Twins Dan Falling In Love

Twins Dan Falling In Love
58. Bercerita


__ADS_3

“aku akan baik-baik saja begitu pikiranku teralihkan”. Ujar olivia, “aku punya ide, bicaralah tentang dirimu” sambungnya lagi.


EL merasa seperti ia baru saja diberikan quiz dadakan dan ia harus berpikir keras untuk bisa memunculkan sebuah topik bahasan yang tidak membuatnya terdengar bodoh—jelas ia tidak mau terdengar bodoh di depan wanita ini.


“Aku—aku tidak tahu apa yang ingin kau dengar tentangku, kurasa kau sudah tau aku kembar 3 aku berada di tengah-tengah, aku punya abang yang wajahnya sama denganku tapi memiliki sifat yang 180 derajat berbeda dariku, dan aku punya satu adik perempuan, karena dia perempuan wajah kami tidak mirip, kata dokter kemungkinan karena kami berbeda telur, ini adalah sebuah rahasia, aku bukan anak normal seperti mahasiswa lainnya” El tersenyum sambil menatap Olivia yang setia mendengarkannya.


“maksudnya tseperti apa?” tanya Olivia.


“Hmmm aku adalah anak seorang pengusaha yang sangat terkenal, sebelumnya aku pernah bilang bukan? Aku bukan seorang mafia hanya anak seorang pengusaha yang terkenal di asia, apakah kakak bisa menebak siapa itu?” tanya balik El.


Olivia tampak berpikir, ‘anak pengusaha terkenal di asia?’ pikir gadis itu. “apa dia orang yang cukup terkenal?” tebak olivia.


“ya, dan hanya mendengar Namanya kakak akan langsung tau siapa yang aku maksud kan” ujar El.


“Aku tebak Allinsky” ucap Olivia asal.


“ding dong deng dong! Benar banget, aku adalah putra dari pengusaha terkenal Allinsky namaku yang sebenarnya adalah Allinsky Daniel Prananta, menjadi putra dari pengusaha nomor satu se asia itu tidak mudah, tiap waktu harus waspada pada saingan bisnis oleh daddy, hidup kami tidak sama seperti orang lainnya, sejak umur 3 tahun aku dan kedua saudaraku harus belajar cara melindungi diri kami sendiri, kami di ajari taekwondo, wushu, kendo, serta seluruh jenis bela diri yang ada termasuk menggunakan senjata api ataupun pedang, menangis tidak akan membuat daddy melepaskan kami dari pembelajaran ilmu bela diri, yang ada kami semakin diberi hukuman, kami di ajarkan untuk tidak percaya pada orang begitu saja mau dia Wanita anak kecil atau orang tua sekalipun, karena daddy pernah lengah dengan mempercayai Wanita dan daddy berakhir trauma dengan Wanita sejak insiden yang menyerangnya” ungkap El.


Olivia masih diam mendengarkan ucapan El.


“Kakak tau, mungkin karena pengajaran daddy, kami jadi mempunyai sikap tanpa belas kasihan, jika ada orang yang mengganggu keluargaku atau orang yang aku kasihi maka akan aku habisi tanpa ampun, layaknya robot yang tidak memiliki perasaan”El menghentikan ucapannya dia menoleh menatap Olivia, “apa karena itu kakak melihatku seperti seorang mafia?” tanya EL.


“Salah satunya” jawab olivia, dia tidak berniat mengatakan bahwa olivia menganggap dia mafia karena berurusan dengan Brian.


“Apa kakak takut denganku setelah aku mengatakan semua rahasiaku?” tanya el lagi.


Olivia menggelengkan kepalanya, “tidak, kamu benci dengan daddy mu?”

__ADS_1


EL menggeleng, “tidak, semakin aku dewasa aku semakin tau alasan kenapa daddy melakukan itu pada kami, hampir setiap waktu kami, dihabiskan untuk bertarung melawan orang yang mau menculik kami dan berniat membunuh kami, tanpa ada pembelajaran keras dari daddy kami mungkin tidak bisa bertahan sampai saat ini” jawab EL.


“kamu hebat EL, tidak banyak orang yang bisa seperti kamu, mungkin kalau itu aku, aku akan lari dari daddy mu, aku tidak akan sanggup untuk menerima itu semua” Wanita itu menepuk pelan bahu El.


“Kau hanya sedang menghiburku.” Sahut EL sinis.


 


Olivia mendengus, “Percayalah, ini benar-benar pujuan buatmu, aku bukan orang yang mudah memberikan simpati dan pujian pada orang lain, dan lagi aku iri padamu”


“Iri? Kenapa?”


“Aku anak tunggal dan aku tidak mempunyai saudara, hidupku hanya sendiri” ucap Olivia.


El menatap mata Olivia, “apa aku tidak bisa masuk ke dalam kehidupan kakak? Aku tidak akan meninggalkan kakak sendirian”.


EL menahan tangan Olivia memandang mata gadis itu dengan lekat. “Kenapa kakak selalu menghindar Ketika aku mengatakan topik seperti itu, tentang perasaan dan yang lainnya, kakak tau ini pertama kalinya aku merasa seperti ini, kakak menghancurkan planning hidupku, kakak telah memporak-porandakan isi hatiku” ucap El.


Terlihat mata Olivia sedikit bergetar mendengar ucapan EL, tapi gadis itu masih takut, takut kejadian kedua orang tuanya, serta tunangannya akan menimpa el, dia adalah moster pemakan kehidupan orang yang dia kasihi, dan gadis itu tidak mau jika EL mengalami nasib sial setelah bertemu dengan dirinya.


“Sudah berapa kali aku bilang kalau aku punya tunangan EL” ujar Olivia.


El menarik tangan olivia hingga gadis itu terduduk di pangkuannya, Wajah Olivia hanya berjarak satu jengkal dari wajah EL, “jika seperti itu kenapa kakak membalas ciumanku?” tantang El dengan mata yang memancarkan keseriusan.


“Kau hanya anak kecil, tidak tau apapun, di luar negri ciuman itu biasa seperti salam bagi mereka, jangan terlalu dianggap serius” Bohong Olivia.


“Aku bukan anak kecil!” kata EL sinis.

__ADS_1


“Kalau bukan anak kecil apa? Kau memaksakan perasaanmu pada Wanita dewasa berumur 24 tahun, aku sudah memberikan jawaban berkali-kali dan kau tidak mengerti juga, dan aku bukannya tidak menolak saat kita berciuman, wajar bagi Wanita dewasa untuk terbuai dengan sebuah ciuman” sindir Olivia.


El terdiam dan melepas genggaman tangannya dari Olivia.


Melihat itu Olivia sedikit merasa kasihan pada El, “tunjukkan padauk kalau kau bukan anak kecil, kau adalah seorang pria, jika seperti itu aku akan mempertimbangkan dirimu” ucap Olivia.


...🐺🐺🐺🐺🐺...


Berkat ucapan olivia kemarin El menjadi berubah, dia tidak lagi bertanya kapan Olivia akan menerima perasaanya pria itu masih sering bermain di apartemen milik Olivia, tapi keduanya sekarang terlihat seperti teman, sering bercerita dan belajar bersama, Olivia membantu El dalam memberi tahu hal yang tidak El mengerti, hampir tiap hari El makan bersama Olivia, karena dia pria, dia meminta Olivia memasak untuknya, padahal pria itu bisa memasak, dia hanya berpura-pura agar dapat berdekatan dengan olivia.


“Adikku akan menikah” ujar El tiba-tiba.


“Menikah? Dengan pria mafia yang kau bilang itu?” Tanya Olivia.


“benar, dia terlalu terobsesi untuk menikah muda, dan memiliki anak di usia yang masih sangat muda, kakak mau ikut denganku?” tawar El.


“ikut kemana?” tanya Olivia.


“ikut aku terbang ke turki, ahh mungkin selama beberapa hari aku tidak bisa menghadiri perkulihan kakak, apakah aku bisa minta tugas sebagai pengganti hari dimana aku tidak datang?” pinta El.


“boleh saja tapia pa yankin kau bisa mengerjakan semuanya?” tanya olivia.


“Kau bilang aku pintar bukan?” kekeh El.


Olivia menggelengkan kepalanya dan menyandarkan kepalanya pada bahu El, saat ini mereka berdua sedang menonton di sofa milik Olivia. Terlihat seperti pasangan kekasih tapi hubungan mereka tanpa status.


...🐯🐯🐯🐯🐯...

__ADS_1


__ADS_2