
Sekitar 10 menit Olivia baru berhenti menangis. El baru melepaskan pelukannya dan tersenyum melihat wajah Olivia yang membengkak habis menangis, “sepertinya aku haruss ganti baju” kekeh EL sambil memperlihatkan bajunya yang sudah basah oleh air mata kekasihnya, kekasih? Benarkan mereka sudah saling menyampaikan perasaan, jadi El bisa menganggap Olivia kekasihnya.
“Pakailah kamar untuk berganti baju” ujar olivia pelan dia malu menangis dihadapan EL.
“Gak mau” jawab El jahil, dia mengambil koper-mengambil baju dari dalam koper dan langsung mengganti begitu saja tanpa malu di depan Olivia membuat gadis itu langsung memalingkan wajahnya menghadap hal lain.
“Ada tempat ganti EL!” omel Olivia.
El kembali duduk di depan kekasihnya, “gak mau kan Cuma atasan aja, kakak kan udah liat bagian atasku bukan? Atau mau melihat yang bawahnya juga”.
‘Plak’ tangan Olivia dengan cepat memukul lengan El dengan kuat. “bercandanya keterlaluan EL!”
EL hanya tertawa senang melihat wajah olivia yang memerah malu. “Kak boleh aku menciummu?” ucap el tiba-tiba.
Olivia melototkan matanya tapi dia tidak menjawab sama sekali permintaan El. Sementara El yang malas menunggu lama langsung mendekatkan wajahnya pada Wajah Olivia memberikan ciuman yang sangat dia rindukan sudah hampir berhari-hari mereka berdua tidak ada berciuman lagi karena EL yang hanya di gantungin tidak jelas oleh Olivia.
Kedua orang itu berciuman cukup lama dan saling melepas saat keduanya sudah kehabisan napas, bibir olivia tampak membengkak akibat ciuman panas yang mereka lakukan.
Perlahan tangan EL mengelus kantung mata Olivia, “kakak tidak tidur?” tanyanya.
Olivia menggeleng pelan, “mimpi buruk” jawab olivia singkat.
“mimpi? Apa tentang terror itu?” tebak EL.
Olivia menganggukkan kepalanya pelan. “hmm mimpi tentang itu” jawab Olivia Kembali.
“ayo ke kamar” aja El sambil menarik tangan Olivia dengan lembut.
__ADS_1
“ma-mau apa ke kamar EL?” pekik olivia.
“tentu saja tidur emang mau ngapain lagi?” EL menghentikan langkahnya dan mengernyit, “Jangan bilang tidur yang kakak inginkan lain? Tidur tanpa busana misalnya?” goda el.
Olivia melotot, “jangan menggodaku EL! Aku tidak mau tidur” tolak Olivia.
“Kak ayolah, aku jamin tidur kakak akan nyenyak” bujuk El.
“gak mau” tolak Olivia sekali lagi.
El tetap tidak mau kalah di gendongnya Olivia layaknya karung beras dan begitu sampai di tempat tidur El langsung meletakkan olivia di atas tempat tidur setelah itu mengukung tubuh gadis itu hingga tidak dapat lari dari El.
“E-EL mau apa kamu?” teriak olivia panik.
“Mungkin dengan aku membuat kakak Lelah kakak baru mau memejamkan mata, bagaimana kalau kita coba itu?” goda EL dengan senyum jenakanya.
“EL! Jangan main-main a-aku be-belum pernah melakukan itu” Olivia semakin panik dengan bocah 18 tahun yang sedang berada di atas dirinya.
“Baiklah aku akan tidur!” putus Olivia, gadis itu cemberut dan menatap sinis kearah EL.
El tertawa pelan sambil mengelus puncak kepala Olivia, dia juka memberikan kecupan pada kening Olivia, setelah itu el memasukkan gadis itu ke dalam dekapannya.
“tidurlah, aku akan menjagamu, tenang saja kakak tidak akan mimpi buruk” bisik EL, seperti sebuah mantra ucapan El mampu mmebuat gadis itu tenang, harum tubuh El juga bagaikan aroma terapi bagi Olivia, Dia dengan mudah memejamkan matanya dan tertidur dengan sangat nyenyak. “Selamat tidur kekasihku” bisik El lagi, tapi olivia sudah tidak mendengarnya karenasudah terbang ke alam mimpi.
.
Entah apa yang terjadi Olivia benar-benar tidur nyenyak bahkan dia merasa badannya sangat segar begitu membuka mata. Olivia melihat wajah tampan kekasih barunya yang masih tidur sambil memeluknya.
__ADS_1
“kau punya sihir apaan sih bocah?” gumam Olivia pelan, tangan gadis itu menyentuh setiap lekuk wajah EL, dari kening, mata, hidung, hingga bibir yang sangat suka memberikan ciuman pada olivia.
Mata Olivia kini menatap bibir sexy El, yang terbuka sedikit. “apa aku boleh menciumnya?”batin Olivia, dia jadi ketagihan mencium bibir bocah 18 tahun itu.
‘Cup’ Olivia mengecup singkat bibir El, sedetik kemudian Olivia menatap bingung karena bibir El sedang melengkung membentuk sebuah senyuman. Tidak lama mata pria itu juga terbuka.
“itu bukan ciuman Namanya, ini yang Namanya ciuman” El langsung menarik tubuh Olivia sehingga tubuh itu jatuh di atas tubuh El dan setelah itu El mulai mencium Olivia dengan sedikit ganas. “ini baru yang Namanya ciuman kakak dosen” El mencubit hidung kekasihnya itu dengan gemas.
Mata olivia tidak sengaja melihat jam yang bertengger manis di dekat nakasnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, seumur-umur olivia tidak pernah bangun sesiang itu sejak meninggalnya Michel dan ini pertama kali Olivia bisa tidur senyenyak dan selama itu, di dalam dekapan EL, entah apa mantra yang El berikan, yang pastinya mantra itu mampu membuat mimpi buruk Olivia hilang tidak pernah muncul dan membuatnya terbangun di tengah malam atau pagi buta.
“EL! Kita telat ke kampus!” pekik Olivia, dia sudah berlari menuju kamar mandi meninggalkan El yang tertawa melihat tingkah kekasihnya.
...🦁🦁🦁🦁🦁...
Pagi itu seperti biasa AL dan Aurora masuk ke kampus, tapi Al merasakan ada yang berubah, sejak dia turun dari motor, hingga berada dalam kelas hampir semua Wanita menatap dirinya dan terlihat pada Wanita itu sedang berdandan menor seperti sedang berusaha menggoda AL. Bahkan ada beberapa yang mencoba tersenyum ke arah Al.
Begitu sampai bangkunya, Al langsung membaringkan kepalanya di bahu Aurora tidak peduli gadis itu mengamuk atau apalah, dia kesal melihat orang-orang yang mulai mendekatinya karena tau dia putra dari keluarga Allinsky.
“Udah gue bilang gak ada gunanya mau pake ataupun gak pake, harusnya itu ditahan media bukan di suruh pake topeng” gerutu Al pelan.
Aurora hanya mengulum senyum sambil mengelus lengan tangan Al agar pria itu tenang.
Beberapa gadis menatap iri pada Aurora yang kelihatannya sedang menjadi kekasih Al tapi mereka membiarkan saja karena tau Al akan memutuskan Aurora sebentar lagi.
“Liat tu dia kan gadis miskin gak punya uang, pasti mau sama AL karena harta saja, liat bentar lagi pasti diputusin, mana mau orang tua Al menerima gadis miskin seperti dia” sendiri salah satu mahasiswi di sana dengan suara keras agar AL mendengar dan memutuskan hubungannya dengan segera.
Al hanya memejamkan mata tidak peduli, “jangan dengarin mereka, mami udah setuju dengan hubungan kita” bisik Al agar Aurora tidak merasa minder dengan dirinya yang miskin.
__ADS_1
“iya gue tau kok” helaan nafas panjang keluar dari mulut Aurora, gini nih resiko punya pacar ganteng plus tajir melintir, bakal banyak cobaan yang datang, apa lagi kalau ketahuan oleh orang orang akan terbongkar semua kelemahan dirinya.
...🐮🐮🐮🐮🐮...