Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
10. Makhluk jadi jadian


__ADS_3

“AL Sayangku!” teriak salah satu Wanita kearah AL begitu al memasuki perkarangan sekolah.


“cabe dari mana lagi dapat bang?” gumam Ay pelan agar gadis yang mulai mendekat kepadanya itu tidak mendengar ucapan ay.


“Bukan cabe tapi makhluk jadi jadian dari mana kamu dapat AL? tu muka penuh dengan bedak putih benar, kalau dikeruk bekara kilo berat bedaknya ya” tambah El juga dengan suara yang pelan.


AL dan AY menahan tawanya mendengar ucapan saudara kembar mereka itu.


“Sayang, kok gak ngasih kabar kalau udah jalan, tadi akum au jemput kamu menggunakan mobil aku loh” ucap gadis itu manja.


“Oke, bye bang, mulai saat ini kita tidak bersaudara, ay terlalu malu punya saudara seperti abang al” ucap ay sambil menggendeng tangan El, berlalu meninggalkan Al yang sekarang hanya berdua dengan makhluk jadi jadian yang dibilang EL.


“Sayang_” Wanita itu hendak memegang lengan Al, tapi dengan cepat al tepis.


“WOOOW gue gak suka pegang-pegang, dan sejak kapan kita jadian?” tanya Al heran.


“ihh kok gitu ini aku Yeni, kamu bilang kita jadian kemarin!” pekik makhluk jadi jadian yang Bernama yeni itu. Sekali lagi gadis itu berusaha memegang tangan Al dan Kembali AL tepis.


“Aku sudah bilang aku tidak suka sentuhan, kalau kamu masih mau pegang-pegang tangan atau yang lainnya, aku akan minta putus saat ini juga” ancam AL pada Yeni.


Gadis itu menggeleng cepat, “ihhh! Kok gitu, kitakan pacarana jadi apa dong bukti kalau kita pacarana sementara aku masih diperlakukan sama dengan yang lainnya tidak ada bedanya” gerutu gadis itu sambil mehentak-hentakkan kaki seperti anak kecil.


“oke mulai detik ini kita putus!” ucap al dengan santainya, seperti itulah al menjalani hubungannya, jika terlalu lama al akan mau memegang, tergantung suasana hati tapi al sampai sekarang belum pernah sekalipun berciuman pada semua pacarnya.


Mata yeni langsung melotot,”kita bahkan belum 24 jam berpacaran, kamu menerima aku tadi malam, dari telepon dan sekarang kamu memutuskan begitu saja?” pekik Wanita itu tak percaya.


Al menolehkan kepalanya untuk meihat wajah yeni, “aku setega itu, dan aku tidak peduli kau akan menangis ataupun berteriak frustasi, bye” ujar Al dingin tanpa belas kasih sedikit pun.


...⚽⚽⚽⚽⚽...


“bang EL, abang Al gimana ya dengan makhluk jadi jadian itu?” kekeh ay, otaknya sudah membayangkan bagaimana cara dia menghapus make up tebal kekasih baru Al.

__ADS_1


Al juga tertawa pelan, dia membiarkan ay bergelayut manja pada lengannya, dan itu membuat beberapa pasang mata menatap iri pada ay.


“AL” panggil seseorang dari belakang, tapi al dan El yang tidak merasa dipanggil tetap berjalan tanpa menoleh sedikitpun.


“AL!” kali ini Wanita itu berteriak keras. Membuat Langkah kaki Ay dan al berhenti dan kedua saudara kembar itu berbalik melihat siapa yang berteriak sebelum itu ay dengan cepat menarik name tag yang ada di dada El.


“pacar keberapa lagi ni bang?” sindir ay.


“ay, tolong lah bantu buat abang kamu itu jangan sok jual mahal jadi cowok, harga diri kalian yang orang biasa bahkan bisa aku beli, aku kaya, dan aku bisa membelikanmu apa saja jika kamu bersedia jadi adik iparku” ucap alin dengan lembut.


Au mengehela nafas Panjang, “kamu biara sama siapa sih? Aku sama ini?” ay memang snegaja tidakmenyebutkan nama El karena diam au tau seberapa cintanya Wanita itu pada AL, jika dia bisa membedakan kedua saudara kembarnya maka ay akan membantu gadis itu untuk mendekati saudaranya.


“Tentu saja pada kakak mu itu” pekik Alin.


“abang aku yang ini?” tunjuk Ay sekali lagi pada wajah datar El, sekarang El Kembali dengan wajah datarnya, seharusnya Alin mengetahui begitu melihat wajah datar itu, tapi alin malah tidak sadar dan mengangguk cepa tatas ucapan ay.


“Tentu saja” jawab alin cepat.


“AL! kamu jahat banget sih, kenapa kamu tidak ingat!” pekik Alin sebal.


“jelas dia tidak ingat, itu bukan al, tapi akulah yang al!” suara dari alin membuat gadis itu berbalik untuk mencari sumber suaranya.


Alin otomatis membuka mulutnya, menatap belakang pria yang sedang Ay rangkul dan pria yang sekarang juga berwajah datar dengan tangan yang dia lipat didepan dada.


“AL?” tidak sengaja Alin menggumamkan nama AL.


“Ya itu aku, pacar macam apa yang tidak mampu membedakan aku dengan saudara kembarku” ucap sinis AL.


“Ta-tapi wajah kalian sangat-sangat mirip, jadi tentu saj akan banyak orang yang sulit membedakan kalian termasuk aku” bela Alin, dia masih tidak mau percaya dengan apa yang dikatanan oleh AL.


Al mengangkat baju pada lengannya untuk memperlihatkan tanda lahirnya, “tanda ini hanya seorang al yang memiliki nya , kedua adikku tidak punya, tanya berbentuk mahkota, dan hanya aku yang punya, itu berarti aku adalah Al yang asli.

__ADS_1


“Alin!” panggil Ay.


Alin membalikkan badannya menatap Ay.


“Tadinya jika kamu dapat memberdakan kedua saudaraku, aku akan mendukung mu, tapi karena ujian yang ku berikan gagal jadi aku tidak akan membiarkan abang Al Kembali padamu” ungkap ay dengan dingin.


“Tapi ay, sulit membedakan kedua saudara kembarmu, karena wajah mereka mirip” ujar Alin lagi.


“huh” ay mendengus sebal, “saku jadi meragukan apa kau benar-benar mencintai abangku, atau mencintai ketampanan abangku?” sindir Ay. “tidak dapat abang Al, kamu akan berusaha mengambil Abang El? Karena wajahnya sama, aku tidak akan membiarkan kalian Bersama!” tambah ay sambil membalikkan badan dan Kembali berjalan sambil merangkul El menuju kelas Ara.


“AY!” pekik alin sedih.


“Sudah dengarkan kata adikku, bye mantan biasa saja” sindir Al dan Kembali melanjutkan perjalanannya mengejar kedua saudara kembarnya.


.


“kok bisa bisa nya mereka tidak bisa membedakan abang al dan abang el!” gerutu ay sepanjang perjalanan menuju kelas ay.


“udah gak usah dipikirkan, abang tidak apa” ujar El lembut.


“enak ya ninggalin terus” celetuk AL dari belakamg mereka berdua.


“ehh abang al, yuk masuk, abang el sana pergi ke kelas abang, bye bye” kekeh ay sambil menggaruk pelipisnya pelan.


‘puk’ EL menepuk bahu al dengan pelan, “jangan marah-marah, sana temani ay, dan jangan biarkan dia kabur lagi bang” ucap EL.


Al langsung mengangguk cepat. “tidak akan, bahkan aku akan melek selama jam pelajaran” selama ini al sering tidur dikelas, tapi entah kenapa dia selalu mendapatkan rangking pertama di kelas IPS dan EL juara pertama di IPA.


“baiklah aku percayakan padamu bang” ucap EL, dia langsung melangkah pergi dari sana.


...🏉🏉🏉🏉🏉...

__ADS_1


__ADS_2