Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
BAB 53


__ADS_3

Genta kembali pulang lebih awal saat Miska mengadakan meeting di perusahaan nya.Langkah kaki nya mantap masuk ke dalam rumah. Genta langsung menuju ke kamar belakang, di mana di sana salah satu asisten rumah tangga nya berada.


Genta langsung memeluk dari arah belakang asisten rumah tangganya. Tidak lupa dia mencium bagian tengkuk leher jenjang pembantu baru nya.


"Eh, tuan Genta! Jangan! Jangan lakukan ini!" ucap asisten rumah tangga itu yang baru bekerja di rumah itu selama dua hari.


"Sukma, sayang! Aku tidak menyangka bisa bertemu lagi dengan kamu setelah terakhir kita bertemu di acara perpisahan sekolah saat kelulusan. Kamu bekerja di rumah ini sekarang. Itu berarti kita sudah berjodoh untuk dipertemukan kembali," ucap Genta pelan sambil mengecup tengkuk leher Sukma. Sukma bergidik lantaran hembusan nafas Genta terasa hangat hingga membuat irama jantung nya berdetak kencang.


"Tuan Genta! Jangan lakukan ini! Kita hanya sebatas hubungan majikan dan pembantu. Lepaskan saya, tuan Genta! Ini tidak benar!" ucap Sukma sambil berusaha melepaskan dua tangan Genta yang memeluk bagian pinggang nya. Namun dekapan tangan Genta sulit dilepaskan oleh Sukma.


"Sukma, aku kangen dengan kamu. Kangen dengan saat-saat seperti ini. Kita dulu pernah berpacaran. Namun kenapa kita harus berpisah," ucap Genta masih mendekap Sukma dari belakang.


"Karena keluarga kamu dan keluarga ku berbeda jauh. Kamu orang kaya sedangkan aku orang tidak punya. Buktinya aku bekerja di sini sebagai pembantu rumah tangga. Dan kamu masih saja beruntung bergelimang harta benda. Rumah kamu bagus dan kamu memiliki kedudukan serta kekuasaan," ucap Sukma.


"Tapi sekarang karena kamu sudah di sini. Aku tidak mau kamu menjauhi dan pergi dari aku lagi. Kita sudah berjodoh dipertemukan di tempat ini," ucap Genta.


"Tidak, Genta! Kita bertemu diwaktu yang tidak tepat. Kamu bahkan sudah memiliki istri bukan? Kamu tidak boleh mengkhianati istri kamu. Mengkhianati ibu Miska. Itu tidak benar," kata Sukma.


"Tidak Sukma, aku tidak mau melepaskan kamu. Aku rindu kamu, Sukma," ujar Genta.

__ADS_1


"Jangan, Genta! Lepaskan aku!" ucap Sukma. Genta kini memaksa Sukma untuk memenuhinya keinginan nya. Wanita yang cantik alami itu kini dalam kungkungan Genta. Dia memberontak dengan sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari kuasa Genta yang berusaha menikmati dan menjamah bagian inci tubuh nya. Bahkan pakaiannya pun dengan paksa telah dikoyak hingga lepas dari tubuh itu. Sukma menangis dan air mata itu tumpah. Genta tidak perduli dengan apapun. Sukma direnggut dengan paksa oleh mantan pacarnya.


"Jangan berteriak dan berisik, sayang! Suara kamu akan terdengar sampai luar. Apa kamu mau diberhentikan dari pekerjaan kamu tanpa gaji sepersen pun! Cukup nikmati semua nya, sayang! Aku akan memberikan rasa enak dan nikmat itu yang belum pernah kamu rasakan bersama ku," ucap Genta seraya melakukan aksi bejat nya pada asisten rumah tangga nya itu.


"Aku tidak mau dipecat, tuan! Aku sangat butuh uang untuk keluarga ku, Aku butuh uang yang banyak!" ucap Sukma sambil menangis.


"Diam lah, sayang! Aku akan memberikan uang sebanyak yang kamu minta dan butuhkan! Sekarang kita nikmati kebersamaan kita ini karena sebenarnya aku dan kamu saling menginginkan ini sejak dari dulu kan?" kata Genta.


"Tapi, tapi ini tidak dibenarkan tuan Genta! Bagaimana dengan nyonya Miska kalau beliau mengetahui nya?" ucap Sukma.


"Jangan sampai dia mengetahui nya! Kita harus pintar menyembunyikan hubungan ini. Sekarang hapus air mata kamu! Dan kita saling memberi dan menerima," kata Genta.


"Tuan Genta!" ucap lirih Sukma seraya memejamkan matanya saat Genta mulai nekat menurunkan rok panjang yang dikenakan Sukma.


"Gegen, sayang!" gumam Sukma. Dia kini tidak lagi memberontak. Membiarkan Genta melakukan apa saja yang dia inginkan. Mengantarkan dirinya ke surga indah bersamanya.


Di luar rumah masih terlihat sepi. Siang hari ini hanya penghuni yang mengisi di rumah besar itu. Sedangkan Miska belum kembali dari acara meeting nya. Genta cabut dari jadwal itu untuk menjumpai mantan pacarnya yang saat ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah nya.


Ruangan kamar yang tidak luas itu kini mulai terasa panas. Suara kipas angin yang tidak berhenti berputar mengiringi kegiatan siang hari itu. Genta masih mendominasi permainan di atas tempat tidur kecil yang sebenarnya khusus untuk tidur satu orang. Namun kini dipakai oleh dua orang dalam permainan liar dan panas.

__ADS_1


Awalnya Sukma pasif dan pasrah dengan apa yang dilakukan mantan pacarnya itu. Namun Genta memberikan minuman yang mampu membuat Sukma lupa jati dirinya. Seringai nakal Genta merasakan puas dengan sikap liat Sukma.


"Aku suka kamu yang seperti ini, Sukma!" ucap Genta seraya menatap wajah polos cantik Sukma yang tidak membosankan.


Namun tiba-tiba suara klakson mobil sangat dekat di telinga. Genta gelagapan dan segera bangkit dari tempat tidur itu. Menyambar kaos dan celana nya.


"Sukma, istriku datang! Cepat pakai kembali pakaian kamu!" ucap Genta seraya memakai celana panjangnya dan setelah itu kaos oblong nya segera dikenakannya. Sukma yang tadi berantakan segera mengambil bajunya di dalam lemari dan mengenakan.


Genta berlari keluar meninggalkan Sukma di kamarnya. Genta tidak ingin hubungan nya dengan pembantu rumah tangga di rumah nya diketahui oleh Miska.


"Genta! Kenapa kamu tidak ikut meeting di kantor sih?" ucap Miska. Genta dengan gaya romantis nya memeluk dan menyambut istrinya dengan mesra.


"Pusing kepalaku, sayang! Aku mau istirahat tapi juga tidak bisa," jawab Genta.


"Aku tahu cara supaya pusing di kepala kamu hilang, Genta!" ucap Miska dengan sorot mata yang nakal.


"Apa itu?" Genta pura-pura tidak tahu.


"Ayo kita masuk ke dalam kamar! Memangnya kamu mau kita melakukan nya di sini?" kata Miska seraya menarik tangan Genta menuju kamar utama mereka.

__ADS_1


Sukma memperhatikan pasangan suami istri yang merupakan majikannya itu dengan rasa kecewa. Baru saja Genta bilang kangen dengan dirinya. Namun sekarang dia harus menyaksikan mantan pacarnya itu bergelut dengan istrinya.


"Seharusnya tadi aku menolaknya berhubungan dengan Genta! Tapi dia mengancam ku akan memberhentikan aku bekerja di sini kalau aku tidak menuruti keinginan nya. Walaupun masih ada rasa itu pada Genta. Tapi seharusnya aku tidak boleh mengikuti kemauan Genta. Genta sudah menikah walaupun mereka masih menikah secara siri. Tapi ini tidak boleh aku lakukan. Aku harus bagaimana untuk menolak nya sedangkan aku masih butuh pekerjaan ini dan uang yang banyak," gumam Sukma yang sejak tadi melihat pintu kamar majikannya.


__ADS_2