Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
Rapat khusus


__ADS_3

Tinggal dua minggu lagi sebelum PKL penelitian Maya berakhir di perusahaan Trotoarts Inc. Saat ini Maya sedang fokus dan bersemangat dalam menyelesaikan tugasnya. Dan dia tidak pernah mengetahui apa pun yang pernah dibicarakan antara Melan dan James CEO tersebut, karena mereka sering melakukan pertemuan yang bersifat pribadi.


Saat ini, Maya tengah sibuk memfinalisasi laporan penelitiannya. Dia telah mengumpulkan semua data dan analisis yang diperlukan, dan sekarang tinggal menyusunnya dalam bentuk laporan yang komprehensif. Meskipun terkadang lelah dan stres, Maya tetap gigih dan bersemangat untuk menyelesaikan tugasnya dengan baik.


Sementara itu, Melan dan James terus mempertimbangkan masa depan Maya di kemudian hari setelah selesai wisuda nantinya. Mereka menyadari potensi dan bakat luar biasa yang dimiliki oleh Maya dalam dunia penelitian serta kepemimpinan. Diskusi mereka tentang Maya mencakup kemungkinan mengikutsertakannya dalam proyek-proyek yang lebih besar setelah PKL berakhir, dan apakah dia dapat menjadi pengganti Melan setelah Melan menikah nanti atau tidak.


Melan berpikir bahwa Maya adalah figur yang sangat cocok untuk menggantikannya. Dia melihat dedikasi dan kecemerlangan Maya dalam pekerjaan selama beberapa bulan ini, serta bakat alaminya yang luar biasa. Melan yakin bahwa Maya memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam bidang penelitian dengan jiwa kepemimpinan yang teruji.


Namun, James tetap ingin memastikan keputusan ini dan tidak ingin gegabah mengambil keputusan. Dia ingin mengenal Maya lebih dalam lagi, melihat bagaimana Maya berinteraksi dengan tim, serta mengevaluasi bagaimana Maya menghadapi tantangan dan tekanan dalam lingkungan kerja yang lebih luas.


Ketika tinggal seminggu lagi sebelum PKL berakhir, Melan dan James memutuskan untuk mengundang Maya dalam sebuah pertemuan pribadi. Mereka ingin berbicara dengan Maya tentang masa depannya, memberikan apresiasi atas kerja kerasnya, dan mendengarkan pandangan Maya tentang pengalaman PKL dan harapannya setelah lulus.


Maya pun menerima undangan tersebut dengan perasaan campur aduk. Dia tidak tahu apa yang akan dibicarakan dalam pertemuan tersebut, tetapi dia merasa tegang dan berharap bahwa hasilnya akan menjadi sesuatu yang positif dan memberikan peluang yang baik untuk masa depannya dalam dunia penelitian.


Maya merasa terkejut saat diundang secara mendadak oleh Melan ke ruangan CEO siang itu. Dia yang sedang sibuk menyelesaikan berkas penelitiannya selama PKL di perusahaan. Tanpa babibu ia pun segera meninggalkan meja kerjanya dan menuju ruangan CEO dengan perasaan campur aduk antara rasa penasaran dan kekhawatiran.


Ketika pintu ruangan CEO terbuka, Maya melihat Melan dan Pak James sudah menunggu di dalam. Wajah mereka terlihat serius, tapi Maya mencoba menenangkan diri dan memasuki ruangan dengan sikap yang profesional.


"Silakan duduk, Maya," kata Melan sambil menunjukkan kursi di depan meja CEO. Maya duduk dengan tegang, mencoba membaca ekspresi mereka.

__ADS_1


James memulai pembicaraan, "Maya, kami ingin berbicara denganmu tentang masa depanmu setelah PKL dan setelah wisuda nanti. Kami telah melihat dedikasi dan prestasimu selama bekerja di perusahaan ini, dan kami percaya bahwa kamu memiliki potensi besar untuk mengembangkan karir di bidang penelitian."


Maya mendengarkan dengan seksama, hatinya berdebar-debar. Dia tidak menyangka bahwa mereka telah memperhatikan pekerjaannya dengan begitu baik.


James melanjutkan, "Kami telah mempertimbangkan kemungkinan kamu bergabung dengan perusahaan kami sebagai peneliti penuh waktu setelah lulus. Melan telah melihat potensi besar dalam dirimu dan yakin bahwa kamu bisa menjadi penggantinya kelak."


Maya terkejut mendengar kata-kata itu. Dia merasa campur aduk antara kegembiraan dan kecemasan. Dia merasa terhormat dan bersyukur atas kesempatan ini, tetapi juga merasa perlu mempertimbangkan pilihan dengan matang.


"Hmm Maaf pak, Saya memang sangat terhormat dengan tawaran ini. Saya akui telah belajar banyak selama PKL di perusahaan ini dan sangat berminat untuk terus mengembangkan karir di bidang penelitian. Namun, saya perlu waktu untuk memikirkannya dengan matang," kata Maya dengan tulus dan hati-hati.


Melan mengangguk mengerti, "Oh Tentu saja. Kami menghargai keputusanmu. Ambillah waktu yang kamu butuhkan untuk mempertimbangkan dengan matang. Kami akan memberimu dukungan dan kesempatan yang kamu butuhkan."


Pertemuan itu berlanjut dengan diskusi lebih mendalam tentang tanggung jawab dan peluang di perusahaan setelah PKL dan wisuda Maya. Maya bertanya tentang perkembangan perusahaan, tim yang akan dia bergabung, dan peluang pengembangan diri di masa depan.


Sebelum Maya beranjak meninggalkan ruangan, James mengingatkan tentang bonus khusus yang telah dia berikan sebelumnya. Dia menekankan bahwa bonus tersebut adalah apresiasi khusus atas dedikasi dan prestasi Maya selama PKL di perusahaan dan boleh dipakai setelah ini untuk membantunya selama menyelesaikan studinya.


"Oh iya Maya, sebelum kamu pergi, aku ingin mengingatkanmu tentang bonus khusus yang telah kami berikan sebagai penghargaan atas kerja kerasmu selama PKL ini," kata James dengan senyum hangat.


“Iya pak, terima kasih itu sangat membantu saya selama melakukan penelitian disini” Jawab maya

__ADS_1


“Oh tidak maksud saya, mobil dan sopir itu akan tetap mengikutimu sampai kamu menyelesaikan studi dan wisuda” Jelas James.


Maya merasa terharu dengan mulut terbuka dan tertutup tanpa bisa mengucapkan sesuatu.


Semua itu gratis pemberian perusahaan, kamu tidak perlu memikirkannya” Tambah melan.


Maya merasa seperti terbang kea wan ketujuh dan di hempaskan kembali dan hanya bisa berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pak James. Dia tidak menyangka bahwa bonus tersebut masih akan terus diberikan kepadanya di masa depan.


"Ini suatu kehormatan saya, Pak James. Saya sangat menghargai bonus tersebut. Saya pastinya akan kelabakan setiap kali akan bepergian jika lupa, sudah memesan ojol tetapi memiliki sopir yang sudah stand by," ucap Maya dengan penuh rasa terima kasih dan salah tingkah karena ini merupakan pertama kali dalam hidupnya mendapatkan sopir pribadi yang siap sedia mengantarkan kemana pun ia mau.


James mengangguk, "Panggil saya james tidak usah terlalu formal, dan ya Kami yakin bahwa kamu akan terus berprestasi dan memberikan kontribusi yang luar biasa di perusahaan ini. Bonus ini adalah penghargaan yang pantas untukmu, Maya. Gunakanlah dengan bijak dan tetap lanjutkan keberhasilan mu di masa depan."


Sambil tersenyum kecut leluconnya tidak di tanggapi tetapi Maya menjanjikan dirinya sendiri untuk memanfaatkan bonus tersebut dengan bijak. Dia tahu bahwa itu adalah bentuk dukungan dan kepercayaan dari perusahaan terhadap potensinya.


Dengan perasaan yang penuh semangat dan terinspirasi, Maya meninggalkan ruangan CEO dengan rencana dan tujuan yang lebih jelas. Dia siap menghadapi tantangan baru setelah PKL dan menunjukkan kemampuannya di perusahaan dengan segala kelebihan yang dimilikinya.


Maya kembali ke meja kerjanya dan melanjutkan menyelesaikan berkas penelitiannya dengan semangat baru. Setiap detil dan data yang dia tulis menjadi lebih berarti, karena dia tahu bahwa hasil penelitiannya akan menjadi landasan bagi keputusan-keputusan yang akan diambil di perusahaan.


Dalam seminggu lagi menjelang akhir PKL, Maya ingin bekerja lebih keras dari sebelumnya. Dia ingin menyelesaikan penelitiannya dengan sempurna dan memberikan hasil terbaik untuk perusahaan. Setiap malam, dia memeriksa kembali setiap detail dan merapikan presentasi yang akan dia ajukan.

__ADS_1


__ADS_2