Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
BAB 42


__ADS_3

Hari ini keputusan sidang perceraian antara Zian dengan Genta diputuskan. Zian ditemani mami papi dan juga Mariah sahabatnya. Sedangkan Genta, ada Miska di sampingnya. Orang tua Genta memilih tidak mengikuti sidang keputusan cerai hari ini. Mama Desi dan juga Fauzi tentu saja sangat menyayangkan perceraian diantara mereka.


Hakim sudah memutuskan untuk mengabulkan tuntutan perceraian Zian dan bukti-bukti perselingkuhan Genta, suaminya lengkap dan valid. Selesai keputusan sidang itu Zian mendapatkan pelukan dari mami Juan dan juga papa Leo. Mariah juga ikut memberikan semangat bagi Zian untuk kembali memulai kehidupan nya tanpa Genta.


"Zian sayang, tetap semangat walaupun sekarang ini kamu sudah tidak menyandang istri Genta lagi. Sekarang kamu kembali menjadi anak mami papi lagi. Kami bertanggung jawab lagi mengurus dan mengatur kehidupan kamu," ucap mami Juan yang dibenarkan oleh papa Leo.


"Benar! Mulai sekarang kamu kembali lagi ke rumah mami papi. Kita berkumpul bersama lagi yah, sayang!" sahut papa Leo sambil memeluk Zian. Zian tentu saja menitihkan air matanya. Dia tidak mengharapkan menjadi seorang janda. Zian tidak mengharapkan pernikahan nya gagal dan hanya bertahan beberapa tahun.


Mariah memeluk Zian dan mengusap punggung Zian yang masih sesenggukan.


"Zian, aku yakin kamu bisa melewati ini. Dan doaku semoga kamu bisa menemukan orang yang tepat sebagai jodoh kamu kelak. Oke, jangan berlarut-larut dalam kehilangan dan kesedihan ini. Lihat lah, Genta saja sudah menggandeng wanita lain. Masak kamu tidak bisa," kata Mariah ikut Mengompori. Zian mencubit pinggang Mariah. Mariah meringis kesakitan.


"Ayo kita jalan! Oh ya, bagaimana kalau kita mampir dulu di restoran Jepang? Kita makan dulu di sana," ajak mami Juan.


Zian, Mariah dan juga papi mami nya masuk ke dalam mobil yang sama. Mereka sengaja berangkat dengan satu mobil yang sama di persidangan itu.


Sementara itu tidak jauh dari tempat itu, sejak tadi ada pasang mata memperhatikan adegan mengharukan antara Zian dan keluarganya. Dia adalah Alexa Sandro bersama asisten pribadi nya. Pandangan nya tidak berpindah saat Zian keluar dari gedung pengadilan dan berada di luar. Zian hari ini mengenakan pakaian serba putih dengan hijab juga senada. Hal itu semakin menambah keanggunan Zian. Sandro benar-benar seperti terhipnotis dengan pesona yang terpancar pada Zian.


"Benar dugaan aku. Zian selama ini dalam masalah dalam rumah tangga nya. Dan hari ini dia resmi menyandang status sebagai seorang janda. Hem begitu rupanya," gumam Sandro.


"Dan di sana itu rupanya mantan suami Zian. Bahkan dia sudah berani menunjukkan wanita selingkuhannya. Benar-benar hebat!" gumam Sandro.

__ADS_1


"Mas Sandro! Kita mau di sini terus sampai malam atau kembali ke kantor? Kalau mas Sandro ingin tetap di sini terus, biar saya mencari tenda dan mendirikannya di tempat ini," ucap Dori. Sandro melebar matanya dengan sempurna mendengar ucapan dari Dori yang terkesan meledeknya.


"Kamu tidak tahu, Dori. Aku baru sekarang melihat dan menemukan gadis yang membuat aku sangat penasaran. Makanya aku sampai bela-belain mencari tahu identitasnya sendiri," terang Sandro.


"Lebih tepat seorang wanita, mas Sandro! Bukan gadis lagi! Dia saat ini sudah menyandang status janda bukan?" ralat Dori.


"Benar! Kamu lihat bukan? Wanita tadi sangat cantik sekali dengan hijabnya," kata Sandro.


"Hem, tampaknya mas Sandro mengikuti langkah saya yang menyukai wanita berhijab. Dan akhirnya saya menikah dengan istri saya," sahut Dori. Sandro mengernyitkan dahinya.


Sandro jadi teringat kalau asistennya juga dulunya mengejar wanita berhijab dan beda keyakinan dan kepercayaan nya dengan Dori. Namun akhirnya Dori memutuskan mengikuti keyakinan dan kepercayaan seperti istrinya.


"Setelah ini mungkin aku akan belajar dari kamu, Dori! Bagaimana perjalanan spiritual kamu hingga pada akhirnya memilih dan memutuskan untuk menganut agama itu," kata Sandro.


"Tentu saja, Dori! Oh iya Dori! Kamu tahu tidak? Mama papa Zian itu tidak menganut salah satu agama. Sehingga Zian memilih keyakinan dan kepercayaan itu atas dasar kemauan nya," cerita Sandro.


"Benarkah? Wah menarik sekali jalan spiritual wanita itu," sahut Dori.


"Namanya Zian, Dori!" ralat Sandro. Dori tersenyum mendengar nya.


"Hem iya mas! Hehehe! Jadi kita jalan kemana ini? Mbak Zian nya sudah tidak ada di tempat ini loh!" kata Dori.

__ADS_1


"Kita ikuti saja mereka! Aku ingin mengenal mereka," ucap Sandro. Dori terkekeh mendengar nya.


"Oke, mas! Tampaknya mereka sedang menuju ke restoran, mas!" kata Dori.


"Ayolah, ikuti mereka! Paling tidak aku akan mentraktir mereka," ucap Sandro.


"Apa? Mentraktir?" Dori melotot.


"Kenapa? Kamu kok seperti terkejut mendengar nya," sahut Sandro.


"Eh em, tidak tidak! Ayolah mas!" kata Dori yang tidak mau ribut dengan majikannya kalau sudah ada kemauannya Sandro selalu begitu.


*****


Di dalam mobil.


"Kamu lihat tadi Zian! Bahkan Genta sudah berani dan terang-terangan menunjukkan bahwasannya dirinya sudah dekat dengan seorang wanita. Dia kan wanita selingkuhan Genta itu? Dia yang ada di video itu!" kata mami Juan masih saja geram.


"Sudahlah, mami! Jangan dibahas lagi! Bersyukur sekarang Zian sudah mengetahui tingkah laku suaminya. Jadi tidak terus menerus dibohongi oleh nya," sahut Papa Leo.


Zian menarik nafasnya dan menghembuskan nya dengan kasar. Sedangkan Mariah hanya bisa mengusap punggung Zian seolah memberikan kekuatan pada Zian.

__ADS_1


"Semua akan baik-baik saja! Kamu pasti bisa melewati ini! Dan kamu adalah wanita hebat dan pilihan, Zian!" bisik Mariah sambil memegang pergelangan tangannya.


__ADS_2