Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
23. Bukan wanita biasa


__ADS_3

Sudah sekitar 30 menit Al dan aurora mengelilingi Kawasan disana, tapi masih belum bisa mendapatkan pekerjaan.


“mau antar kemana lagi?” tanya Al.


“Al, bisa gak ke rumah lama aku sebentar aja?” tanya Aurora dengan sedikit berteriak agar Al mendengar suaranya.


“Oke” jawab al diikuti anggukan pelan.


.


Al dan Aurora sampai di depan rumah Aurora, rumah itu tampak kosong dan berantakan dihalaman depan. Aurora turun dari motor Al sambil melihat kiri dan kanan takut ada abang tirinya disana.


Al yang melihat Aurora turun langsung menarik tangan gadis itu, “kau mau apa?” tanya Al panik.


“Bentar, ada beberapa barang yang perlu aku ambil, mau ya temani aku ke dalam” bujuk Aurora.


Al mengeha nafas panjang, “apakah kita harus seperti pencuri?” tanya Al heran.


“kalau tidak seperti itu bagaimana jika abang tiriku muncul?” tanya Aurora.


“Siapa yang pertama menyelamatkanmu Au? Aku bukan? Abangmu hanya masalah kecil bagiku” ujar al.


“Iya-iya” mulut aurora berkata iya, tapi gadis itu masih bersikap waspada sambil melihat kiri dan kanan serta bersembunyi dibelakang Al, tingkah aurora itu malah membuat Al tersenyum dan tertawa kecil.


Al yang lebih dulu sampai didepan pintu, dan ketika pintu itu dibuka, ternyata tidak dikunci, dan suasana rumah itu berantakan dan tidak ada orang.


“kosong Au~” ujar Al.


Aurora langsung tersenyum senang dia dengan cepat berlari menuju kamar lamanya mengambil barang yang dia ingin ambil.


Al yang ditinggalkan oleh Aurora hanya bisa tersenyum melihat tingkah gadis itu. Setelah aurora muncul dengan tas ransel yang lumayan penuh, gadis itu langsung meraih tangan al, “ayo kita pulang, barang bawaan terlalu banyak, setelah itu bari kita keliling lagi” pinta aurora/


“Oke tapi harus ada bayarannya” jawab al.


“apa bayarannya? Aku sedang tidak banyak uang ditangan” ujar aurora kebingungan.


“tenang aja bukan itu bayarannya, bayarannya Cuma satu aja, nanti setelah selesai aku minta jatahnya.

__ADS_1


Aurora sedikit waspada dan kebingungan tapi dia mengiyakan ucapan al, baginya al adalah pria baik, tapi tidak cocok dijadikan pacar, karena pria ini sangat playboy, namun hati aurora justru berkata lain, kebaikan Al membuat sedikit benih benih cinta pada gadis itu, tapi berkali-kali perasaan itu aurora tepis, dia tidak mau mengakui mulai jatuh hati pada sikap dan kebaikan Al.


.


Berjam-jam al menemani Aurora mengantar lamaran pekerjaan, menunggu wanita itu wawancara, dan yang lainnya, Al sama sekali tidak mengeluh, padahal bisa di katakan seorang tuan muda tidak akan pernah berpanas-panas ria dibawah terik matahari, tapi aurora lah yang mampu membuat al melakukan itu semua.


Aurora kembali keluar dari cafe tempat dia melamar pekerjaan, wajah gadis itu kembali murung saat dia keluar dari dalam cafe itu.


Al memberikan helm pada Aurora, "gagal lagi?" tanya Al.


"iya" angguk Aurora lemah, dia kembali naik keatas motor Al dengan menempelkan kepalanya pada punggung Al, tidak terasa gadis itu mulai terbiasa dengan sentuhan dan sikap al.


"lalu mau kemana lagi?" tanya al dengan lembut.


Aurora melihat langit yang mulai berubah gelap, dia memegangi perutnya.


"Al, pasti lapar" batin Aurora.


"Pulang aja Al, sebelum itu kita ke supermarket dulu ya" ujar Aurora.


"Ngapain ke sana?" tanya al sambil melirik ke belakangnya menatap Aurora.


"Apa aja aku suka asal jangan buah strawberry atau berry-berry yang lain aku gak suka" ujar al.


Aurora mengangguk mengerti, Ay juga pernah mengatakan padanya keluarga mereka tidak suka yang namanya buah mempesona itu.


.


Aurora memperhatikan harga yang tertera pada sayuran yang ada didepannya, betul-betul melihat yang mana yang segar dan murah.


"Biar aku yang bayar, ambil aja tanpa lihat harga, aku udah lapar banget ini" kata al sambil memegangi perutnya yang terus keroncongan.


Aurora melirik kearah Al, "tidak, aku yang akan membayar makanan kali ini, kamu sudah seharian menemaniku, jadi ini adalah bayaran dariku" jawab Aurora.


"tapi aku gak mau bayaran yang ini" kata al.


Tangan Aurora yang tadi ingin mengambil pakcoy langsung terhenti dan kepala gadis itu langsung berbalik menatap Al dengan bingung. "jadi mau bayaran apa?"

__ADS_1


"nanti aja, sekarang pilih aja cepat, ini aku kelaparan" rengek Al lagi, sambil memegangi perutnya.


"ya udah bayaran yang kamu minta nanti aku bayar, tapi bayaran ini memang keinginan dariku, kamu sudah banyak membantuku al, jadi biarkan aku membeli bahan masakan untuk kita" kata aurora dengan tegas.


"Au, aku ini orang kaya, bayar belanjaan kamu yang tidak seberapa ini aku mampu, jadi biarkan aku yang bayar, simpan aja uang kamu ya" Al juga tidak kalah bersikap tegas.


"Sekayanya dirimu, itu adalah kekayaan yang kamu minta dari orang tua, aku tidak mau kamu menghabiskan uang orang tuamu untuk aku, jika kamu gak mau terserah beli saja sendiri sana, aku akan bayar belanjaan ku dengan uangku sendiri" Aurora meninggalkan Al yang terkejut dengan perkataannya, ini pertama kalinya dia ditolak untuk mentraktir wanita, biasanya wanita yang mentraktir dirinya, dan mereka kecapekan karena al tidak peka untuk gantian membayar, dan akhirnya mereka putus.


Tapi ini al sudah peka, dan al sudah mengatakan bahwa dirinya kaya, tapi Aurora masih menolaknya.


"apakah ini cara baru untuk merayu pria sepertiku?" batin al.


"AL!"


Kepala al langsung berpalik begitu ada yang berteriak memanggil namanya.


"kamu siapa?" al memiringkan wajahnya kebingungan dengan wanita yang ada dihadapannya.


"Aku tasya, kamu lupa dengan aku?" ujar gadis yang memanggilnya tadi.


"tasya? Tasya siapa?" tanya al sekali lagi.


“Ihh, AL kok gak ingat sih, ini aku Tasya adiknya kak Stella” kembali tasya memperkenalkan dirinya pada Al.


“stella? Ahhh ~ mau apa?” tanya Al datar tanparayuan atau senyuman, Al sudah bertekat tidak akan bersikap manis lagi pada wanita selain Aurora, makanya dia bersikap seperti itu sekarang.


Tasya sedikit terkejut tapi beberapa saat kemudian dia menormalkan mimic wajahnya. “aku Cuma nyapa aja, kak mau makan bareng aku gak? Aku gak ada teman makan, aku yang traktir pastinya” ujar gadis itu sambil memperlihatkan atm miliknya.


Al sedikit tersenyum meremehkan, “maksudnya? Kamu menghina aku yang miskin ini?” tanya al.


Tasya cepat-cepat menggelengkan kepalanya, “bukan begitu Al, Aku tau kamugak punya uang makanya aku ajak makan, kak Stella bilang kamu tidak mau makan bersama kalau tidak di traktir”.


“memang benar itu dulu, tapi aku sudah punya janji, tuh lihat gadis itu” Al menunjuk Aurora yang kembali mendekatinya dengan tangan bersedekap di pinggang, “dia kekasih baruku, jadi mengantri saja untuk mendekatiku, ya” al langsung berlalu pergi dengan melambaikan tangannya, begitu sampai dihadapan Aurora, pria itu langsung merangkul bahu aurora, tapi apalah daya, aurora langsung menepis tangan Al yang sudah bertengger manis di lengannya.


“jangan mencari kesempatan dalam kesempitan AL!” ancam aurora, pada Al.


“Haiisss harusnya kamu tu mau disentuh sama aku, diluar sana banyak wanita yang berharap aku sentuh dan aku rangkul, kamu wanita apa bukan sih Au?” selidik Al.

__ADS_1


“Aku wanita tapi bukan wanita yang setipe dengan para wanita mu” ujar Aurara ketus.


...🐻🐻🐻🐻🐻...


__ADS_2