Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
BAB 18


__ADS_3

Miska membawa Genta ke penginapan di dekat kafe itu. Sedangkan Thomas dan juga Edison. sudah kembali dengan urusannya masing-masing setelah membantu memapah tubuh Genta yang mabok itu ke penginapan yang tidak jauh dari kafe tempat mereka nongkrong tadi. Mungkin saja keduanya sudah janjian dengan pacarnya menginap di. hotel terdekat kafe itu. Kehidupan Thomas, Edison dan juga Miska terbilang bebas. Genta biasanya memang menjaga jarak dengan mereka lantaran beda prinsip dan pandangan. Namun disaat seperti ini, Genta malah mendekati mereka untuk menghilangkan stress dan kacaunya pikirannya.


Di kamar penginapan itu, Miska yang minum sedikit masih dalam keadaan sadar dan tidak mabok. Berbeda dengan Genta yang sudah tepar di atas tempat tidur. Miska melepaskan sepatu dan kaos kaki yang dikenakan oleh Genta. Setelah nya, Miska melepaskan kemeja yang dikenakan oleh Genta yang berbau minuman keras. Kini Genta sudah bertelanjang dada.


"Tidurlah! Mungkin kamu terlalu banyak berpikir dan stress karena kondisi keuangan mu yang kacau. Bisnis yang kamu jalani sedang mengalami kebangkrutan. Dan istri kamu kurang menyenangkan kamu. Akhirnya, jadi begini deh," gumam Miska.


Miska sendiri melepaskan semua pakaian yang dikenakan lantaran takut kusut jika besok siang keluar dari penginapan itu. Miska lebih memilih mengenakan handuk kimono untuk mengganti pakaian nya. Setelah nya baru Miska menjatuhkan tubuh nya di atas tempat tidur di samping Genta.


*****


Ketika pagi hari mulai menyapa, dan kedua mata itu telah terbuka. Genta mendapati dirinya telah dipeluk oleh seorang wanita. Genta mengucek kedua bola matanya dan melihat siapa wanita yang berada di sebelah nya.


"Miska!" gumam Genta. Genta mulai menatap Langit-langit kamar penginapan itu.

__ADS_1


"Di mana ini? Hem, rupanya Miska telah membawaku di penginapan dekat kafe. Semalam aku sudah minum banyak. Mungkin aku telah mabok dan menginap di sini," gumam Genta.


Pelan-pelan Genta melepaskan pelukan Miska ke tubuh nya. Genta harus segera bangun dan membersihkan tubuh nya. Namun tiba-tiba dirinya melihat badannya sendiri polos tanpa busana.


"Eh, apakah semalam aku melakukannya lagi dengan Miska? Ah, aku rasa tidak! Aku mabok dan sudah tidak ingat lagi. Mungkin aku sudah tertidur pulas," pikir Genta.


"Kamu sudah bangun?" tanya Miska dengan suara serak. Suara khas bangun tidur itu terlihat sangat seksi ditelinga Genta. Genta tersenyum lebar melihat Miska.


"Apakah semalam aku melakukan lagi dengan kamu, Miska?" tanya Genta memastikan.


"Oh, aku pikir aku sudah membuat kamu kelelahan karena kegiatan itu. Baiklah, aku mau mandi dulu! Aku harus kembali ke rumah. Istriku pasti sangat mengkhawatirkan aku," kata Genta. Miska membulat matanya mendengar ucapan Genta.


"Setelah semua yang kamu lakukan, kamu baru ingat istri kamu! Dasar laki-laki brengsek!" umpat Miska. Genta sudah masuk lebih dahulu ke dalam kamar mandi sebelum bisa mendengar umpatan dari Miska.

__ADS_1


*****


Genta merapikan pakaian nya dan sudah bersiap meninggalkan penginapan itu. Sedangkan Miska masih malas dan berbaring di atas tempat tidur kamar penginapan itu.


"Miska, aku pulang yah! Hem, tolong bayarin kamar penginapan ini yah! Aku sudah tidak ada duit untuk membayar nya," kata Genta.


"Aman! Kamu jangan khawatir!" sahut Miska. Genta menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Hem, terimakasih Miska! Oh iya, Miska! Setelah semua yang sudah aku lakukan terhadap kamu, apakah kamu akan meminta aku bertanggungjawab kepadamu, seperti menikahi kamu?" ucap Genta. Miska tertawa terbahak-bahak.


"Oh, tidak Genta! Mana mungkin aku mau menikah dengan kamu yang sudah kere dan miskin. Untuk membayar kamar penginapan ini saja, kamu meminta aku yang membayarnya. Sudahlah, lebih baik kamu pelang dan minta dibuatin susu atau kopi dengan istri kamu yang sholehah itu," ucap Miska. Genta diam dan keluar dari pintu kamar penginapan itu. Namun sebelum Genta benar-benar menghilang dari balik. pintu, Miska memanggilnya.


"Genta! Setelah ini kamu bisa kok mendatangi aku jika kamu membutuhkan partner ranjang. Bahkan aku mau membayar tubuh kamu dengan mahal. Karena seperti nya kamu sangat cocok dengan aku dalam urusan satu itu," kata Miska dengan mengedipkan matanya.

__ADS_1


"Akan aku pertimbangkan lagi! Tapi aku pikir, sepertinya istriku lah yang paling bisa membuat aku lebih nyaman dan tenang," sahut Genta. Miska memajukan bibirnya mendengarkan ucapan Genta.


"Sialan! Dia membandingkan aku dengan istrinya," gumam Miska geram.


__ADS_2