Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
Selamatan rumah baru


__ADS_3

Hari semakin beranjak sore, dan suasana di rumah Maya semakin semarak. Hampir 90% dari semua persiapan telah selesai. Katering dan EO Acara telah menyelesaikan tugas mereka dengan baik, menyajikan hidangan-hidangan lezat dan dekorasi yang indah.


Maya merasa sangat berterima kasih kepada Rani, ibu dan ayahnya, serta semua teman-teman yang telah ikut membantu dalam persiapan acara. Semua orang bekerja dengan penuh semangat dan cinta, sehingga acara selamatan rumah barunya menjadi begitu istimewa.


Siska yang baru datang langsung bergegas memeluk Maya dan meminta maaf atas keterlambatannya membantu. Maya tersenyum hangat ketika Siska datang dengan bersemangat dan langsung memeluknya. Dia merasa begitu bahagia karena sahabatnya akhirnya bisa bergabung dalam momen istimewa ini.


“Huaaaa, monmap aku telat” Ucapnya merengek.


"Tenang saja, Sis. Yang penting kamu datang sekarang. Aku sangat berterima kasih atas dukunganmu," kata Maya sambil memeluk Siska erat.


"Aku merasa sangat bersalah karena tidak bisa datang sejak pagi. Tapi aku senang akhirnya bisa hadir di acara selamatan rumah barumu," jawab Siska dengan wajah berseri-seri.


“Maya mengelus pundak Siska lembut, "Aku mengerti, Tugas akhir pasti memakan waktu dan tenaga. Yang penting sekarang kamu sudah di sini, itu sudah lebih dari cukup."


“Cih si muka dua datang” Ejek Rani bercanda saat melihat Siska merajuk kepada Maya.


“Weee” Siska menjulur lidahnya kepada Rani karena merasa di bela Maya.


^^


Malam itu, suasana di rumah baru Maya semakin meriah dengan kehadiran para tamu undangan yang telah datang. Terdapat para teman kuliah yang akrab dengan Maya, serta teman se-asrama seperti Shanty yang sudah lama mengenalnya. Para elit di Trotoarts yang datang juga menyemarakkan acara dengan kehadiran mereka yang istimewa.


Rani dan Siska, tentu saja, menjadi pusat perhatian di antara para tamu. Mereka berdua dengan penuh semangat menyambut kedatangan para teman dan pasangan mereka. Suasana cair dan hangat tercipta di antara semua orang yang hadir. Mereka tertawa dan berbincang-bincang tentang masa-masa indah kuliah, kenangan di asrama, serta pengalaman bekerja di perusahaan masing-masing.

__ADS_1


Perasaan terima kasih dan bahagia terpatri di hatinya. Semua kelelahan dan perasaan tidak nyaman akibat masalah masa lalu sedikit demi sedikit mulai meredup dan digantikan oleh rasa syukur dan kebahagiaan.


Malam itu berlalu dengan penuh keceriaan dan kenangan indah yang takkan terlupakan. Semua tamu undangan menikmati acara dengan sepenuh hati, dan kebersamaan mereka semakin menguatkan tali persahabatan dan kebersamaan di antara mereka.


Sekali lagi, Maya merasa diberkati dengan kehadiran sahabat-sahabat, keluarganya, dan James dalam hidupnya. Mereka adalah sumber kekuatan dan dukungan yang tak ternilai harganya. Bersama mereka, Maya tahu bahwa masa depannya akan dipenuhi dengan kebahagiaan dan kesuksesan yang luar biasa.


^^


Berselang beberapa saat sebelum acara di mulai, sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah Maya, di ikuti salah satu mobil mewah lainnya yang membuntuti dari belakang. James sang CEO turun, dan Melan beserta calon suaminya di mobil yang kedua.


Kehadiran James dan Melan beserta calon suami mereka, Pepi, menambah semarak dalam acara selamatan malam itu. Saat James turun dari mobil, semua mata tertuju padanya sebagai seorang CEO yang sangat dihormati. Begitu pula dengan Melan, sebagai asisten pribadi yang profesional dan terpercaya.


Namun, mata James langsung menuju kearah Maya yang mengenakan gaun pesta merah marun yang begitu mempesona. Gaun dengan bahu terbuka itu menampilkan pesona kecantikan Maya dengan sempurna. James terpana, bahkan tak sadar bahwa rona merah naik ke wajahnya karena terkesan.


Sambil tetap tersenyum, Maya menyapa James dan Melan dengan ramah. Sebuah senyum sopan terukir di wajah James saat mereka berjabat tangan. Hanya beberapa saat, namun itu cukup untuk membuat mereka merasakan getaran emosi di antara mereka.


Maya dengan penuh kebanggaan memperkenalkan James kepada kedua orang tuanya, Farhan dan Orly. Mereka menyambut James dengan hangat, mengucapkan terima kasih karena telah membantu dan mendukung Maya. James dengan sopan menyapa mereka dan berbincang ringan, menciptakan suasana yang nyaman di antara mereka.


Tidak hanya itu, Maya juga memperkenalkan James kepada Rani, Siska, dan Shanty, teman-teman kuliahnya yang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya. James dengan ramah menyapa mereka satu per satu, menunjukkan sikap yang ramah dan hangat.


Saat melihat James berinteraksi dengan teman-temannya, Maya merasa senang dan bersyukur. Ia bahagia melihat betapa cepatnya James bisa menjadi bagian dari lingkaran pertemanannya. Semua orang merasa nyaman dan bahagia di hadapan bosnya yang ternyata juga seorang pria yang ramah dan menghargai orang lain.


^^

__ADS_1


"Selamat malam, ladies and gentlemen! Selamat datang di acara selamatan rumah baru Maya," sapa Adel dengan riuh tepuk tangan dari para tamu.


"Saya Adel, akan menjadi MC pada malam ini. Mari kita mulai acara ini dengan doa bersama, dipimpin oleh Ibu Orly, ibunda Maya," ujar Adel, mempersilakan Ibu Orly maju ke depan untuk memimpin doa.


Setelah doa selesai, Adel kembali berbicara, "Kami sangat senang bisa berkumpul di sini untuk merayakan momen bahagia ini bersama-sama. Mari kita bersiap-siap untuk makan malam yang lezat dan nikmat!"


Para tamu pun bergegas ke meja makan, sambil tertawa dan bercanda mengobrol dengan teman-teman dan kenalan baru. Makanan lezat dan hidangan penutup yang menggugah selera telah disajikan dengan indah.


Sambil menikmati makan malam, Adel memberikan kesempatan bagi beberapa tamu untuk memberikan ucapan selamat kepada Maya. Teman-teman kuliah, Shanty, Rani, dan Siska, memberikan ucapan selamat dengan penuh sukacita, serta berbagi kenangan indah mereka bersama Maya.


Kemudian, giliran Melan yang memberikan ucapan selamat dengan senyuman hangatnya, "Maya, selamat atas rumah barumu! Semoga rumah ini menjadi tempat di mana kamu bisa merasa bahagia dan selalu diberkahi. Saya sangat senang bisa bekerja bersama denganmu, dan semoga kita bisa terus menjalin kerjasama yang baik."


James juga memberikan ucapan selamat dengan penuh kehangatan, "Maya, aku sangat bahagia untukmu. Semoga rumah baru ini menjadi tempat yang nyaman dan penuh cinta. Saya berharap kita bisa terus bekerja sama dengan baik, dan siapa tahu, mungkin ada cerita baru yang menanti kita di masa depan."


Maya tersenyum bahagia mendengar ucapan selamat dari teman-teman dan atasan yang sangat ia hargai. Dia merasa dikelilingi oleh cinta dan dukungan, membuatnya semakin yakin untuk melangkah maju.


Selama acara berlangsung, suasana semakin meriah dengan tawa, canda, dan keceriaan. James terlihat menikmati momen tersebut, terlibat dalam obrolan ringan, dan bersikap santai dengan semua orang di sekitarnya.


Setelah makan malam selesai, acara dilanjutkan dengan sesi karaoke dan tarian. Semua orang bersemangat untuk ikut serta, menunjukkan bakat mereka dalam bernyanyi dan menari.


Malam berlalu dengan riang gembira, dan saat acara hampir berakhir, Maya mengambil kesempatan untuk berbicara di depan semua tamu. Dia berterima kasih atas kehadiran mereka, dukungan, dan cinta yang diberikan. Dia juga berjanji akan terus bersinar dan memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya.


Acara selamatan rumah baru Maya berakhir dengan kebahagiaan dan kenangan indah yang akan selalu diingat oleh semua tamu. Maya merasa terharu dan berterima kasih atas dukungan dan cinta dari orang-orang terdekatnya, termasuk James. Malam ini membuktikan bahwa di tengah perjalanan hidup yang kadang berliku, cinta, persahabatan, dan dukungan selalu mengisi setiap langkah yang diambilnya.

__ADS_1


__ADS_2