Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
Semangat pagi


__ADS_3

Malam itu, Maya berbaring di tempat tidur dengan pikiran yang bergejolak. Antusiasme dan kekhawatirannya bercampur aduk dalam benaknya. Dia memutar ulang semua persiapan yang telah dilakukannya dan membayangkan segala kemungkinan yang akan terjadi di pagi hari.


Waktu berlalu, tetapi mata Maya tidak bisa menutup sepenuhnya. Pikirannya terus melayang ke hari yang akan datang. Dia berusaha meredakan kecemasannya dengan bernapas dalam-dalam, tetapi ketegangan masih terasa dalam dirinya.


Maya mengingat nasihat ibunya, bahwa tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kinerja yang baik. Namun, semangatnya untuk memulai pekerjaan baru di Trotoarts membuatnya sulit untuk tidur dengan tenang.


Dia mencoba merenungkan semua hal positif yang akan dia dapatkan dari pengalaman ini. Pikirannya dipenuhi dengan impian, harapan, dan cita-citanya yang lebih besar. Dia ingin memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya dan membuktikan kemampuannya di perusahaan tersebut.


Walaupun cemas, Maya berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia telah mempersiapkan segalanya dengan baik. Dia memutuskan untuk mempercayai dirinya sendiri dan menghadapi pagi hari dengan penuh keyakinan.


Ketika fajar mulai menyingsing, Maya merasa bahwa waktunya tiba. Maya bangun pagi-pagi dan merasa bersemangat untuk memulai hari pertamanya di Trotoarts. Dia bangkit dari tempat tidur, mencuci wajahnya, dan mengenakan pakaian yang telah disiapkannya semalam. Dia merapikan rambutnya dan melihat dirinya di cermin, mencoba memancarkan rasa percaya diri. Dia mengenakan pakaian formal yang rapi, memeriksa sekali lagi tas kerjanya, dan memastikan semuanya siap sebelum meninggalkan apartemen.


Edi, sopir pribadinya, sudah menunggu di luar apartemen dengan mobil Audi A8 L yang megah. Maya merasa sedikit terkesima melihat mobil tersebut walau pun sudah lama memilikinya, tetapi dia merasa sangat terhormat dengan perhatian yang diberikan oleh perusahaan.


“Selamat pagi Maya, apakah kamu sudah siap memulai hari?” Tanya edi menyapa dengan basa basi.


“Semoga hari ini berjalan dengan baik pak” Jawab maya antusias dan memasuki mobilnya.


Maya dan Edi pun berangkat menuju kantor pusat Trotoarts. Di perjalanan, Maya merasa campur aduk antara gugup dan bersemangat. Dia berpikir tentang tantangan yang akan dihadapinya di perusahaan besar ini, tetapi juga merasa antusias dengan peluang dan pengalaman baru yang akan dia dapatkan.


Dalam perjalanan menuju kantor pusat Trotoarts, Maya memperhatikan pemandangan di sekitarnya. Matahari pagi yang terbit perlahan, jalan-jalan yang mulai ramai, dan orang-orang yang bergegas ke tempat kerja mereka. Semua itu memberikan semangat baru bagi Maya, tantangan baru untuk meraih masa depan yang gemilang sudah di mulai.

__ADS_1


Ketika dia tiba di depan gedung Trotoarts, Maya menarik nafas dalam-dalam dan melangkah dengan mantap. Dia siap menghadapi tantangan dan membuktikan kemampuannya di dunia kerja. semalam tadi mungkin telah penuh kecemasan, tetapi pagi ini Maya merasa lebih kuat. Dia siap melangkah ke dunia baru dan memulai babak baru dalam karirnya. Dengan semangat dan tekad yang membara, Maya bersiap untuk menaklukkan hari pertamanya di Trotoarts.


**


Maya tiba di pintu masuk perusahaan dengan hati yang berdebar. Dia melihat seorang pria yang berdiri tegap di pintu masuk, dengan kepala yang plontos dan seragam keamanan yang rapi. Itu adalah Pak Yatno, kepala security perusahaan yang terkenal dengan sikapnya yang tegas namun ramah.


Maya menghampiri Pak Yatno dengan langkah ragu. Dia merasa tegang karena ini adalah pertemuan kesekian kalinya dengan kepala security dan berharap tidak ada masalah seperti terakhir kali bertemu. Namun, dia juga menyadari pentingnya menjalin hubungan baik dengan semua anggota tim di perusahaan.


Pak Yatno menyambut Maya dengan senyuman hangat. Meski tampak serius dengan kepala plontosnya, Pak Yatno memiliki sikap yang ramah dan menjaga profesionalitasnya. Dia memberikan salam sambil memperkenalkan dirinya.


"Mbak Maya, selamat pagi. Selamat datang kembali ke perusahaan. Senang bisa melayani Anda," ucap Pak Yatno dengan suara yang terdengar tegas namun penuh keramahan.


Maya membalas sapaan tersebut dengan senyuman dan menjawab, "Selamat pagi, Pak. Senang bisa berada lagi disini jangan kawatir, jalan ke dalam saya masih hapal."


Maya mengangguk dan memberitahukan jika pagi ini ia akan meeting bersama Melan asisten pribadi Pak James dan HRD untuk mengurusi pekerjaan disini. Dan dia merasa lega karena memiliki dukungan dari kepala security untuk memudahkan proses administratifnya.


"Saya harap Anda mematuhi aturan keamanan yang ada di perusahaan ini, Mbak Maya. Kami selalu mengutamakan keamanan dan keselamatan semua karyawan," kata Pak Yatno dengan serius.


Maya menanggapi dengan hormat, "Tentu, Pak Yatno. Saya akan mematuhi semua aturan keamanan yang berlaku di perusahaan ini."


Pak Yatno tersenyum puas, "Baiklah. Jika ada pertanyaan atau bantuan, jangan ragu untuk menghubungi saya atau anggota tim keamanan lainnya. Selamat bekerja, Mbak Maya."

__ADS_1


Maya mengucapkan terima kasih kepada Pak Yatno dan melangkah menuju pintu masuk perusahaan dengan perasaan lega dan semangat. Dalam hatinya, Maya merasa percaya diri dan bersyukur memiliki kepala security yang dapat diandalkan seperti Pak Yatno di perusahaan tersebut. Dengan semangat yang membara, Maya siap untuk menjalani hari pertamanya di perusahaan dengan penuh semangat dan rasa aman.


^^


Di depan meja resepsionis, Renny memasang muka asam yang jelas menunjukkan ketidakpuasannya. Sejak awal, Renny memang sudah tidak menyukai kehadiran Maya di perusahaan dan rasa bencinya semakin membesar. Dia merasa terancam dengan keberhasilan dan kepercayaan yang diberikan kepada Maya.


Dalam hati, Renny mempertimbangkan berbagai tindakan untuk menghalangi atau mengganggu Maya di lingkungan kerja. Dia berpikir untuk membuat situasi sulit atau menjatuhkan reputasi Maya di mata atasan atau rekan kerja.


Maya melihat reaksi Renny, tetapi dia memilih untuk tetap tenang dan menjaga sikap profesionalnya. Dia menyadari bahwa tidak semua orang akan selalu menyambutnya dengan hangat, dan itulah bagian dari tantangan dalam lingkungan kerja.


“Ngapain bocah kampungan itu balik lagi kesini?” Batinnya


Tanpa memperdulikan sikap Renny, Maya mendekati meja resepsionis dengan senyum ramah di wajahnya. "Selamat pagi, Bu Renny. Apakah saya bisa meminjam kartu akses ke ruangan Ibu Melan?" tanya Maya dengan sopan.


Renny menatap Maya sejenak dengan sikap yang dingin dan penuh kebencian. Setelah itu, dia mengambil kartu akses dari laci dan memberikannya kepada Maya dengan acuh tak acuh. "Ini dia. Awas jika sampai hilang," ucapnya tanpa ekspresi yang ramah.


Maya mengucapkan terima kasih kepada Renny, meskipun dalam hatinya merasakan ketidaknyamanan. Dia mengambil kartu akses tersebut dengan hati-hati dan memastikan untuk menyimpannya dengan baik.


Meskipun dihadapkan pada sikap Renny yang tidak menyenangkan, Maya memilih untuk tidak terpengaruh olehnya. Dia percaya bahwa sikap profesional dan kerja kerasnya akan berbicara lebih banyak daripada prasangka negatif yang mungkin Renny miliki.


Dengan langkah mantap, Maya meninggalkan area depan resepsionis dan menuju lift untuk menuju ruangan melan. Meskipun rasa tidak suka dari Renny masih terasa, Maya bertekad untuk membuktikan bahwa dia pantas berada di perusahaan dan mampu memberikan kontribusi yang berarti.

__ADS_1


Dalam perjalanannya ke ruangan kerja Ibu Melan, Maya mengingatkan dirinya sendiri untuk tetap fokus pada pekerjaannya dan tidak terganggu oleh sikap negatif orang lain. Dia memahami bahwa tidak semua orang akan selalu menyukainya, tetapi yang terpenting adalah dia menjaga integritasnya dan memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya.


Dengan tekad yang kuat, Maya melangkah maju menuju tantangan yang ada di depannya. Dia siap menghadapi segala rintangan dan membuktikan kemampuannya di perusahaan tersebut.


__ADS_2