Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
Curhatan Maya


__ADS_3

James yang diam-diam sebenarnya melihat adegan perbincangan antara Maya dan Rendra di lobi tadi. Walau pun ia tidak mendengar dengan jelas tapi melihat interaksi mereka, dari gerak gerik Maya dia masih mencintai laki-laki itu. Dan entah mengapa ia merasakan hatinya tersayat-sayat seperti diiris-iris pisau. Dia merasakan rasa cemburu dan kehilangan yang mendalam saat melihat keakraban di antara mereka. Hati James dipenuhi dengan kebencian terhadap dirinya sendiri, karena dia tahu bahwa dia tidak bisa memilikinya seperti yang Rendra miliki.


Dalam diam, James mencoba menyembunyikan rasa sakit dan kekecewaannya. Dia terus menyaksikan dari kejauhan, berusaha mengendalikan emosinya yang meluap-luap. Meski hatinya hancur, dia tahu bahwa dia harus tetap profesional dan menjaga image di depan orang lain.


Namun, di balik senyuman dan sikap tenangnya, James merasakan kegundahan yang dalam. Dia merenung tentang bagaimana agar memiliki cinta yang terbalas dan betapa ia merindukan kehadiran sosok seperti Maya di sisinya.


Meskipun James berusaha menutupi perasaannya, tetapi di dalam hatinya, ia merasa hancur. Dia tidak dapat menahan rasa cemburu dan sakit yang terus menghantui pikirannya. Dalam diam, ia bertanya-tanya apa yang kurang dari dirinya sehingga ia takut mengutarakan isi hatinya kepada Maya.


“Aku pasti akan mendapatkan mu” Bathin maya sambil berjalan ke arah loby.


James berjalan menjauh dengan kebulatan tekad dalam hatinya. Meskipun hatinya terluka dan kehilangan Maya, dia masih memegang harapan bahwa suatu hari nanti dia akan mendapatkan cinta yang ia impikan. Dia tidak akan menyerah begitu saja.


James merencanakan untuk memperbaiki dirinya sendiri, baik secara profesional maupun pribadi. Dia akan bekerja lebih keras untuk mencapai kesuksesan dan membuktikan bahwa dia pantas mendapatkan cinta dan pengakuan. Dia akan menggunakan kegagalan ini sebagai cambuk untuk tumbuh dan menjadi pribadi yang lebih baik.


Dalam kehampaan yang ia rasakan, James menyadari bahwa cinta tidak bisa dipaksakan. Dia perlu memberikan ruang dan kesempatan bagi dirinya sendiri untuk sembuh dan mengikuti jalan hidupnya dengan penuh keyakinan. Dia akan membuka hatinya untuk peluang baru dan berharap bahwa cinta yang sejati akan datang kepadanya pada waktunya.


Meskipun langit gelap di malam itu, James merasa ada sinar harapan yang menyinari jalannya. Dia bertekad untuk menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri, dan jika takdir memang menghendaki, suatu hari nanti dia akan menemukan cinta yang sesungguhnya.


Dalam langkah-langkahnya yang mantap, James melanjutkan perjalanan hidupnya dengan semangat yang baru. Dia tahu bahwa perjalanan tidak akan mudah, tetapi dia siap menghadapinya dengan keberanian dan ketabahan. Dia percaya bahwa takdir memiliki rencana yang indah untuknya, dan dia siap menyambutnya dengan hati yang terbuka.


Suatu hari nanti, James yakin bahwa dia akan menemukan cinta yang tulus dan mendalam. Dia akan memperoleh kesempatan untuk membagikan hidupnya dengan seseorang yang benar-benar mencintainya. Dan ketika saat itu tiba, dia akan menghargainya dengan segenap hati dan memberikan yang terbaik dalam hubungan itu.


Dalam kehampaan yang terasa, James tidak akan menyerah pada cinta. Dia akan terus berjuang dan berharap bahwa suatu hari nanti, hatinya akan dipenuhi oleh cinta yang abadi. Dalam setiap langkah hidupnya, dia akan menjaga harapan dan percaya bahwa cinta sejati menunggunya di ujung perjalanan.

__ADS_1


**


Maya pulang ke apartemen dengan hati yang hancur dan penuh kebimbangan walau dari pantai tadi ia sudah mendapatkan kekuatan. Begitu sampai di apartemen dan melihat Rani, dia tidak bisa menahan emosinya dan segera memeluknya dengan erat. Air mata pun mulai mengalir deras dari mata Maya, menandakan betapa beratnya beban yang dia rasakan.


Rani, yang melihat Maya kembali dengan hati yang hancur, segera mendekat dan memeluknya erat-erat. Dia merasa iba melihat sahabatnya menangis seperti itu. “Ada apa sayang”


“Aku putus dengan rendra”


“Apa?” Sambil melepas pelukannya dan duduk di sofa melirik ke arah lain dengan perasaan jengkel.


“Rendra minta putus, tadi sore di lobi kantor” Ucap maya sambil mengelap air matanya.


"Kaaaaaaaaaan dari dulu sudah kubilang, Mayaaaaaaaa! Berapa kali aku harus mengingatkanmu tentang Rendra? Dia telah menyakitimu berkali-kali, tapi kenapa kamu masih tetap mempertahankannya?" bentak Rani dengan nada yang tegas.


“Dengkulmu melocot, makan tu sayang”


Maya, yang masih menangis, merasa kaget dengan reaksi Rani. Dia tidak mengharapkan marahannya. "Iyaaa Maaf, Tapi jangan pakai marah gitu, Aku tahu kamu sudah sering memperingatkan ku. Tapi aku merasa sulit untuk melepaskan Rendra. Aku masih mencintainya, meskipun dia telah melukai hatiku," ujar Maya dengan suara terguncang.


“Cinta, cinta makan tuh cinta” Ucap rani melipat kedua tangan di depan dada dan sedikit memiringkan badannya, karena maya berusaha memeluknya


“Trus aku gimana caranya ngobatin sakit ini?” Tanya maya melas.


Rani menghela nafas panjang, mencoba mengendalikan emosinya. "Maya, aku sayang padamu. Aku tidak ingin melihatmu terluka lagi. Kamu harus belajar untuk menghargai dirimu sendiri dan memilih seseorang yang pantas mendapatkan mu. Rendra bukanlah pilihan yang tepat."

__ADS_1


Maya menundukkan kepala, merenungkan perkataan Rani. Dia tahu bahwa sahabatnya benar. Rendra telah melukainya berkali-kali, dan Maya perlu memutuskan untuk melepaskan hubungan yang tidak sehat ini.


Rani memegang kedua pipinya dan menatap Maya dengan penuh kasih sayang. "Maya, aku akan selalu mendukungmu. Aku akan selalu ada untukmu. Kamu layak mendapatkan cinta yang tulus dan bahagia. Jangan biarkan Rendra menghalangi mu untuk menemukan cinta yang sejati."


Maya mengangguk, air mata masih mengalir di pipinya. Dia tahu bahwa ini adalah saatnya untuk memutuskan hubungan yang toksik dengan Rendra dan memulai perjalanan baru menuju kebahagiaan yang sejati.


“Awas lak, nangis lagi gara-gara laki-laki kedabrus itu”


“Iyaaaa.”


“Tak tutuk, kamu kalo lagi”


Mereka pun berpelukan untuk menenangkan maya, ia akhirnya merasa didukung dan diberi kekuatan. Dia tahu bahwa akan ada tantangan di depannya, tetapi dengan dukungan Rani dan keputusan yang kuat, dia akan mampu mengatasi semuanya.


“Jangan bilang ke siska, karena yang dia tau kalian sudah putus. Malah nanti kamu di nasehatin seminggu gak kelar kelar sama dia”


“Hmm” Ucapnya sambil menganggukkan kepala.


Mereka berdua duduk di sofa, saling berbagi cerita dan mendukung satu sama lain. Maya merasa lega bahwa dia tidak sendirian dalam perjalanan ini. Dia akan berjuang untuk mencintai dan menghargai dirinya sendiri, serta membuka hatinya untuk cinta yang sejati.


Dan keputusan Maya untuk meninggalkan Rendra bukanlah hal yang mudah, tetapi ia yakin bahwa itu adalah langkah yang benar. Dia mengucapkan terima kasih kepada Rani karena telah mengingatkannya untuk tidak mengorbankan dirinya sendiri dalam sebuah hubungan yang tidak sehat.


Dalam pertemuan mereka yang emosional, Maya merasa bahwa langit sedikit lebih cerah. Dia tahu bahwa masih ada banyak hal yang menunggunya di depan, termasuk cinta yang sejati yang akan datang pada waktunya.

__ADS_1


__ADS_2