
“Permisi ini minuman_ahkkhh”
‘Prank prank prank’ bunyi pecahan gelas kaca dan botol minuman terdengar di seluruh ruangan yang di pesan stella. Tadi begitu Aurora datang semua teman-teman stella memesan makanan dan minuman beralkohol dan hanya boleh Aurora yang mengantarkan semua makanan dan minuman itu.
Saat Aurora datang membawa beberapa gelas dan minuman, ada salah satu teman stella yang sengaja melintangkan kakinya ke jalan hingga tersandung oleh aurora dan menyebabkan gadis itu terjatuh.
“Si**an! Kau pikir harga minuman itu murah!” maki Stella, dia sama sekali tidak kasihan melihat Aurora yang berada di bawah dengan badan penuh tumpahan minuman.
Aurora tegak dan menunduk, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan ketakutan, tapi dia tau dia salah karena tamu adalah raja, “mohon maaf tadi ada yang sengaja menyandung kaki saya”.
“HEI! Apa maksud lo! Lo pikir gue sengaja ! lo aja yang jalan gak benar!” maki wanita yang tadi sengaja memanjangkan kakinya keluar dari meja.
“Stell panggil manager kesini biar dia di pecat!” teriak Ana.
Aurora masih diam melihat mereka semua. Dia tau niat para wanita yang ada disana, pastinya ingin menjatuhkan dirinya.
“EH lo jangan sok ya! Berani lo melawan gue, di pecat dari sini baru tau rasa lo!” ledek salah satu teman Stella.
“udah tenang girls, gimana kalau di akita suruh minum ini” Stella menunjuk minuman beralkohol yang sudah ada di depannya.
Mereka semua saling pandang dan mengulum senyum, sebenarnya gelas itu saudah berisi dengan obat perangsang, dan stella juga sudah menyiapkan pria yang akan memuaskan Aurora, jika begini stella yakin Aurora akan meminta putus dari Al, jika aurora tidak mau maka Al pasti akan memutuskannya karena kekasihnya itu sudah di gunakan para pria di sana.
“Benar banget, gue penasaran liat anak cupu minum alcohol bisa atau gak ya?” suara cempreng Ana ikutan menyahuti apa yang dikatakan Stella.
__ADS_1
“Mohon maaf pelanggan yang terhormat, saya tidak bisa minum alcohol” ujar Aurora dengan tegas, tidak ada ketakutan sedikitpun di dalam matanya.
“Lo mau dipecat hah! Pelayan aja belagu!” bentak Stella karena sejak tadi Aurora terlihat tidak takut sedikitpun.
“Anda hanya pelanggan, memang benar saya pelayan, tapi saya bukan budak kalian, saya disini bekerja, dan tidak akan mau meminum minuman itu” aurora masih berdiri tegak dengan prinsip hidupnya.
“PANGGIL SEGERA MANAGER KESINI!” teriak Stella yang sudah mulai murka.
Tidak sampai 1 menit, manager baru itu datang dan menunduk di hadapan stella, “mohon maafkan kelancangan pelayan kami, kami akan mengganti semua biaya baju yang terkena tumpahan ini nona” ucap si manager baru.
“GUE GAK PEDULI! SURUH KARYAWAN LO BUAT MINUM TU MINUMAN!”
“Aurora tolong minum saja, hanya segelas tidak akan ada masalah” bujuk manager itu pada aurora yang masih tidak mau meminum alcohol itu.
Aurora maju selangkah mengambil gelas yang di tunjuk sejak tadi oleh Stella. Dapat Aurora lihat semua yang ada di sana tersenyum senang saat melihat dia mulai mengangkat gelas itu dan mendekati bibirnya, 3 cm lagi gelas itu akan mengenai bibir Aurora tapi sedetik kemudian Aurora melempar air yang ada di dalam gelas itu hingga mengenaik wajah Stella.
“Kyyaaaaa Annjj****ng!” umpat stella.
“Lo pikir gue takut sama lo, tidak semudah itu menghancurkan gue! Dulu memang gue lemah, tapi calon adik ipar gue selalu mengajarkan bagaimana cara melawan wanita seperti kalian ini, gue gak masalah keluar dari sini, gue masih bisa mencari pekerjaan di tempat lain”.
Stella menatap horror Aurora dia tegak dan bersiap siap untuk melayangkan sebuah pukulan pada wajah aurora, namun sayang sebuah tangan kekar menahan tangan stella yang sudah terangkat.
“Berani lo menyentuh dia sedikit saja, maka lo yang tamat di tangan gue” AL berhasil sampai di restoran itu tepat waktu, dia tidak menyangka bahwa kekasihnya mampu melawan Stella, tapi tidak akan dia biarkan stella menyakiti kekasih tercintanya.
__ADS_1
“Akkhhh sakit AL, lo tega sama gue! Padahal gue balik kesini karena gue masih cinta sama lo” lirih stella.
“Cinta?” al tertawa keras sambil menghempaskan tangan Stella dengan kuat, “Lo cinta sama gue atau harta gue? Kemana lo selama ini sebelum keluar pernyataan jika gue putra pertama ALlinsky group? Masih belum cukup uang yang mommy gue kasih? Lo pikir gue akan marah pada mommy gue karena dia memisahkan kita, gue malah bersyukur mommy membantu gue memilih wanita yang lebih baik dan itu bukan lo! Hati gue udah mati untuk lo, tidak sedetikpun gue pernah memikirkan lo lagi!”
“AL, bukan maksud gue memilih uang, tapi gue gak mau membuat mommy lo marah besar, gue gak mau hubungan kita di tentang orang tua kita, gue mau buktikan kalau gue bisa berhasil dan akan kembali ke sisi lo, percaya sama gue, gue masih sayang sama lo” Stella mulai terisak dan mengeluarkan air mata buayanya.
Al menatap sinis Stella, “Kalau lo emang ingin membuktikan lo bisa berhasil lo gak perlu ambil uang yang diberikan orang tua gue, itu saja sudah menunjukkan seberapa harga diri lo di jual, sekali lagi lo berani mengganggu hubungan gue, bakal gue hancurin usaha keluarga lo, jangan main-main dengan putra pertama Allinsky Group, semua yang ada disini bisa jatuh bangkrut hanya dalam satu jentikan jari” setelah berkata begitu Al berjalan sambil menggenggam tangan Aurora untuk menjauh dari sana.
“AKKHHHH SIAL! B*JING*N!” pekik Stella, terdengar suara pecahan kaca tapi al dan aurora sama sekali tidak berbalik badan untuk melihat apa yang terjadi, al memang tidak pernah main-main dnegan ucapannya dan mereka semua yang ada di sana tau itu, makanya saat melihat AL datang mereka hanya bisa membungkam mulut mereka tanpa kata sedikitpun.
.
Begitu sampai di parkiran Al langsung memegang pipi Aurora melihat dari atas kebawah “Ada yang luka lov?” tanya Al lembut.
Aurora menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis pada AL, “Terima kasih sudah datang”.
Al langsung memeluk Aurora, “Gak akan pernah gue biarin siapapun menyakiti orang yang gue cinta, gak akan pernah” bisik AL.
Aurora kembali tersenyum dan mengelus punggung kekeasihnya agar pria itu tenang dan tidak cemas lagi. “gak apa, gue benar benar gak apa apa, tapi sepertinya gue bakal di pecat hehehhe”.
Al melepaskan pelukannya dan mencium kening Aurora, “tidak akan pernah, siapa yang berani bos besarnya saja tidak akan berani, kalau dia berani bakal gue pecat jadi adik ipar” kekeh Al.
...🐨🐨🐨🐨🐨...
__ADS_1