Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
28. Bertemu


__ADS_3

El yang sedang melihat-lihat kulkas memeriksa apa saja yang perlu dia stok dalam kulkasnya selama dia di apartemen. Pria itu memasukkan beberapa sampah bekas dia pindah-pindah kedalam kardus dan mengangkatnya.


“tadi Ay bilang mau kemana?” tanya El pada al yang sedang asik menonton.


“nah! Nyari juga kan! Katanya biarin aja, sok gak peduli” ledek Al dari tempat dia duduk.


El berdecih pelan, “Cuma tanya aja, ini aku mau ke bawah buang sampah, siapa tau aku bisa lihat di mana dia” ujar El.


“Gak tau, gue tadi di bohongi sama kakak cantik depan apartemen lo” gerutu Al.


El yang tidak mendapatkan jawaban pasti dari al hanya menghela nafas panjang, “ya udah gue mau pergi bentar, mau titip sesuatu gak?”


“kemana?” seru AL.


“Habis buang sampah gue mau cari swalayan terdekat, mau cari bahan makanan untuk beberapa minggu” ucap El.


“Titip sikat gigi, gue lupa bawa tadi, belikan juga buat Ay” ujar Al.


El mengangguk pelan lalu membuka apartemennya, saat itu lah dia bertatapan mata dengan wanita cantik yang keluar dari depan apartemen.


“memang benar cantik” batin El.


Wanita itu tampak kesulitan dengan kantong plastik sampah dan kardus bekas yang mau dia buang juga, sepertinya tujuan mereka berdua sama.


Tanpa banyak bicara el mengambil kantong sampah yang tadi wanita itu letakkan di lantai sebelum dia mengunci pintu apartemennya.


“ehh? Makasih” ujar wanita itu.


“hmm” EL hanya berdeham dan mengangguk pelan, lalu berjalan menuju lift.


“Ini cowok kok kesannya berbeda ya dari yang tadi?” batin kakak cantik itu.


“Ada apa? Apa aku salah ambil?” tanya El dengan wajah datarnya, karena sejak tadi wanita itu menatapnya dengan intens.


Wanita itu menggeleng pelan, “Bukan, hanya heran aja, kamu mahasiswa ya?” tanya Wanita itu.


El sedikit mengernyitkan keningnya bingung, kenapa wanita ini heran dengan dirinya? Apa dia heran karena tampangnya yang terlalu datar.


“Iya, baru mau masuk” jawab el datar.


“emang beda tadi penampakannya ceria dan seperti playboy gitu, sekarang dingin seperti kutub es, ini pertama kalinya aku ketemu sama orang berkepribadian ganda” batin wanita cantik itu. Dia masih salah paham dengan ucapan Al yang mengatakan jika dirinya punya kepribadian ganda.

__ADS_1


“Dimana?” tanya Wanita itu lagi.


“kampus XXX” jawab El singkat.


“Jurusan?” tanya wanita itu lagi.


“Arsitektur” kembali El menjawab singkat, memang pria itu tidak terlalu banyak bicara jika bukan dengan orang yang dia kenal, dia punya sisi jahil, tapi hanya berlaku pada keluarga saja, tidak untuk orang lain.


“Wahhh kebetulan aku dosen di sana” seru wanita itu sambil menunjukkan senyum cerahnya.


El sempat terdiam melihat wajah wanita cantik itu tertawa, dia merasakan detak jantungnya terasa aneh, karena berdetak dengan sangat cepat.


“berapa umur kakak?” tanya el penasaran.


“24 tahun” jawab wanita itu.


Wajah el langsung melongo mendengar ucapan wanita itu.


“hahahha jangan kaget gitu, aku sudah menjadi dosen sejak umur 17 tahun, ini bukan pertama kalinya aku menjadi dosen” kekeh Wanita cantik itu, entah kenapa dia sangat mudah berbicara pada pria dingin di depannya, di banding pria yang tadi memanggilnya ‘kakak cantik’.


“Wahhh kakak dosen hebat” puji El.


‘ting’ Lift terbuka dan mereka berdua sama-sama turun menuju tempat pembuangan sampah.


“kakak dosen?” Wanita itu tersenyum sekali lagi begitu mendengar panggilan dirinya, tadi dia dipanggil kakak cantik, tapi dia lebih suka dengan panggilan kakak dosen. Alexa Olivia Jonshon, itu adalah nama lengkap dari wanita yang sedang tersenyum karena perkataan El.


Sementara El kembali merasa aneh dengan jantungnya setiap melihat senyum Olivia.


“Ada yang aneh ya?” tanya El pelan.


Olivia menggelengkan kepalanya, “tidak, aku suka saja mendengar panggilan itu di banding kakak cantik” kekeh Olivia.


Kembali jantung El berdetak cepat saat melihat Olivia tertawa pelan, sementara olivia merasa heran dengan dirinya, entah kenapa pria dingin itu mampu membuatnya kembali tertawa, padahal dia sempat lupa bagaimana caranya tertawa.


“kakak cantik juga cocok” ujar el.


“tapi aku suka dengan panggilan kakak dosen” ujar olivia. “jadi tadi kenapa tanya aku lama tinggal disini?” sambung Olivia.


“ahh itu, aku sangat baru ditempat ini jadi tidak tau dimana swalayan terdekat, bisakah kakak dosen memberi tahuku?” tanya el.


“kebetulan aku mau ke sana, mau aku antarkan tidak jauh sih dari sini, tapi aku Cuma bisa antarkan saja karena habis dari sana aku mau pergi ketempat lain lagi” ujar Olivia.

__ADS_1


El mengangguk pelan, “apakah boleh? Nanti aku akan pulang sendiri” ujar El.


Olivia mengangguk sambil meletakkan sampah kardus yang dia bawa, begitu juga dengan el. “ayo ikuti aku” perintah Olivia, “Oh iya, tadi aku berbohong padamu tentang keberadaan adik mu, maaf ya” ujar olivia sambil menolehkan kepalanya menatap El.


El memiringkan kepalanya bingung, lalu hanya mengangguk saja, tidak terlalu memusingkan apa yang dikatakan Olivia.


...🐨🐨🐨🐨🐨...


Kedua orang itu sampai di supermarket yang dibicarakan hanya dalam 5 menit, karena tempat itu memang sangat dekat dengan apartemen mereka, jalan saja bisa sampai di sana, tapi karena Olivia ada urusan nanti, makanya dia menggunakan mobil.


“kalau gitu terima kasih kak” El menundukkan kepalanya lalu memberikan senyum tulus pada Olivia, setelah itu dia berbalik dan memasuki swalayan itu tanpa menoleh lagi pada Olivia.


‘Deg deg deg’


Olivia terdiam, senyum El terus terbayang di kepalanya, tidak seperti kepribadian pertama yang dia lihat, olivia sangat menyukai senyum kepribadian yang ini, karena mampu membuat dirinya terdiam beberapa saat.


Olivia menepuk pipinya sendiri agar tersadar dari lamunannya, dia segera menyusul el masuk kedalam swalayan, sambil sesekali melihat kiri dan kanan mencari el yang sudah menghilang.


“Sialan kenapa aku ingin melihat senyuman itu lagi” batin Olivia berbicara.


Langkah olivia terhenti saat melihat El sedang membantu nenek-nenek yang sedang kesusahan membawa troli belanjaannya. Dengan senyum ramah pria itu membantu nenek itu berjalan sambil membawa troli nenek itu ke kasir, setelah itu el kembali melanjutkan belanjanya sambil melihat kiri dan kanan.


“bisa juga dia tersenyum” batin Olivia.


Mata mereka berdua tiba-tiba bertemu, El tertawa canggung pada olivia, pria itu mendekat lagi pada olivia, “kakak dosen maaf, bisakah membantuku mencari bahan masakan barang-barang yang ada disini?” ujar El sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Olivia balas tersenyum, sepertinya senyum el mampu membuat gadis itu kembali tersenyum. “Ini pertama kalinya jauh dari rumah ya?” tebak olivia.


El mengangguk dan kembali tersenyum pada Olivia.


“baiklah, ayo ikut aku” ajak olivia sambil menarik tangan el.


El yang ditarik hanya menurut sambil menatap tangannya yang dipegang Olivia, pertama kalinya el bersentuhan dengan makhluk yang namanya wanita selain mommy ara dan adiknya Ay.


...🐻🐻🐻🐻🐻...


bonus pict


Olivia si dosen cantik


__ADS_1



__ADS_2