di dekatnya untuk terpesona padanya.
“Aku ketua disini, kalian tidka berhak untuk mengaturku! Kita harus tegas untuk siapa saja, ini resiko yang harus di tanggung pria ini karena datang telat”ucap Bima sinis. “Sekarang squat Jump 100 kali, itu hukuman kamu” perintah bima pada el.
Tanpa banyak bicara el langsung melakukan squat jump walaupun dia mendengar banyak wanita yang protes dia diberi hukuman sangat berat.
“Kamu jahat banget sih bim! Aku benci sama pria sok berkuasa seperti kamu!” bentak wanita yang disukai bima.
“Tapi Anin dia memang salah!” kesal Bima.
“Udah-udah jangan berdebat lagi, yang dihukum aja gak protes” lerai salah satu pria yang merupakan kakak senior yang melakukan MOS juga.
“DANIEL! Setelah squad jump kamu lari keliling lapangan ini 10 kali!” ucap Bima lagi.
“baik” jawab El singkat sambil terus menjalankan hukumannya.
__ADS_1
.
El terduduk di atas tanah dengan keringat yang bercucuran di wajah dan bajunya, baju kemeja putih itu sudah menjadi basah dan memperlihatkan bentuk perut sixpack El yang mulai terlihat.
“Hei bro, hebat juga kamu bisa menyelesaikan hukuman dari ketua” salah seorang pria datang menghampiri el dan duduk disebelah El sambil menyodorkan satu botol air mineral pada El. “namaku Jonshon, panggil aja Jons”. Ujar pria itu pada el.
“Daniel panggilan el” jawab El singkat sambil mengambil botol air yang disodorkan padanya.
“Gue dari jakarta, kalau lo?” tanya Jons.
“Sama” jawab El kembali singkat.
“Lo emang seperti ini ya? Kalau ngomong singkat dan tidak berekspresi?” tanya Jons heran.
El hanya mengedikkan bahu menjawab Teman barunya itu, dia tidka tau lagi harus mengatakan apa.
“Daniel, ini handuk” wanita yang tadi membela El datang dengan membawakan handuk pada El, dia meneguk salivanya begitu melihat perut el yang kotak-kotak.
“Gak perlu” jawab El singkat, “Jons gue, ke kamar kecil dulu, thanks buat airnya” ucap El sebelum pergi dari sana.
.
El berjalan sambil mengibas-ngibaskan bajunya yang menempel dengan kulit akibat keringat yang membasahi baju kemeja itu, dan bukan hanya itu el juga risih mendapatkan tatapan lapar dari para wanita yang melihatnya.
‘Bruukk’ El terjatuh bersamaan dengan wanita yang menabraknya.
“Loh El, kamu kenapa seperti ini?” suara wanita itu membuat El menatap siapa yang menabrak sekaligus berbicara dengannya.
“kakak dosen” gumam El memanggil wanita yang menabraknya.
“apa yang terjadi padamu el? Kenapa kamu seperti ini?” tanya olivia kebingungan.
“Ada yang gak suka pada El, jadi kena hukuman berkali-kali lipat karena telat” jawab el.
“Ayo ikut aku” Olivia menarik El entah kemana wanita itu membawa el, tapi el diam dan mengikuti kemanapun olivia menariknya.
...🦊🦊🦊🦊🦊...
__ADS_1