Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
Perasaan James


__ADS_3

Pada suatu siang, James duduk di ruang kerjanya sambil membaca laporan-laporan terkait aktivitas Maya. Ia tersenyum puas melihat progres dan prestasi yang telah Maya capai dalam waktu singkat. Laporan-laporan tersebut memberikan gambaran jelas tentang kerja keras dan dedikasi Maya dalam menjalankan tugasnya sebagai asisten pribadi CEO.


James mengamati beberapa poin penting yang terdapat dalam laporan tersebut, seperti efisiensi kerja, ketepatan waktu, dan kemampuan mengelola tugas-tugas yang kompleks. Ia juga melihat bahwa Maya telah membantu dalam mengelola agenda dan jadwal CEO dengan baik, serta memberikan kontribusi yang berarti dalam beberapa proyek perusahaan.


Sementara membaca laporan, James tidak bisa menahan senyum kebanggaan. Ia tahu bahwa Maya adalah sosok yang berpotensi untuk berkembang menjadi seorang profesional yang sukses dan berpengaruh di dalam perusahaan. Keberhasilan Maya dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai asisten pribadi CEO hanya menjadi awal dari perjalanan karir yang cemerlang.


James merasa optimis dan yakin bahwa Maya akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang berarti dalam menghadapi tantangan-tantangan di masa depan. Ia pun berencana untuk memberikan apresiasi dan pengakuan atas kerja keras Maya dalam waktu dekat.


Dengan senyum yang melekat di wajahnya, James melanjutkan membaca laporan-laporan lainnya, semakin yakin bahwa keputusannya untuk memilih Maya sebagai asisten pribadi CEO adalah keputusan yang tepat. Ia berharap Maya terus menunjukkan kinerja yang luar biasa dan tumbuh bersama dengan perusahaan.


James masih duduk di ruang kerjanya, memikirkan perasaannya terhadap Maya. Ia merasa bahwa ada sesuatu yang istimewa dalam hubungan mereka seperti magnit yang berusaha mendekatkan mereka. Dalam benaknya, James mencoba memahami apa yang membuatnya tertarik pada Maya.


Selama proses PKL, James telah melihat potensi dan kemampuan luar biasa yang dimiliki Maya. Maya mampu menghadapi berbagai tantangan dengan kepala dingin dan menghasilkan hasil yang luar biasa. Prestasi-prestasi ini membuat James semakin terkesan dan mengagumi Maya sebagai seorang profesional.


Tidak hanya dalam konteks pekerjaan, James juga merasa ada kecocokan dan kedekatan secara pribadi dengan Maya. Mereka memiliki minat yang sama dalam hal-hal tertentu dan sering berbagi wawasan serta ide-ide kreatif. Interaksi yang mereka lakukan terasa alami dan menyenangkan.


James menyadari bahwa dia telah melakukan berbagai tindakan untuk mendekatkan diri dengan Maya. Dari menghadiri wisuda Maya hingga memberikan hadiah mobil, semua itu dilakukan dengan niat tulus untuk menunjukkan perhatian dan apresiasi kepada Maya. Namun, James juga sadar bahwa hubungan mereka harus tetap profesional dan seimbang.


Dalam pikirannya, James mencoba untuk memisahkan perasaan pribadinya terhadap Maya dengan tanggung jawab profesionalnya sebagai CEO perusahaan. Ia ingin memastikan bahwa keputusan dan tindakan yang diambilnya terkait dengan Maya tetap berdasarkan pertimbangan objektif dan kepentingan perusahaan.

__ADS_1


Sambil memikirkan hal ini, James mengambil napas dalam-dalam. Ia menyadari bahwa penting untuk tetap menjaga profesionalitas dalam hubungan dengan Maya. Apapun yang dirasakannya terhadap Maya, James bertekad untuk tetap berfokus pada tugasnya sebagai pemimpin perusahaan dan memberikan dukungan serta kesempatan kepada Maya untuk terus berkembang.


Dengan keyakinan dan tekadinya, James siap melanjutkan hari kerjanya dengan semangat baru. Ia berharap dapat terus menjalin hubungan kerja yang baik dengan Maya, sambil menjaga keseimbangan dan profesionalitas di dalamnya.


^^


Maya duduk di ruang rapat bersama Ibu Melan, membahas agenda pertemuan direksi yang akan segera berlangsung. Mereka berdua fokus pada persiapan dan pembahasan yang perlu dilakukan untuk memastikan pertemuan berjalan lancar.


Ibu Melan, dengan pengalaman dan keahliannya, memberikan arahan dan panduan kepada Maya. Mereka membahas topik-topik yang akan dibahas dalam pertemuan, termasuk laporan keuangan, proyek-proyek yang sedang berjalan, serta keputusan strategis yang perlu diambil.


Maya mencatat setiap instruksi dan masukan dari Ibu Melan dengan cermat. Dia berusaha memahami setiap detail yang perlu diperhatikan dan menyiapkan materi presentasi yang relevan. Keduanya saling berdiskusi, bertukar ide, dan memberikan masukan satu sama lain untuk memperkuat argumen dan memastikan keputusan yang diambil berdasarkan data yang akurat.


Selama pembahasan, Maya merasa beruntung memiliki Ibu Melan sebagai mentor dan pemimpin yang bijaksana. Ibu Melan memberikan dukungan dan kepercayaan penuh kepada Maya untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam pertemuan direksi ini. Dia melihat potensi dan kemampuan Maya yang luar biasa, dan memberikan kesempatan baginya untuk berkembang dan berkontribusi lebih banyak dalam perusahaan.


Saat jam pertemuan tiba, Maya dan Ibu Melan bersiap untuk bergabung dengan anggota direksi lainnya. Mereka memasuki ruang rapat dengan keyakinan dan semangat untuk mencapai hasil yang baik. Dalam pertemuan ini, Maya siap menunjukkan kemampuan dan dedikasinya sebagai bagian dari tim eksekutif perusahaan.


Ruang rapat direksi dipenuhi oleh anggota direksi Trotoarts Inc. Maya duduk di samping Ibu Melan, siap untuk berkontribusi dalam pembahasan dan pengambilan keputusan penting.


Pertemuan dimulai dengan sambutan dari CEO Trotoarts Inc., yang menjelaskan agenda rapat dan tujuan yang ingin dicapai. Setiap anggota direksi diberi kesempatan untuk menyampaikan laporan dan presentasi terkait bidang tugas mereka.

__ADS_1


Maya dengan hati-hati mendengarkan presentasi dari setiap anggota direksi. Dia mengamati dengan seksama data dan informasi yang disajikan, serta merespons dengan pertanyaan dan pemikiran yang relevan. Maya mencatat poin-poin penting yang harus dibahas lebih lanjut dan memberikan kontribusi berdasarkan pengetahuannya dalam bidangnya.


Selama rapat, suasana diskusi menjadi intens. Pendapat dan sudut pandang yang berbeda ditukar, sementara keputusan-keputusan strategis perusahaan dipertimbangkan dengan cermat. Maya menyumbangkan pandangannya dengan argumen yang terukur dan solusi yang inovatif, berusaha memperkuat dan memperkaya diskusi.


Ibu Melan sebagai pimpinan rapat mengelola jalannya diskusi dengan baik. Dia memberikan pengarahan, mendengarkan pendapat setiap anggota direksi, dan memfasilitasi pengambilan keputusan secara kolektif. Maya melihat Ibu Melan sebagai teladan dalam kepemimpinan yang bijaksana dan profesional.


Setelah berbagai topik dibahas, keputusan-keputusan penting mulai diambil. Maya merasa bangga ketika pendapatnya diakui dan dihargai oleh anggota direksi lainnya. Keputusan-keputusan tersebut mencerminkan keputusan yang baik untuk masa depan perusahaan.


Rapat direksi berakhir dengan penutupan dari CEO. Semua anggota direksi diberi apresiasi atas kontribusi dan partisipasinya dalam rapat tersebut. Maya merasa terhormat menjadi bagian dari tim eksekutif perusahaan dan berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam perkembangan Trotoarts Inc.


Maya meninggalkan ruang rapat dengan rasa puas dan semangat yang tinggi. Dia menyadari bahwa tanggung jawabnya sebagai asisten pribadi CEO melibatkan keterlibatan aktif dalam pengambilan keputusan dan menjalankan tugas-tugas penting. Dengan pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh dari rapat direksi ini, Maya siap untuk menghadapi tantangan-tantangan mendatang dan terus berkembang sebagai profesional di dalam perusahaan.


Sesaat sebelum ia memasuki ruangannya ia di sapa oleh CEO James, “Tunggu sebentar” Kata James.


Maya menoleh dan mengangguk memberi hormat, “Oh Pak James, apa ada yang kurang dari rapat sebelumnya?” Tanya maya penuh kekawatiran.


“Oh tidak, Untuk malam pegelaran nanti, aku minta kamu mendampingiku” Ucap James.


“Oh baik pak”

__ADS_1


“Nanti jam tujuh, sopirku akan menjemputmu, bersiap-siaplah” Kata james sebelum berbalik menuju ruangannya.


“Baik” Maya menjawab itu dan masih berdiri melongo melihat kepergian pak james memasuki ruangannya.


__ADS_2