
Ay masuk ke kamarnya sambil membanting kopernya dengan keras, impiannya ingin tinggal dengan orang yang dia sukai hilang sudah karena ancaman dari abangnya itu.
Al menatap aurora dengan pandangan sedih “Bisa tolong tenangkan ay” pinta Al pada aurora.
Gadis itu hanya mengangguk setuju dengan apa yang Al ucapkan. Dia berjalan pelan membuka pintu kamar dia dan ay.
Setelah melihat Aurora masuk ke dalam kamar Al mendekati pintu kedua gadis itu, niatnya ingin tau apa yang di bicarakan adiknya itu.
.
“Ay, kamu masih marah?” tanya aurora pada Ay yang masih menyembunyikan kepalanya di bantal. Aurora memilih duduk di dekat gadis itu agar bisa lebih dekat berbicara pada ay.
“gak marah Cuma ngambek” gumam Ay pelan.
“Ngambek karena gak boleh tinggal bareng dengan abang ganteng itu?” tanya Aurora.
Al mendengus mendengar Aurora memanggil brian dengan ganteng.
“Au, bantuin gue ya, please” telinga Al berdiri tegak saat mendengar suara rengekan ay
“Kenapa sih kamu ngebet banget pengen tinggal sama kekasihmu itu?” tanya Aurora penasaran.
Ay menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya perlahan, “au, gue pengen nikah muda seperti mommy dan daddy, mommy masih umur 36 tahun sekarang, wajahnya masih tampak muda, dan jika kami berdua jalan bersama kami akan disangka kakak adik, gue pengen seperti mommy” ucap Ay dengan lesu.
“Emang mommy kamu hamil diumur 18 tahun?” tanya aurora lagi, dia tidak percaya jika mommy Ay masih sangat muda.
Ay mengangguk antusias, “Gak percayakan, mommy memiliki kami di saat dia masih berusia 18 tahun, dan di saat itu kami lahir, mommy dan daddy menikah saat mommy berusia 17 tahun” terang Ay.
Aurora sedikit melototkan matanya karena terkejut, “Kok bisa? Dijodohkan?” seru Aurora.
Ay mulai menceritakan pertemuan kedua orang tuanya, dan dia mulai terinspirasi dari cerita orang tuanya untuk cepat menikah.
Aurora akhirnya mengangguk pelan, gadis itu akhirnya mengerti kenapa Ay sangat terobsesi untuk menikah muda, tapi dengan orang yang dia sukai bukan dengan sembarangan lelaki.
“Aku mengerti tapi ay, aku juga khawatir seperti al dan daddy mu, sekarang di zaman kita sangat jarang ada orang yang menikah muda, apa kamu siap masa remaja mu akan berakhir?” selidik aurora.
“masa muda seperti apa? Setiap hari aku hanya di kurung di sangkar emas, keluar pun harus perlu penjagaan, aku tidak memiliki banyak teman, hanya kamu teman yang aku miliki, masa muda seperti apa yang mau aku nikmati?” gerutu ay.
“Ay, kamu kan sudah di bebaskan dari penjagaan, jadi pikirkan apa yang ingin kamu lakukan, siapa yang tau jika kamu menikah maka akan lebih di kurung? Jadi nikmati saja masa remaja mu sekarang” jelas Aurora dengan lembut.
Ay terdiam sebentar, dia memang sudah mendapatkan masa kebebasannya, tapi dia masih menginginkan menikah muda, itu adalah impiannya sejak kecil. “baiklah” ucap Ay pasrah. “oh iya aku hampir lupa mengatakannya, Au aku dapat pekerjaan untukmu” pekik Ay sambil menepuk jidatnya sendiri.
“Pekerjaan? Benarkah?” seru Aurora bersemangat.
“Iya, tapi hanya seorang pelayan di restoran, apa kamu mau? Shift malam setelah selesai kuliah kamu bisa bekerja di sana” ucap Ay.
“Gak apa, tapi apa mereka mau menerimaku? Aku belum pernah bekerja sebagai pelayan restoran” ujar Aurora sedikit sedih.
__ADS_1
Ay menggenggam tangan sahabatnya itu, “tenang saja semuanya akan di ajari di sana, kalau perlu kita nonton youtube tentang cara menyajikan makanan di restoran, kita belajar dulu dari pemilik restorannya” jelas Ay.
“Iya, makasih Ay, kamu satu-satunya temanku yang peduli padaku, terima kasih ya, padahal kita bukan dari kalangan yang sama, tapi kamu selalu membantuku, aku tidak tau harus berbuat apa untuk membantumu” ucap Aurora.
Mendengar ucapan yang keluar dari mulut aurora, Ay segera tersenyum evil, “bisa bantu aku tapi dengan membujuk abang al membiarkan aku tinggal di apartemen om brian” ucap Ay cepat.
“Tapi ay, itu__” Aurora tidak dapat lagi melanjutkan ucapannya karena ay langsung menunduk sedih ketika aurora menolak permintaan gadis itu. “baiklah akan aku usahakan, tapi kamu harus janji padaku jangan pernah melakukan hubungan yang intim pada kekasihmu itu, lakukan setelah kalian menikah” ucap Aurora.
“Tapi__”
“gak ada tapi-tapian, mau atau tidak? Apa susahnya meminta menikah jika kamu kebelet ingin melakukan itu” potong aurora.
“baiklah, tapi janji bantuin aku bilang kea bang al ya” ucap ay.
“baiklah aku janji” jawab Aurora.
.
Al menghela nafas panjang, mendengar semua pembicaraan kedua wanita itu.
...🐯🐯🐯🐯🐯...
‘ting tong’ Al membunyikan bel apartemen milik brian.
Tidak lama pria yang ditunggu al akhirnya membukakan pintu apartemennya.
Al tidak menjawab, pria itu langsung masuk tanpa menunggu ucapan yang keluar dari mulut Brian. Dengan santainya pria itu duduk di sofa dan menyuruh Brian untuk duduk di hadapannya.
“kenapa?” tanya brian lagi.
“lusa aku akan membiarkan ay tinggal bersama oom” suara al akhirnya keluar.
“Kamu sudah membolehkan?” tanya Brian.
“Ya, tapi ada syaratnya” ucap Al cepat.
Brian tersenyum senang, “apa syaratnya?”
“jangan tergoda dengan bujukan ay, om boleh mencium tapi tidak boleh lebih dari ciuman” ucap al cepat.
“Tapi__”
“mau atau tidak? Jika om melanggar maka siap-siap saja Ay akan langsung aku nikahkan dengan Theo, dia sudah mendapatkan lampu hijau dari daddy, tidak susah bagiku untuk menyuruh daddy langsung menikahkan mereka” potong al cepat.
“Apa ay akan sangat menggodaku?” tanya Brian tidak percaya.
“Liat dan buktikan saja apa yang akan terjadi, jadi terima atau tidak?” tantang Al.
__ADS_1
Brian akhirnya mengangguk setuju, “baiklah aku terima”.
“sip” ucap al, lalu dia mengeluarkan ponsel yang sejak tadi dia sembunyikan, “aku sudah merekam pembicaraan kita, jadi om tidak bisa mengingkari janji oom” lanjut Al.
“sampai berapa lama aku tidak boleh tergoda?” bukannya terkejut dengan hal yang baru saja dilakukan Al, brian lebih memilih bertanya hal lain.
“Sampai oom dan Ay sudah resmi menjadi pasangan suami istri, itu artinya sampai daddy mengizinkan kalian berdua menikah, saat ini daddy masih di turki bersama mommy, jadi bersabar melamar ay sampai mereka Kembali” terang Al.
“baiklah aku setuju, apa susahnya untuk bertahan selama setahun sih” ucap Brian.
Al tegak dan tersenyum ke arah Brian, “kita liat apa om akan bertahan atau malah aku berhasil menikahkan ay dengan Theo” ledek Al, pria itu langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan salam perpisahan dengan Brian.
.
‘ceklek’
Al masuk kedalam apartemennya sendiri.
“Abang dari mana? Ni au udah siapkan makan malam buat kita” seru Ay.
“dari apartemen om brian” jawab al.
“Ngapain ke sana?” seru ay.
“buat perjanjian dengan dia” jawab al lagi.
“perjanjian? Buat apa?” tanya ay beruntun.
“Lusa abang akan membiarkan kamu tinggal bersama om brian tapi dengan syarat, jika kamu dan om brian melakukan hal lebih intim seperti pasangan suami istri maka abang akan langsung menikahkan kamu dengan Theo” jelas AL.
“kok theo? Kalau ay hamil anak om brian gimana?” tanya ay.
“Ya, kamu tetap menikah sama theo, apa susahnya menunggu setahun ay, atau suruh om kamu itu untuk melamar mu secepatnya di depan daddy” ujar AL.
“Baiklah, jadi abang sudah setuju?” seru ay.
“iya tapi dengan syarat itu” ucap AL.
“Cihuuyyyy! Om ay datang!” pekik ay sudah berlari kedalam kamar.
“LUSA AY BUKAN SEKARANG!” teriak Al dengan kesal.
Ay memunculkan kepalanya di depan pintu kamar, “tau! Ay mau siap-siap berperang menggoda om brian” kekeh gadis itu.
Al hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya itu.
...🐰🐰🐰🐰🐰...
__ADS_1